
Reyhan membanting setirnya dengan kasar.
"Akhhhhh sial."
Reyhan melihat angel semakin jauh,ia segera keluar dari mobil untuk mengejar angel. Bagaimana pun angel adalah tanggung jawabnya.
"Angel!" Panggil reyhan keras.
Reyhan beberapa kali memanggil angel namun tidak ada sahutan sama angel. Angel terus berjalan cepat sambil menangis.
Reyhan berlari mengejar angel,tidak peduli menjadi pusat perhatian orang lewat. Yang terpenting adalah angel berhasil ia gapai.
Dengan gerakan cepat reyhan berhasil menggapai tangan angel kemudian memeluknya dari belakang.
"Angel maafin aku" gumam reyhan sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher angel.
Sementara angel masih setia dalam diamnya. Ia menangis sesegukan.
Reyhan terus meminta maaf kepada angel."Maafin aku." Ucap reyhan lagi.
"Kamu jahat. Hiks"
Reyhan melepas pelukannanya kemudian membalikj
an badan angel agar menghadapnya.
Dipandangnya wajah cantik angel yang kini basah karena air mata. Hidup yang merah karena menangis.
Reyhan mengusap lembut pipi angel. "Maafin aku,aku udah buat kamu nangis." Ucap reyhan tulus .
Kemudian reyhan membawa angel kedalam pelukannya. Angel menangis sesegukan di dalam dekapan reyhan.
Angel tidak bohong bahwa pelukan reyhan sangat berguna baginya. Karena pelukan reyhan lah yang mampu menenangkan hatinya,ia tidak peduli bahwa reyhan menyakiti hatinya.
Reyhan memeluk angel dengan erat ia tidak peduli kaos yang ia kenakan akan basah karena air mata angel. "Menangis lah hingga kamu tenang sayang." Gumam reyhan pelan.
.
.
.
Angel melepas pelukan reyhan sambil mengusap air matanya.
"Udah?" Tanya reyhan kepada angel
Angel hanya mengangguk menjawab pertanyaan reyhan.
Reyhan kembali meraih tangan angel kemudian menggenggamnya. "Kamu kenapa? Maafin aku kalau aku ada salah. Sampai buat kamu nangis kayak gini." Ucap reyhan tulus.
Angel masih diam.
"Maaf karena aku menaikan nada tinggi tadi."
Angel menatap reyhan sambil berkaca-kaca. "Kamu deket banget sama clarista. Kamu habis ngapain aja sama dia?" Tanya angel begitu saja.
Sontak reyhan menautkan kedua alisnya. "Makaut kamu apa? Aku nggak ngapa-ngapain sama dia" ucap reyhan.
"Bener?" Tanya angel lagi.
Reyhan mengangguk.
"Kenapa kamu foto sama dia mesra banget? Terus kamu kapan kehotel sama dia?" Tanya angel sambil berkaca-kaca.
Reyhan tersenyum kecut kepada angel. "Ke hotel apaan sih yang ngaco kamu."
"Jujur yang aku gamau kamu bohongin aku. Aku gamau di bohongin,kalau kamu udah ga sayang aku bilang aja nggak usah kamu tutupin. Lebih baik aku dengar dari kamu sendiri dari pada dengar dari orang lain." Ucap angel sambil meneteskan air matanya.
Reyhan mengehela nafas. "Sini biar aku jelasin. Pertama aku emang foto sama dia,dia yang minta. Kedua aku nggak ke hotel yang. Kamu dapat info dari mana sih ngadi-ngadi."
Angel memalingkan wajahnya sambil melepas genggaman reyhan. "Kamu jangan bohong. Aku punya buktinya,di foto beneran kamu kok aku masak nggak bisa bedain mana kamu mana orang lain sih yang. Itu jelas-jelas kamu aku tau persis gimana kamu." Ucap angel.
"Mana buktinya biar aku yang lihat." Ucap reyhan kepada angel.
Angel merogoh ponselnya dari saku jaketnya kemudian memberikannya kepada reyhan..
Begitu reyhan menerima ponsel angel,ia melihat foto yang angel maksut. Dan benar itu memang dia,tetapi angel salah faham disini.
"Ini bukan di hotel yang ini di villa" ucap reyhan.
Angel membalikan badannya. "Nah bener kan itu kamu,terus kamu ngapain di villa sama dia,kapan kok aku gatau kamu kesana?" Tanya angel lagi.
Angel diam.
Kemudian reyhan menceritakan kejadian yang sesungguhnya.
Flash back on.
Malam itu sekitar pukul 21.00 malam reyhan datang ke kamar villa adzam. Pada saat itu angel sudah tertidur setelah dari rumah sakit mengantar nada.
Saat reyhan baru ikut merebahkan tubuhnya di samping angel,tiba-tiba ponsel reyhan berbunyi.
Reyhan segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang tengah menghubunginya tengah malam. ketika reyhan lihat ternyata adzam mengirim pesan.
Isi pesan tersebut adalah adzam meminta reyhan untuk mengambil flashdisk di kamarnya.
Saat itu memang benar-benar adzam yang meminta.
Namun pada saat adzam sedang menunggu reyhan datang,perutnya terasa mulas.
"Awaaaa,mules banget. Aku ke kamar mandi dulu kali ya." Ucap adzam.sambil memegang perutnya.
Akhirnya adzam pergi ke kamar mandi. Namun saat adzam sedang berada di kamar mandi, clarista baru saja sampai di kamarnya.
Clarista segera berganti pakaian dan duduk selonjoran di sofa dekat ranjang.
Ketika clarista sedang asik dengan ponselnya tiba-tiba ada bel kamar berbunyi.
Ting.
"Siapa sih malam-malam ganggu banget." Gumam clarista sambil berjalan keaarah pintu kamar.
Saat pintu terbuka menampilkan sosok reyhan yang tengah berdiri di depan pintu kamar clarista.
Reyhan terkejud dengan kehadiran clarista begitu juga clarista. 'Pucuk di cinta ulampun tiba' batin clarista tersenyum.
"Kamu ngapain disini?" Tanya reyhan kepada clarista.
Clarista menautkan alisnya. "Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kepada kamu."
Reyhan membuka kembali ponselnya memastikan bahwa ia tidak salah kamar. Namun benar ini villa yang dikirinkan oleh adzam.
"Kamu satu kamar dengan adzam?" Tanya reyhan kepada clarista.
Clarista mengangguk. 'Ternyata dia mencari adzam. Kirain nyariin aku' batin clarista.
"Masuk aja dulu. Kayaknya adzam lagi di kamar mandi." Ucap clarista.
Reyhan menggelengkan kepalanya. "Aku tunggu disini saja." Ucap reyhan dingin.
Clarista mendengus pelan."gapapa masuk aja udah malem,bentar lagi paling selesai. Tenang aja aku nggak akan goda kamu" ucap clarista
Sementara Reyhan bergidik ngeru mendengar ucapan clarista.
Finally reyhan masuk kedalam kamar clarista. Reyhan memilih duduk di sofa,sementara clarista duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya.
Bukan memainkan medsos atau semacamnya. Justru clarista memanfaatkan kesempatan yang ada untuk memotret reyhan,dan mengirimkannya ke angel.
Kebetulan di grup ada nomor angel yang bisa ia hubungin. Sebenarnya clarista malas jika harus memencet nomor angel,tetapi karena misi membuat angel panas akhirnya terpaksa ia harus menghubungi angel.
Clsrista mengirim beberapa foto reyhan seoalah olah reyhan sedang bersamanya di hotel berdua saja. Clarista juga memvideokan ruangan yang hanya ada mereka berdua.
'Panas nggak lo? Selamat Berantem. Jangan lupa putus sekalian' batin clarista sambil tersenyum menyerigai.
Hampir 30 menit reyhan menunggu adzam kini adzam selesai dari kamar mandi. Begitu adzam keluar kamar mandi,reyhan langsung meminta flashdisk. Reyhan tidak betah lama-lama disini,ia mencium hawa hawa tidak enak disini.
"Gue bawa ya bro. Permisi" ucap reyhan ketika sampai di luar.
Adzam mengangguk kepada reyhan. "Maaf ya bro jadi ngerepotin kamu" ucap adzam kepada reyhan.
Setelah itu reyhan kembali lagi ke kamarnya..
Flash back off..
"Jadi gitu ceritanya. Aku mana ada ke hotel sama dia ngapain juga aku sama dia?" Jelas reyhan kepada angel.
Angel bingung harus menyikaponya bagaiaman disisi lain ia bahagi karena reyhan tidak benar-benar di hotel dengan clarista. Namun disisi lain ia juga tidak suka karena clarista memanfaatkan situasi hanya untuk membuat keduanya bertengkar.
Bersambung...