
Angel dan reyhan kini sudah berada di dalam mobilnya. Syifa hanya menurut kemana reyhan akan membawanya.
"Sayang kamu kabarin mamah kamu dulu ya takutnya nyariin atau gimana." Pinta reyhan kepada angel.
"Udah kok kamu tenang aja."
Selama perjalanan tidak ada pembicaraaan sama sekali di antara mereka,reyhan sibuk dengan menyetir mobilnya sedangkan angel sibuk melamun menikmati pemandangan sekeliling jalan.
"Kamu kalau ngantuk boleh tidur dulu,nanti aku bangunin kok." Pinta reyhan.
"Enggak deh yang,aku temenin kamu aja."
30 menit mereka perjalanan. Kini mereka sudah sampai di tempat tujuan. Angel mengikuti reyhan turun dari mobil setelah reyhan membukakan pintu mobil tersebut.
Angel berjalan mengikuti reyhan dari belakang. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah bunga-bunga indah.
"Wahh cantik banget." Ucap angel menunjuk bunga mawar berwarna merah.
Sontak reyhan menoleh kearah yang di tunjuk angel. "Mawar?" Tanya reyhan kepada angel.
Kemudian angel mengangguk.
"Udah yuk,cari tempat duduk kita makan."
"Hah? Makan apaa?" Tanya angel heran pasalnya ini di taman bukan di restoran.
"Ya sesuka kamu lah." Jawab reyhan sambil menarik tangan angel yang masih diam di tempat.
Setelah mereka sampai di tempat tujuan mereka,angel di buat kagum lagi. Ternyata ini cafe outdor yang didesain sedemikian rupa menyerupai taman.
Pandangan mereka jatuh kepada bangku bawah pohon dekat danau buatan.
"Kesana yuk." Ajak reyhan sambil menunjuk bangku tersebut.
"Ayukk."
Mereka berdua duduk di bangku tersebut. Telebih dahulu reyhan memesan minuman dan makanan untuk angel. Setelah reyhan memesan selang beberapa menit waiters datang dengan membawa pesanan mereka.
"Selamat menikmati kakak." Ucap waiters tersebut.
"Iya terima kasih." Ucap reyhan dan angel.
"Makan sayang." Ucap reyhan.
Setelah mereka berdua menghabiskan makanannya,barulah mereka bersantai sejenak mengistirahatkan otak mereka setelah seharian bekerja.
"Sebenarnya kenapa kamu ngajak aku kesini yang? Nggak biasanya banget soalnya. Kamu kan biasanya habis pemotretan langsung ke kantor papah." Ucap angel. Angel dari awal pacaran dengan reyhan sudah memanggil papah reyhan dengan sebutan papah seperti reyhan ketika memanggil papahnya.
"Ya gapapa sih yang pengen aja. Aku lihat kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu padahal kamu kan butuh refreshing juga kan. Nanti sampai rumah pasti kamu juga di kamar nggak kemana-kemana juga kan?" Ucap reyhan.
"Iya juga sih yang. Dirumah bosen yang,gabut. Apalagi kamu kan sibuk kerja terus,walaupun kita sering bertemu tapi kan sebentar doang yang." Ucap angel.
"Eh,seharian kok bentar sih yang. Masak kurang cukup seharian,padahal juga tiap hari lo ketemu." Ucap reyhan.
"Hihi iya sih. Gatau ah pengen sama kamu terus bawaannya. Apa lagi kalau aku lagi ada masalah gini aku lebih suka bareng kamu terus." Ucap angel
Inilah yang ditunggu reyhan,momen dimana ia berhasil memancing angel untuk bercerita kepadanya sebenarnya apa yang sedang ia pendam.
"Masalah apa yang?" Tanya reyhan.
"Jadi gini yang,aku capek sebenarnya yang. Kerja terus,tapi nggak cukup. Ayah emang kerja sih yang tapi ayah udah tua yang,pasti capek kan nyekolahin aku dulu aja ngabisin uang banyak. Sedangkan sekarang masih nyekolahin dua adek aku,bukannya apa-apa sih yang aku cuma mau pengen bantu aja." Jelas angel.
"Terus?" Tanya reyhan sambil menyimak.
"Yang,aku pengen punya mobil sendiri. Biar aku bisa kesana kemari sendiri,kasian ayah harus bolak balik. Mobil ayah kan cuma satu,sekarang ayah nggak mau pakai mobil dari kantor." Ucap angel sedih.
"Emangnya kenapa yang kok nggak mau?"
"Ayah jabatannya udah turun yang. Karena semenjak perusahaan di pegang ayah hampir bangkrut. Padahal sebenarnya ada rekan ayah yang menggelapkan dana perusahaan,tapi ayah yang di tuduh. Untung ayah nggak sampai dibawa kepenjara,karena disini ayah bisa jamin kalau ayah bukan pelakunya. Selang beberapa hari pelakunya ketemu,yaitu om aku sendiri. Sedangkan pihak perusahaan udah nggak mau lagi percaya sama ayah." Jelas angel kepada reyhan.
"Yaudah kamu bantu orang tua kamu semampu kamu aja yang,jangan terlalu di paksain. Coba deh kita cari titik temunya aja."
"Target mobil dulu yang biar bisa bebas gitu nggak repotin kamu juga. Aku kan nggak enak sama kamu." Ucap angel sedih.
"Gapapa kalik. Kamu kalau butuh apa-apa bilang aku. Atau kamu mau aku beliin aja mobilnya? Kamu tenang aja ini real uang aku sendiri enggak dari ayah kok." Ucap reyhan sungguh-sungguh.
"Jangan dong yang gamau aku. Mungkin gaji bulan ini cukup yang,kalau nggak ada kebutuhan lain." Jelas angel.
Reyhan kasian dengan kekasihnya ia harus melewati masa sulitnya. Tetapi reyhan berjanji bahwa ia akan terus menemani peri cantiknya.
"Kalsu butuh bantuan bilang sayang. Aku bisa banget bantu kamu kok." Ucap reyhan.
"Makasih ya sayang kamu udah selalu ada buat aku." Ucap angel. Ia sangat bersyukur memiliki seorang kekasih seperti reyhan.