VERY BEAUTYFUL

VERY BEAUTYFUL
Reyhan kemana???



Brakkk...


Semua orang yang ada di meja makan terkejud mendengar Reyhan menggebrak meja.


"Apa-apaan kamu ini! Dimana sopan santun kamu Reyhan?" Tanya sang papah emosi.


Reyhan masih diam seribu bahasa,ia sama sekali tidak peduli dengan bentakan papahnya. Yang ada di pikiran Reyhan sekarang hanyalah rasa sakit hari Reyhan terhadap papahnya yang begitu saja meminta izin untuk menikah lagi. Apakah papah sudah tidak menyayangi mamahnya lagi?


Yesha ikut marah melihat sikap Reyhan yang sangat tidak sopan apalagi ada tamu disini. "Reyhan! Kamu ini kenapa sih? Kamu tau ada tamu kenapa malah gebrak meja sesuka hati kamu hah?" Tanya Yesha kesal.


Reyhan sudah muak dengan drama di ruang makan ini,Reyhan memilih untuk mengabaikan pertanyaan papah dan kakaknya. Ia memilih untuk pergi keluar.


"REYHAN..!! MAU KEMANA KAMU?" Tanya papah Reyhan emosi.


Anita mengelus punggung Rohid pelan,mencoba menenangkannya.


"Tante maafin Reyhan ya,nggak biasanya anak itu seperti itu!" Ucap Yesha tidak enak hati dengan Anita.


Anita mengangguk ramah. Setidaknya ada satu anak Rohid yang suka terhadapnya,Anita memaklumi kalau Reyhan bersikap seperti itu dengannya. Mungkin Reyhan tidak mau jika sosok mamahnya akan di gantikan dengan orang lain.


"Gapapa kok sayang. Tante ngerti!" Ucap Anita lembut.


"Seperti seorang remaja yang tidak berpendidikan. Kekanakan sekali sifat adikmu itu." Ucap Rohid kepada Yesha.


Yesha menghela nafasnya pelan. "Papah tenang aja nanti biar Yesha yang bicara sama Reyhan." Ucap Yesha kepada papahnya.


"Nanti kalau Reyhan tidak suka sama aku gimana mas?" Tanya Anita risau.


Yesha menggenggam tangan Anita. "Tante tenang aja,Reyhan kalau sama aku nurut kok! Nanti biar Yesha coba kasih pengertian sama Ryehan." Ucap Yesha menenangkan.


Anita tersenyum tulus kepada Yesha. "Terima kasih ya sayang kamu udah mau terima tante!"


"Sama-sama tante,Yesha udah lama banget merindukan kasih sayang seorang ibu. Yesha yakin tante orang baik,bukan berarti Yesha lupa dengan mamah bukan. Yesha dan tante punya tempat sendiri di hati Yesha! Apa pun yang membuat papah bahagia pasti Yesha dukung kok."


Kemudian Anita berjalan mendekati Yesha dan memeluknya erat.


Pelukan yang sekian lama tidak Yesha dapatkan,kini kembali hangat. Yesha berjanji bahwa ia akan membujuk Reyhan agar ia mau menerima tante Anita. Menyakinkan Reyhan bahwa tante Anita adalah orang yang baik.


Rohid terharu melihat interaksi keduanya,ia teringat akan sosok sang istri yang sudah 3 tahun meninggalkannya.


.


.


.


.


Setelah Yesha,Rohid dan Anita selesai makan,mereka bertiga berkumpul di ruang tengah.


"Kamu berapa lama disini?" Tanya Rohid kepada Yesha.


Yesha menoleh kearah sang papah. "Kayaknya agak lama deh pah,lagian aku juga nggak ada kerjaan di sana."


Anita ikut penasaran dengan topik pembicaraan antara anak dan papah tersebut. "Memangnya sebelumnya kamu tinggal dimana sayang?"


"Di surabaya te!" Jawab Yesha ramah.


Anita tersenyum ramah sambil menggenggam tangan Yesha. "Jangan panggil tante dong sayang! Panggil bunda aja ya!" Pinta Anita.


Yesha tersenyum." Iya bund."


"Gimana tentang Reyhan Yes? Papah takut kalau Reyhan kenapa-kenapa soalnya dia keluar dalam keadaan emosi tadi!" Ucap Rohid khawatir.


Yesha baru ingat jika hampir satu jam Reyhan belum juga kembali. "Sebentar ya pah,Yesha coba hubungi Angel siapa tau Reyhan kesana!" Ucap Yesha sambil beranjak pamit.


Yesha melenggang menjauh dari ruang keluarga ia baru ingat bahwa dirinya tidak memiliki nomor Angel untuk ia hubungi.


"Kan aku nggak punya nomor Angel. Terus aku hubungin siapa?" Gumam Yesha.


Yesha mencoba berfikir sejenak berharap otaknya mampu bisa di ajak bekerja sama mencari nomor siapa yang bisa ia hubungin.


"Apa aku cari aja rumah Angel ya? Cari aja deh pasti di sekitar sini juga kok." Ucap Yesha kemudian menghampiri papahnya lagi untuk meminta izin.


Saat Yesha sampai di ruang tengah Rohid sudah menyerangnya beberapa pertanyaan.


"Gimana Reyhan kemana katanya?" Tanya Rohid panik.


Yesha menggelengkan kepalanya. "Nggak aktif pah,Yesha nggak punya nomor Angel juga. Rencananya Angel mau kerumah Angel,tapi Yesha gatau rumahnya!" Jawab Yesha bingung.


Rohid memijat pelipisnya sembari mendudukkan diri di sofa. "Kemana Reyhan. Papah juga nggak tau rumah Angel Yes!" Ucap Rohid sedih.


Yesha mencoba menenangkan papahnya walaupun sebenarnya ia juga tidak tau harus bagaimana.


"Papah tenang aja Reyhan akan baik-baik saja kok! Kalau begitu Yesha pamit dulu pah! Bund!" Ucap Yesha pamit.


***


Sementara di tempat lain Angel baru saja selesai mandi,Angel berniat pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan.


"Dek ikut kakak yuk!" Ajak Angel kepada Amanda yang kini sedang asik menonton dengan laptopnya.


Amanda mendongakkan kepalanya menghadap sang kakak. "Kemana kak?"


"Ke supermarket beli bahan makanan. Tadi kakak mau masak tetapi stok bahan makanan di kulkas habis!"


Amanda mengangguk kemudian ia berganti pakaian.


Setelah Amanda selesai berganti pakaian,Angel dan Amanda berjalan kaki menuju supermarket. Kebetulan supermarket dengan rumah Angel sangat dekat,jadi mereka tidak perlu waktu lama untuk sampai di supermarket.


Saat Angel hendak membuka pintu supermarket tiba-tiba ada seseorang di balik pintu tersebut memegang gagang pintu hendak membukanya.


Angel membiarkan orang tersebut membuka.


"Loh kak Yesha?" Pekik Angel saat seseorang tersebut berhasil keluar dari supermarket.


Yesha terkejut mendengar teriakan Angel. "Kamu Angel?" Tanya Yesha.


Angel menganggukkan kepalanya. "Bagaimana kabar kakak?" Tanya Angel kepada Yesha.


"Alhamdulilah baik.. kebetulan sekali kakak bertemu kamu disini." Ucap Yesha senang.


Angel menautkan kedua alisnya. "Emangnya ada perlu apa kak?"


Yesha mengajak Angel untuk duduk di kursi yang di sediakan di depan supermarket.


"Reyhan tidak ada di tempat kamu?" Tanya Yesha to the point.


Angel menggelengkan kepalanya. "Nggak ada kerumah tuh kak. Emang Reyhan kemana?" Tanya Angel penasaran.


Yesha menghela nafas. "Kemana anak itu?" Gumam Yehsa.


Angel menggenggam tangan Yesha. "Sebenarnya ada apa kak? Kakak bisa cerita sama Angel!" Ucap Angel mencoba setenang mungkin.


Yesha menceritakan semua permasalahan dari awal hingga akhir.


"Jadi begitu ceritanya! Reyhan kakak hubungin aja tidak aktif!" Jawab Yesha sedih.


"Di apartemennya udah?" Tanya Angel kepada Yesha.


Biasanya Reyhan kalau sedih atau sedang ada masalah pasti larinya ke apartemen pribadinya.


"Nggak ada juga ngel! Kakak harus gimana? Kakak takut!" Ucap Yesha hampir meneteskan air matanya.


Angel mengusap pelan punggung Yesha.


"Angel akan ikut kakak untuk mencari Reyhan!"


Kemudian Angel dan Yesha memilih untuk mencari Reyhan sekarang juga,Angel tidak jadi belanja. Sedangkan Amanda ikut menemani sang kakak mencari Reyhan.


Bersambung...