Violetta

Violetta
Bab 29



Saat ini mereka tengah berada di kantin. Dina dan Sella sudah pergi ke kantin duluan, dan tidak mengajak Vio. Ia tahu persis jika kedua sahabatnya ikut menjauhinya.


"Vio, sini!" ajak Citra yang kini tengah duduk bersama dengan Vian dan juga Daffa.


Vio mendekat kearah mereka dan mendudukkan dirinya disamping Daffa.


"Lo nggak papa kan Vi?" tanya Vian khawatir.


"Gue nggak papa," sahut Vio seraya tersenyum simpul.


"Gue penasaran siapa yang nyebarin foto dan video itu," celetuk Citra.


"Gue akan cari tahu sampe ketemu pelakunya," ucap Vian.


"Gue rasa pelakunya itu orang yang dekat dengan Vio," ucap Daffa.


"Maksud lo?" tanya Vian bingung.


"Coba kalian pikir, foto itu tepat didepan pintu rumah Vio. Kalau cuma orang lewat dan nggak sengaja liat terus divideoin, itu nggak mungkin, secara jarak pintu rumah ke gerbang depan lumayan jauh, dan itupun ketutup sama tanaman," ucap Daffa berusaha menjelaskan.


"Gue paham, jadi maksud lo itu, si pelaku pasti mau ke rumah Vio dan nggak sengaja lihat kejadian itu, terus dia rekam, gitu kan?" tanya Citra memastikan.


"Dan orang yang ke rumah Vio itu, pasti lumayan dekat dengan Vio, atau bahkan sangat dekat, kan nggak mungkin orang lain tiba-tiba dateng ke rumah Vio," ujar Vian.


"Jangan-jangan," Citra menggantungkan ucapannya.


"Apaan?" tanya Vian bingung.


"Gue bukannya nuduh loh pendapat gue," ya, ini cuma


"Jangan-jangan dia itu salah satu sahabat Vio lagi," sambung Citra.


"Udahlah, gue nggak papa kok," sahut Vio.


"Nggak papa gimana Vi? Dia itu udah ngerusak nama baik lo!" sahut Vian.


"Gue nggak mau kalian nuduh Dina ataupun Sella," ujar Vio lirih.


"Kita nggak akan nuduh mereka Vi, kita cuma akan cari tau siapa pelakunya, kalo emang pelakunya salah satu diantara mereka, gue nggak akan kasih maaf buat mereka!" ujar Vian yang sudah mulai emosi.


"Lo sabar dulu, kita cari tahu sama-sama," ujar Daffa mencoba menenangkan Vian.


"Sabar ya Vi, gue akan selalu ada buat lo," ucap Citra seraya tersenyum lebar.


"Thanks,"


Mereka melanjutkan dengan mengobrol dan memesan banyak makanan. Vio nampak lebih bahagia jika bersama dengan mereka, bahkan di meja seberang, Galen nampak beberapa kali menatap kearah Vio dan memperhatikan gadis itu.


"Sejak kapan Citra gabung sama mereka?" tanya Justin menatap meja yang Vio tempati.


"Dia kan pacarnya Vian," sahut Galen.


"Serius lo? Gue pikir Vian suka sama Vio," ujar Dina


"Kok lo tahu sih Gal?" tanya Fahri.


"G-gue, gue denger dari gosip," sahut Galen berbohong.


"Ternyata lo suka gosip juga Gal, nggak nyangka gue," ujar Justin.


"Gue nggak gosip, gue cuma denger!" ujar* Galen.


"Kasihan juga Vio, semua orang jadi jauhi dia dan udah pasti dia akan jadi bahan ej anak-anak," ucap Fahri.


"Kalo gue jadi sahabatnya sih, gue akan dukung dia, bukan malah ikutan jauhin d sahut Justin yang juga menyindir Dina da Sella.


"Lo nyindir kita?" protes Dina.


"Gue nggak nyindir ya, tapi kalo lo ngeras gitu, ya baguslah," sahut Justin.


"Tapi aku nggak mau kena masalah gara-gara deket dia Gal," ujar Sella.


"Dia juga sahabat kalian Sell,"


"Kenapa sih kamu belain Vio terus?" tanya Sella kesal.


"Gue nggak akan biarin lo menang Vi, kenapa sih Galen, Justin dan Fahri nggak terpengaruh sama sekali sama berita tentang lo?" batin Sella kesal.


...****************...


Setelah beredar berita tentang Vio dan Ibu tirinya yang belum usai masalahnya, kini beredar lagi foto Vio saat bersama dengan Galen di rooftop tadi pagi.


Disana tertuliskan kalimat 'Vio, selain anak durhaka, ternyata ia adalah seorang pelakor!'


Ting! Ting! Ting! Suara ponsel pengunjung kantin berbunyi secara bergantian, mereka melihat layar ponsel mereka masing-masing.


Vio membuka ponselnya saat ada pemberitahuan masuk, ia menatap ponselnya, yang menampilkan fotonya saat Galen mengikat tali sepatunya, juga saat Galen akan memasangkan dasi untuknya. Disana juga terdapat Video singkat saat Vio mengakui perasaannya terhadap Galen.


"Vi," lirih Citra.


"Jadi orang yang lo suka itu Galen Ketos kita?" tanya Vian yang terkejut bukan main.


"Siapa sih kesal. yang udah nyebarin ini?" tanya Citra


"Masalah yang tadi pagi aja belum selesai, ini udah ditambah panas aja," ucap Vian kesal.


"Vi, lo gimana?" tanya Daffa yang nampak khawatir.


"Gue nggak papa Daff," sahut Vio.


"Oh, jadi lo diem-diem suka sama Galen?" tanya Sella Vio. yang kini sudah berada didepan


"Gue nggak nyangka Vi, kalo lo itu udah nusuk gue dari belakang! Lo emang pantes buat dibenci sama semua orang!" sambung Sella seraya tersenyum miring.


Semua orang seketika menatap ke arah Sella dan Vio, banyak yang membela Sella karena mereka pikir, Vio sudah berusaha untuk menghancurkan hubungan Sella dengan Galen.


"Udahlah Sel, belum tentu Vio beneran suka sama Galen," lerai Dina.


Plak!


Suara tamparan menggema di kantin, Sella menampar Vio dengan kencang, sehingga membuat beberapa pengunjung kantin teriak histeris.


"Sell, lo itu apa-apan sih?" tanya Citra yang kesal melihat Sella menampar Vio.


"Oh, jadi lo itu sahabat barunya Vio sekarang?" tanya Sella seraya tersenyum miring.


"Gue peringatin lo sekali lagi, jangan pernah deketin Galen!" ucap Sella dengan penuh penekanan disetiap kalimatnya.


"Stop Sell! Lo udah keterlaluan," ucap Galen angkat suara.


"Kok kamu jadi belain Vio sih Gal!? Harusnya kamu itu belain Aku," ujar Sella kesal.


"Rasa cinta terhadap seseorang itu wajar," ucap Daffa membela Vio.


"Jadi bener kalo Vio itu suka sama Galen?" tanya Sella.


"Kalo iya, kenapa? Masalah buat lo?" tanya Vio seraya tersenyum miring, karena ia sudah kesal selalu dipojokkan.


"Ya jelas masalah buat gue lah, gue kan pacarnya Galen," sewot Sella.


"Gue bilang stop Sell!" bentak Galen yang membuat Sella kesal.


"Kenapa sih kamu belain Vio terus Gal?" kesal Sella.


"Dia itu mau rebut kamu dari aku," sambung Sella..