Violetta

Violetta
Bab 31



Saat Vio keluar dari rumah, ia terkejut melihat Galen yang sudah berada didepan pintu. Bahkan cowok itu nampak gugup saat melihat Vio.


Vio hanya menatap datar Galen, kemudian ia melanjutkan langkahnya tanpa berkata apapun kepada cowok itu.


"Mau kemana?" tanya Galen seraya mencekal pergelangan tangan Vio.


"Bukan urusan lo!" ketus Vio seraya melepaskan tangan Galen dari pergelangan tangannya.


"Gue lihat semuanya," ucap Galen yang membuat Vio menghentikan langkahnya.


"Huft," Vio menghembuskan nafasnya kasar, kemudian berbalik menatap Galen.


"Gue harap lo nggak ikut campur masalah gue!" ucap Vio seraya menatap tajam Galen.


"Gue nggak mungkin diem aja lihat lo diperlakukan kek gitu Vi," ucap Galen.


"Tapi itu bukan urusan lo Gal!" bentak Vio.


"Gue nggak mau lo kenapa-kenapa," lirih Galen.


"Gue khawatir sama lo," sambung Galen.


"Apa untungnya buat lo khawatirin gue?" tanya Vio menatap tajam Galen, namun cowok itu hanya terdiam, sehingga Vio langsung pergi dari hadapan cowok itu.


Vio terus berjalan tanpa menghiraukan Galen yang masih terdiam ditempat.


Pikirannya begitu kacau saat ini, sehingga ia memutuskan untuk pergi menuju rumah pohon, tampar dimana ia bisa menenangkan pikirannya.


Sesampainya disana, ia segera menaiki tangga pada pohon tersebut, kemudian ia mendudukkan dirinya disana.


"Gue capek! Gue capek dengan semuanya! Andai aja lo inget gue Gal, mungkin lo bisa bantu gue buat hadapin semua masalah gue kek dulu," lirih Vio seraya menegaskan air matanya.


"Bunda, Letta kangen! Kenapa Bunda pergi nggak ajak Letta?" ucap Vio lirih.


...****************...


"Sial! Kenapa Vio perginya cepet banget?" ucap Galen seraya mencari keberadaan Vio.


"Bodoh! Kenapa tadi gue diem aja waktu Vio ngomong kek gitu?" sambung Galen merutuki kebodohannya.


"Hallo Gal," sapa seseorang dari seberang sana.


"Hallo Jus, gue mau lo sama Fahri kesini sekarang!" titah Galen saat panggilan pada ponselnya sudah terhubung dengan Justin.


"Kemana?" tanya Justin bingung.


"Gue udah sharelock, lo cepetan kesini!"


Tut!


Galen mematikan sambungan teleponnya secara sepihak, bahkan sebelum Justin membalas ucapannya.


Setelah beberapa menit akhirnya Justin datang bersama dengan Fahrienggunakan taksi.


Mereka bahkan bingung kenapa Galen menyuruh mereka kesana, karena Galen sekarang sedang berdiri didepan rumah mewah miliki seseorang.


"Lo ngapain nyuruh kita kesini?" tanya Justin bingung.


"Dan itu rumah siapa?" tanya Fahri.


"Rumah Vio," sahut Galen apa adanya.


"What? Jadi itu rumah Vio?" tanya Justin tak percaya.


"Emang bener-bener anak sultan dia, rumahnya aja kek istana begitu," timpal Fahri.


"Terus lo ngapain disini Gal?" tanya Justin bingung.


"Nanti gue jelasin, sekarang kalian ikut gue cari Vio," titah Galen yang langsung memasuki mobilnya diikuti oleh kedua sahabatnya.


...****************...


Sementara disisi lain, dua orang gadis tengah duduk diruang tamu seraya memainkan ponselnya mereka masing-masing.


"Sel, apa lo nggak bisa buka hati lo buat maafin Vio?" tanya Dina hati-hati.


"Nggak," sahut Sella singkat.


"Tapi dia udah ikhlasin lo sama Galen Sell, dia bilang sendiri kan kalo dia akan kubur semua perasaannya hanya demi lo, biar lo bahagia," ujar Dina yang berusaha membujuk Sella.


"Udahlah Din, lo kenapa ngomongin Vio terus sih? Gue bosen dengernya," kesal Sella.


Saat ini mereka berdua memang tengah berada di rumah Sella. Dina berniat akan membujuk Sella agar gadis itu mau memaafkan Vio, namun sepertinya hal itu akan sangat sulit.


"Hallo Gal,"


"Hallo Sell, kenapa?"


"Bisa ketemu sekarang?"


"Maaf Sell, kayaknya nggak bisa deh,"


"Aku lagi ada urusan, jadi lain kali aja ya,"


"Tapi Gal, aku maunya sekarang,"


"Sell, kalo sekarang nggak bisa,"


"Emang kamu sibuk ngapain sih?"


"Aku lagi ada urusan sama Justin, sama Fahri juga,"


"Oh, oke,"


"Bye Sell,"


Panggilan dimatikan dari seberang sana. Sella langsung melempar ponselnya karena kesal.


"Lo lihat sendiri kan Din, Galen sekarang nggak pernah perhatiin gue," ujar Sella kesal.


"Tapikan Galen tadi bilang kalo dia ada urusan sama Justin dan Fahri Sell,"


"Gue yakin dia cuekin gue karena Vio,"


"Vio bukan cewek kek gitu kali Sell,"


...****************...


Tut!


Galen mematikan sambungan teleponnya secara sepihak dengan Sella. Hal itupun tak luput dari Justin dan Fahri.


"Lo nolak ajakan pacar lo?" tanya Justin.


"Sekarang ada yang lebih penting dari itu Jus," sahut Galen.


"Apaan yang lebih penting dari tanya Fahri bingung.


"Vio," sahut Galen yang membuat Justin dan Fahri terkejut.


"Jadi lo lebih mentingin Vio daripada Sella?" tanya Justin bingung.


"Lo suka sama dia?" tanya Fahri curiga.


"Bukan itu, tadi waktu gue habis nganterin Sella pulang, gue niatnya mau mampir kerumah Vio-"


"Ngapain lo mampir ke rumah Vio?" tanya Fahri curiga.


"Atau jangan-jangan, lo mulai suka sama dia? Hayo, ngaku lo!" titah Justin.


"Gue belum selesai ngomong dodol!" kesal Galen.


"Ok, lanjutin," titah Justin.


"Jadi waktu gue sampai didepan pintu, gue ragu-ragu nih mau ketuk pintu-"


"Itu pasti karena lo gugup mau ketemu Vio," ucap Justin.


"Jus, gue belum selesai ngomong," tegur Galen lagi.


"Lanjut Gal!" titah Fahri.


"Gue denger kek ada suara ribut-ribut dari dalem rumah, akhirnya gue ngintip lewat jendela, dan kalian tahu nggak?" tanya Galen.


"Ya nggak tahu lah, orang kita nggak disana," sahut Fahri.


"Ternyata selama ini Vio itu nggak sekuat yang kita lihat, dia...,"


Galen menjelaskan semua yang ia lihat dan ia dengar saat dirumah Vio. Justin dan Fahri bahkan merasa tidak percaya dengan apa yang Galen katakan.


"Jadi sekarang Vio kemana?" tanya Justin.


"Gue nggak tahu, dia pergi dari rumah gitu aja, itu sebabnya gue suruh kalian kesini biar bisa bantu gue cariin dia," sahut Galen.


"Dan ada satu hal lagi yang buat gue terkejut," ujar Galen.


"Apaan?" tanya Justin seraya mengerutkan keningnya.


"Ternyata Vian itu kakak tirinya Vio, gue juga denger itu tadi," ujar Galen yang membuat Justin dan Fahri melongo.


"Hah?"


"Masa sih?" tanya Fahri tak percaya.


"Tapi gue nggak tahu apa yang gue denger itu bener atau nggak, yang pasti gue cuma khawatir sama kondisi Vio sekarang," ujar Galen.


"Tapi masa ada orang tua yang kek gitu sama anaknya sendiri sih?" gumam Justin.


"Kasihan juga Vio, kalo emang yang lo denger itu beneran," ujar Fahri.