War And Love

War And Love
Episode 12



Seorang perempuan berusia 26 tahun turun dari mobilnya. Dengan anggun dia menghampiri pengawal yang berjaga di gerbang menuju mansion keluarga Harry.


" Hei. Kalian kenapa diam saja. Apa kalian tidak lihat? Mobilku mau masuk. " Ucap perempuan itu.


" Maaf Non Keisya. Kami hanya menjalankan tugas. " Jawab salah satu pengawal.


" Kalian tidak tahu siapa aku? Aku ini kekasihnya Tuan Muda kalian. Dulu aku sering ke sini. " Keisya berbicara dengan gaya sombongnya.


" Maaf. Tuan Muda Reynard sendiri yang melarang siapapun masuk ke hutan ini. Termasuk anda. " Keisya terkejut mendengar ucapan pengawal itu.


" Tidak mungkin. " Ucapnya tidak percaya.


" Silahkan anda bisa pergi dari sini, atau jangan salahkan kami kalau kami bertindak kasar. " Masih berdiri tegak menatap lurus perempuan cantik di depannya.


" Kurang ajar. " Keisya berbalik untuk menuju ke mobilnya. Meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal.


Sedangkan di tempat lain, Adelio sedang menikmati pemandangan kebun teh dari atas balkon mansionnya. Dia sedang membayangkan wajah imut Ara yang akhir-akhir ini selalu menghantuinya.


" Delio. " Adelio menoleh ke belakang.


" Ya Dad? " Sahut Adelio.


" Apa yang kau pikirkan? " Tanya Bojes ketika sudah berdiri di samping putranya.


" Aku menginginkan Ara. " Ucapnya.


" Ck. Dady tidak tahu apa yang ada di pikiranmu. Perempuan hanya akan merusak semuanya. Kau tahu itu. " Bojes mencekram tangannya sendiri.


" Dady berbicara seperti Dady tidak saja. " Adelio tersenyum miring. " Bukankah karena perempuan Dady kehilangan sahabat baik Dady? Sekarang sahabat Dady menjadi musuh terbesar Dady. " Bojes tidak membantah ucapan anaknya. Karena itu memang benar.


" Baiklah. Dady tidak akan melarangmu melakukan apapun yang kau mau. Kalau kau menginginkan gadis itu, rebut dia dari tangan Reynard. " Reynard tersenyum mendengar ucapan Dadynya.


" Tapi kau tidak bisa merebutnya dengan cara kekerasan. Itu akan sia-sia. Reynard bukan orang sembarangan. Dia tidak akan membiarkan miliknya diambil begitu saja. " Lanjut Bojes.


" Pakai cara licik. Buat Reynard membenci gadis itu. " Bojes tersenyum miring.


" Aku mengerti. " Adelio seperti mendapatkan ide untuk mendapatkan gadis pujaannya.


Adelio mengambil ponsel yang ada di sakunya. Dia terlihat menghubungi seseorang.


" Halo. " Ucapnya kepada seseorang yang ada di seberang telpon.


" Bagus. " Ucap Adelio sesaat sebelum menutup telponnya.


" Ara mendaftar kuliah di salah satu universitas. Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk bertindak. " Ucap Adelio dan ditanggapi anggukan oleh Dadynya.


" Ingatlah. Jangan bertindak gegabah yang akan membahayakan nyawamu sendiri. Kau tidak tahu seberapa hebat dan kejamnya Reynard. Dia bukan sekedar kuat tapi juga cerdas. Entahlah. Bertahun-tahun aku bersahabat dengan Harry, tapi aku tidak pernah tahu kalau dia menyembunyikan senjata hebat seperti Reynard. " Bojes menerawang dimana masa dia masih menjalin hubungan baik dengan Harry.


" Itu karena Dady terlalu fokus kepada istri sahabat dady sendiri. " Ledek Adelio.


" Kau tidak pernah bertemu Sintya. Dia sangat istimewa. " Ucap Bojes


" Iya. Dan Dady mengkhianati pernikahan Dady dengan Momy. " Adelio berucap sambil menahan geram di hatinya.


" Dady tidak pernah mengkhianati Momymu. Dady masih menyayanginya sampai akhir hayatnya. Baru setelah Momymu tiada, Dady gelap mata dan tidak bisa mengendalikan keinginginan Dady untuk merebut Sintya. Kalau saja Momymu tidak pergi secepat itu, Dady akan memilih Momymu dan tidak bertindak bodoh. " Terdengar nada penyesalan dari mulut Bojes.


" Tapi semua sudah terlambat Dad. Aku akan kembali mengulang masa itu. Aku akan merebut perempuan yang ada di tangan Reynard. " Adelio berucap dengan penuh keyakinan.


" Terserah. Dady hanya bisa mendukungmu. " Menepuk pelan bahu anaknya.


" Thanks Dad. " Ucap Adelio dan ditanggapi senyum oleh Dadynya.


Bersambung......