Violetta

Violetta
Bab 33



Vio berjalan menuju ruang kepala sekolah, sesampainya disana ia membuka pintu itu tanpa permisi atau mengetuk pintu, dan betapa terkejutnya Vio, karena disana ternyata sudah ada Kepala Sekolah bersama dengan kedua orang tuanya.


Vio menatap Pak Yohan seolah bertanya kepada beliau me nggilnya kesana.


"Duduk!" titah Pak Yohan.


"Jadi maksud saya mengundang Bapak atau Ibu kesini, juga Vio karena untuk membahas masalah yang tengah ramai diperbincangkan,"


"Kalian pastinya tahu, jika video dan foto kalian sudah tersebar luas dan hal itu pastinya akan berdampak buruk bagi sekolah, terutama kamu Vio, nama baik kamu pasti juga akan tercemar," sambung Pak Yohan.


"Saya minta maaf untuk itu Pak," ucap Fajar berusaha seramah mungkin.


"Saya tahu Bapak dan Ibu pasti tidak salah, maka dari itu saya sudah mempersiapkan semuanya, agar kalian dapat mengklarifikasi masalah ini didepan semua murid sekolah ini, yang pastinya ini akan membuat nama baik sekolah ini kembali lagi seperti dulu,"


"Dan saya mau kamu minta maaf kepada kedua orang tua kamu Vio, bagaimanapun juga mereka orang yang sudah mendidik kamu hingga kamu besar," ujar Pak Yohan, namun Vio hanya menatapnya datar.


"Sepertinya anak-anak dan guru yang lain sudah menunggu di aula Pak, mari kita kesana sekarang," ajak Pak Yohan.


Mereka semua berjalan menuju aula dengan Pak Yohan berjalan didepan dan diikuti oleh Fajar, Lia dan juga Vio yang nampak santai.


"Awas aja kalo kamu ngomong yang nggak-nggak," ancam Lia.


"Paling saya ngomong sesuai kenyataan," sahut Vio santai.


"Jangan berani-beraninya kamu malu-maluin kami Vio," tegur Fajar.


Vio hanya mengedikkan bahunya acuh, kemudian berjalan cepat meninggalkan Fajar dan Lia yang sudah was-was, karena mereka khawatir jika Vio akan mengatakan kejadian yang sebenarnya dan jika itu terjadi nama Fajar dan Lia pasti akan tercemar, begitu pula dengan nama perusahaannya.


Sesampainya di aula, Pak Yohan mempersilahkan Vio dan kedua orang tuanya untuk duduk berhadapan dengan seluruh murid dan semua guru.


Vio nampak santai, sedangkan kedua orang tuanya nampak sedikit cemas karena takut Vio akan mengatakan seluruh kebenarannya.


"Selamat Pagi," ucap Pak Yohan memulai percakapan.


"Pagi Pak," sahut mereka serempak.


"Sebelumnya terimakasih karena sudah mau berkumpul disini. Jadi, maksud dan tujuan saya mengumpulkan kalian disini adalah untuk mengklarifikasi masalah yang tengah ramai di media sosial,"


"Hal ini saya sampaikan demi memperbaiki nama baik sekolah ini, karena Vio juga termasuk salah satu murid disini," sambung Pak Yohan.


"Sebelumnya kita lihat video itu terlebih dahulu," ucap Pak Yohan.


Sebuah layar proyektor menampilkan video yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial, dimana Vio tengah menampar Lia dan juga mendorongnya hingga Lia terjatuh.


Semua yang berada disana seketikaenatap video itu tanpa ada yang berani bersuara.


"Jadi, bisa kalian jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Pak Yohan.


"Jadi kita disuruh kesini untuk klarifikasi masalah Vio?" tanya Dina entah kepada siapa.


"Kurang kerjaan banget," gumam Sella.


"Kamu nggak tahu tentang ini Gal?" tanya Sella pada Galen, namun Galen hanya menjawab dengan gelengan kepala.


"Gue khawatir sama Vio," ucap Citra.


"Tenang aja Cit, gue nggak akan biarin siapapun nyakitin Vio," sahut Vian.


"Sebelumnya terimakas sudah memberikan kami kesempatan untuk klarifikasi tentang masalah ini," ucap Fajar.


"Jadi video yang tersebar dan kalian lihat, itu semua memang benar adanya dan kejadian itu memang benar terjadi," sambung Fajar yang membuat beberapa anak mulai berbisik-bisik.


"Saat itu kami baik-baik kepada Vio, agar ia mau memindahtangankan harta keluarga kami yang memang atas nama Vio, karena kami takut jika Vio akan menggunakan kekayaan itu untuk hal yang sia-sia," sambung Lia.


"Vio masih terlalu muda untuk mengurus semua itu, terlebih lagi ia ia masih labil dalam perkara apapun," ucap Fajar.


"Saya takut jika nanti Vio yang memegang semua aset itu, dia akan menghamburkan hartanya, karena pergaulan remaja sekarang, sangat sulit untuk dikendalikan,"


"Itulah sebabnya kita meminta Vio untuk itu, namun sepertinya Vio belum mengerti maksud kami dan hal itu yang membuat Vio melakukan kekerasan terhadap saya," sambung Lia.


"Saya tidak masalah dengan perlakuan Vio, karena bagaimanapun juga Vio itu sudah saya anggap sebagai anak saya, meskipun dia bukan anak kandung saya, tapi saya sangat menyayangi dia,"


"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, meskipun sikap Vio begitu, tapi mungkin itu juga salah kami karena kami kurang ada waktu untuk mendidik Vio," ujar Fajar.


"Vio, saya harap kamu mai minta maaf sama kedua orang tuanya kamu," titah Pak Yohan.


"Saya tidak akan minta maaf kepada mereka," sahut Vio dengan wajah datarnya.


"Nggak papa Pak, meskipun Vio tidak mau minta maaf, tapi saya sudah memaafkan Vio," sahut Lia.


Seketika banyak anak yang berbisik-bisik tentang Vio, bahkan banyak dari mereka yang mengejek Vio secara terang-terangan.


"Dasar anak durhaka,"


"Padahal ibunya baik banget,"


"Nggak tahu diri,"


"Kok ada sih anak kek dia,"


"Jadi kasihan sama orangtuanya,"


"Bu Lia sabar banget sih,"


"Tuh kan Gal, kamu lihat sendiri gimana sikap Vio, bahkan sama orang tuanya sendiri aja kek gitu sikapnya," ujar Sella.


"Itu beneran nggak sih?" tanya Dina bingung.


"Kok gue nggak percaya ya?" tanya Justin.


"Gue juga agak ragu," timpal Fahri.


"Kalo Vio suka hamburin uang, kenapa kalo berangkat sekolah dia selalu naik taksi dan gue lihat dia bukan tipe anak yang suka buang-buang duit," ujar Dina.


"Itu udah ada buktinya Din," sahut Sella.


Sementara itu, Galen masih diam tanpa berniat menanggapi ucapan mereka. Ia masih bergulat dengan pemikirannya sendiri.


"Kenapa jadi gitu?" gumam Citra yang tidak terima karena Vio dicemooh banyak orang.


"Mereka pasti udah rencanain itu semua," ujar Daffa.


"Kurang ajar!" ucap Vian kesal, yang langsung beranjak dari sana.


"Eh, mau kemana Vian?" tanya Citra khawatir, karena Vian langsung pergi, entah menuju kemana.


"Gimana dong Daff, gue takut Vian akan ngelakuin hal yang nggak-nggak dan itu justru buat Vio makin terancam," ucap Citra cemas.


"Lo tenang aja Cit, gue yakin Vian nggak akan ngelakuin hal yang aneh-aneh," sahut Daffa.