War And Love

War And Love
Episode 6



Dua minggu sudah Ara tinggal di mansion yang megah ini. Segala kebutuhannya bahkan dilayani dengan baik oleh pelayan. Sedikit-sedikit, dia sudah tahu siapa Reynard. Reynard adalah anak dari Ayah Harry. Kenapa dia menyebut Harry dengan panggilan Ayah? Karena Harry yang meminta Ara memanggilnya Ayah. Entah Ara juga bingung. Laki-laki itu sangat baik padanya. Dia tidak lagi memanggil Ara dengan panggilan Nak, tapi Rara. Katanya panggilan sayang untuk anak perempuannya.


Mengenai Reynard, Ara jarang sekali bertemu Reynard. Reynard tidak pernah ada di rumah. Sesekali dia pulang untuk menemui ayahnya dan tentunya menemui Ara. Tidak bisa dijabarkan lagi perasaan Ara sekarang ini, dia seperti memiliki keluarga baru yang menyayanginya.


Seperti sekarang ini, Ara sedang menemani Reynard menyelesaikan tugasnya di ruang kerja Reynard yang berada di lantai atas.


" Tuan. Apa Tuan tidak lelah? Bekerja setiap hari, setiap waktu, setiap detik begitu? " Ara bertanya dengan polosnya. Sikapnya sudah tidak canggung lagi. Dia kembali seperti Ara yang asli, Ara yang cerewet dan Ara yang ceria.


" Tuan.. Siapa yang Tuanmu? " Bukannya menjawab pertanyaan Ara, Reynard malah mengalihkan pembicaraan.


" Anda lah. Siapa lagi. " Ara menjawab dengan polos.


" Jangan panggil aku Tuan lagi. Aku bukan Tuanmu. " Ucap Reynard sambil menutup kembali laptopnya.


" Lalu Saya harus panggil apa? " Ara bingung.


" Reynard. Kamu bisa memanggilku Reynard. " Ucap Reynard berjalan ke arah sofa yang diduduki Ara.


Mata Ara masih memandang tubuh tegap yang berjalan ke arahnya. " Tidak sopan. Tuan kan lebih tua dari saya. " Ara terlihat memikirkan sesuatu. " Bagaimana kalau saya memanggil Tuan Kakak. Kak Rey. Apakah itu cocok? " Lanjut Ara dengan senyum cerianya.


Reynard berpikir sebentar. " Sepertinya tidak buruk. Baiklah. Mulai sekarang panggil aku seperti itu. Satu lagi, ubah saya anda mu itu. " Reynard mengacak rambut Ara dengan gemas.


Ara menahan gejolak di dadanya yang semakin membara. Dia sadar, jantungnya tidak pernah tenang ketika berada di dekat Reynard. Sepintar apapun dia berusaha santai di depan Reynard, tapi jantungnya selalu saja berdebar.


" Keisya? " Ucap Reynard tidak percaya melihat perempuan yang berdiri di ambang pintu.


Reynard segera berdiri menghampiri perempuan itu. Ditatapnya perempuan cantik yang ada di hadapannya.


" Reynard.. " Keisya langsung memelul erat tubuh laki-laki yang sangat dicintainya.


Reynard membalas pelukan Keisya dengan mesra. " Aku merindukanmu Keisya. " Ucap Reynard dalam pelukannya.


Ara masih diam mematung menyaksikan dua manusia yang sedang berpelukan. Ada perasaan sakit yang tiba-tiba menyerang hatinya.


Keisya menggiring tubuh Reynard yang masih berada dalam pelukannya agar masuk ke dalam ruang kerja Reynard. Lalu melepas pelukannya dan beralih mencium bibir Reynard dengan mesra. Reynard membalas ciuman Keisya. Keduanya berciuman mesra tanpa memperdulikan orang yang sedari tadi melihat interaksi mereka.


Ara melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ini pertama kalinya dia melihat laki-laki dan perempuan berciuman, dan lagi, yang berciuman adalah Reynard. Hatinya semakin sakit.


Tidak. Dia tidak boleh berada di sini. Hatinya akan semakin sakit. Ara berlari keluar dari ruangan itu dengan perasaan yang hancur. Dia sadar, debar jantungnya selama ini karena dia jatuh cinta kepada Reynard. Ini salah. Perasaan ini salah. Reynard ternyata sudah memiliki kekasih.


Reynard yang melihat bayangan seseorang keluar dari ruangan kerjanya sontak melepaskan ciumannya dengan Keisya. Karena senangnya bertemua Keisya, dia sampai lupa kalau di sini ada Ara.


" Bagaimana jika Ara cemburu. " Pikirnya. Ah, kenapa jadi memikirkan Ara. Dia segera membuang pikiran anehnya jauh-jauh. Ara hanya gadis kecil yang dia tolong, kekasihnya adalah Keisya. Dia meyakinkan pikirannya itu.


Bersambung...