VERY BEAUTYFUL

VERY BEAUTYFUL
breaving



Malam hari angel dan rekannya yang lain berkumpul di aula depan villa. angel berjalan beriringan dengan reyhan,sementara nada dengan yang lainnya berjalan di belakang angel.


sesampainya mereka sampai di tempat breaving,mereka semua di persilahkan duduk oleh mrs. dona.


"silahkan duduk." ucap mra. dona


reyhan duduk di samping angel. david di samping nada dan bela dengan gita.


clarista menatap angel tidak suka.


"yaudah mrs. kita mulai aja breavingnya biar cepat kelar." ucap clarista.


mrs. dona mengangguk,kemudian mra. dona memberi mereka pengarahan begitu juga dengan clarista,ia sebagai senior harus memberikan contoh yang baik dan bernar sesuai aturan peemodelan.


"kalian faham maksut saya kan?" tanya clarista kepada semuanya yang ada disana.


mereka semua mengangguk tanda bahwa mereka semua faham.


"yaudah kalau begitu sampai segitu dulu ya, saya suda siapin kalian makan malam. nanti kita makan malam bersama disini." ucap mrs dona.


kini makanan sudah datang. angel dan yang lainnya dipersilahkan untuk makan. sejak dari tadi awal angel datang,clarista terus memeperhatikan reyhan.


namun reyhan yang di tatap selalu cuek tanpa memperdulikan clarista.


"setelah ini kita bisa latian ya." ucap clarista sambil makan.


mereka semua menoleh kearah clarista. yang benar saja besok sebelum pemotretan kan bisa kenapa harus malam juga,menyebalkan sekali batin mereka.


"apa nggk sebaiknya besok aja kak?" ucap bela agak keberatan.


"bukankah persiapan yang maksimal diperlukan ya,saya hanya mau kalian tampil secara maksimal." ucap clarista.


mereka semua menghela nafasnya,tak apa ini semua juga demi karir mereka.


setelah mereka selesai makan,sesuai rencana. mereka akan melakukan latihan malam ini,mereka bersiap. mulai dari belajar jalan dan yang lain sebagainya.


walaupun mereka sudah menjadi model,tetap harus latihan lagi biar semuanya tetap berjalan maksimal.


"eh siapa nama kamu." panggil clarista sambil menunjuk angel.


angel menunjuk dirinya sendiri seakan bertanya."saya?"


clarista menganggukkan kepalanya.


"saya angel." ucap angel.


"oh iya angel. jalan kamu kecepetan dikit ya,agak di slowmo dikit aja." koreksi clarista.


angel mulai berjalan lagi. "enggak gitu juga,slow bukan berarti slow banget gitu lah. gini kok minta latihan besok aja,baru latihan jalan aja udah nggak becus." ucap clarista sambil memandang angel penuh kebencian.


angel mencoba bersabar dengan ucapan clarista.


"oke lanjut kak. jadi saya kurang cepat dikit ya?oke mulai." ucap angel.


angel mencoba lagi memperbaiki kesalahannya.


clarista memperhatikan angel secara detail. "nggak usah sok gaya gitu juga kalik. biasa aja gitu lo nggak usah lengkak lengkok gitu badannya,lo tuh dari tadi salah terus nggak mau coba kek belajar. banyak gaya banget." omel clarista.


angel sudah bolak balik namun ia terus saja salah dimata clarista. perasaan ia sudah seperti apa yang gurunta ajarkan tetapi masih saja salah di mata clarista. clarista selalu mencari kesalahan angel. "yaudah kak. saya minta waktu istirahat sebentar." ucap angel.


"belajar aja belum bener udah mau minta istirahat. nggak sekalian minta resign aja." sindir clarista.


kini kesabaran angel sudah habis. ia berusaha menjadi apa yang clarista mau,ia sudah belajar memperbaiki kesalahannya tetapi masih saja di hujat oleh clarista.


"sebelumnya saya minta maaf sama kakak,tolong jangan bawa masalah pribadi dengan pekerjaan ya kak. bukannya apa-apa tetapi disini saya sudah berusaha mengikuti ajaran dari kak clarista. namun entah kenapa felling saya mengatakan bahwa apa yang saya perankan selalu salah dimata kakak." ucap angel kepada clarista.


clarista diam tanpa menjawab ucapan angel.


angel berjalan kearah tempat duduk di samping area taman tersebut. angel mengibaskan tangannya berharap ada angin yang mampu menyapu wajahnya yang sudah bawah karena keringat.


tiba-tiba benda dingin menempel sempurna di pipi angel. ketika angel melihat kearah atas tenyata reyhan pelakunya.


angel segera mengambil minuman dingin tersebut,lalu meneguknya hingga tandas.


reyhan melihat setiap pergerakan angel. disana reyhan melihat wajah angel kesal. "kamu okay?" tanya rreyhan tiba-tiba.


angel mengangguk kemudian menyapu wajahnya dengan tangannya.


reyhan sengan sigap mengambil menurunkan tangan angel. kemudian reyhan mengelap keringat angel dengan sapu tangan miliknya.


"nggak biasanya latihan jalan aja sampai keringetan gini." gumam reyhan.


"aku capek." ucap angel menatap reyhan sambil berkaca-kaca.


"hey.. nggak biasanya kamu kayak gini,biasanya kamu nggak pernah tuh ngeluh ke aku." ucap reyhan sambil memegang kedua pipi angel.


"yaudah aku lanjut dulu,nanti ketemu lagi di kamar." ucap angel sambil menyingkirkan tangan reyhan dari pipinya.


"semangat sayang." ucap reyhan.


hanya di balas anggukan oleh angel.


kemudian angel kembali bergabung dengan claeista dan yang lainnya.


baru saja angel sampai di depan clarista sudah di sindir oleh clarista.


"enak banget dikasik waktu buat istirahat malah asik pacaran. enak banget,padahal kita harus progesional kalau di tempat kerja." ucap clarista menyindir angel.


nada dan yang lainnya geleng-geleng mendengar ucapan clarista. angel yang merasa panas pun hendak menyabut ucapan clarista namun buru-buru nada mencegah angel. nada menggelengkan kepalanya sambil memegang lengan angel.


"yaudah yuk lanjut lagi. kasian kalau kemaleman,nanti nggak bisa dong pacaran." ucap clarista masih menyindir angel.


angel mengelus dadanya. sabar angel sabar ini ujian batin angel dalam hati.


setelah itu mereka semua berlatih lagi,walaupun clarista masih terus mencari kesalahan angel. tetapi hal tersebut tidak menyurutkan niat angel untuk terus berlatih.


sementara di tempat lain. reyhan,david dan adam sedang belajar fotografer. adam adalah fotografer senior yang sangat mahir,walaupun reyhan dan david mahir tetapi ia masih kalah dengan adam.


"jadi gitu bro,sebenarnya tergantung sama cahaya aja sih sama kita cari objeknya." ucap adam.


"kalau gue pribadi emang gabisa cari objek yang pas. gue lebih mahirnya dalam kefokusan aja sih sebenarnya. editing aja zong " ucap david.


"editing ada bagiannya sendiri,tetapi kalau kita bisa editing kenapa nggak kita aja mayan komisinya nambah. kita juga bisa tuh bro manfaatin cahaya buat editing." ucap adam.


reyhan yang dari tadi diam kini ikut berbicara. "iya biasanya gue kalau males ngedit ya pakai cahaya aja,dari pantulan cahaya biasanya kamera udah otomatis ngefilter sendiri. walaupun itu filternya nggak se perfect editing sih. cuma lumayan membantu." sahut reyhan.


"nah rey bener. btw kok lo paham banget fotografi? lulusan lama?" tanya adam penasaran.


"sekitar 2 tahun yang lalu. gue sebenarnya nggak jurusan gue fotografer ini. tapi ya gue bisa lah dikit berkat brlajar." ucap reyhan.


adam semakin tertarik dengan pembicaraan rey. menurut adam rey sangat bisa dan sinkron jika di ajak berbicara. "btw kalau boleh tau lo lebih mahir di bidang apa? eh buanya gimana-gimana nih bro. gue cuma kepo aja gitu,lo sekarang kan terjun di dunia fotografi mana mungkin lo nggak dari sekolah forografi." jelas adam.


"jadi gini,gue dulu kuliah lebih fokusnya ke bisnis. tapi di kampus gue ada tuh forgrafi,dari sana gue sering banget merhatiin. awalnya cuma iseng,setelah gue telatenin dan dalami gue jadi agak tertarik lah dengan fotografi." ucap reyhan.


"iya jadi rey kerja di kantor sebenarnya yang lebih inti,kalau fotografer cuma selingan aja. tapi dia juga nggak di kontrak disini doang." ucap david.


reyhan merasa tidak enak david menceritakan tentang dirinya. "enggak gitu juga bro. nggak usah percaya david,gue cuma bantu bokap gue aja sebenarnya. dan yah gue mencoba menekuni dunia fotografi,kita kan nggak tau kedepannya jadi apa terus gimana ? kita nggak tau setidaknya kita belajar dan mempunyai bekal ilmu.


siapa tau beberapa bulan atau tahun kedepan kita butuhin kan?" ucap reyhan.


adam benar-benar salut dengan pemikiran reyhan. ia sangat dewasa dan bijak sana,tidak banyak bicara namun ketika sekali berbicara ada benarnya semua.