
"David apa nada akan baik-baik saja?" Tanya angel cemas.
David mendudukkan dirinya di kursi tunggu depan ruang UGD. David terlihat snagata khawatir dengan nada.
"Sebenarnya apa yang telat terjadi?" Tanya reyhan kepada david.
"Apakah ada hubungannya dengan berakhirnya hubungannya dengan andi?" Tanya angel kepada david.
David mengangguk pelan. "Ceritanya panjang banget." Ucap david lemas.
Entah perasaan apa yang sedang david rasakan,yang pasti saat ini ia sangat menghawatirkan kondisi nada. Ia takut jika terjadi sesuatu dengan nada,ia tidak rela jika nada sakit hanya karena ia putus cinta.
"Dav? Mending lo ganti baju,gue ada kaos di mobil. Lo bisa masuk angin kalau nggak ganti." Ucap reyhan kepada david.
"Iya dav ganti gih. Kamu sakit nanti" ucap angel.
David mengangguk kemudian berjalan mengikuti reyhan ke mobil untuk berganti baju.
Sementara angel menunggu nada yang sedang di tangani dokter.
Ceklek.
Dokter keluar bersama dengan suster. Buru-buru angel berdiri dan bertanya kepada dokter bagaimana keadaan nada saat ini.
"Dokter gimana keadaan teman saya dok? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya angel cemas.
Dokter tersebut tersenyum kepada angel. "Alhamdulilah teman anda baik-baik saja. Tidak ada yang perlu di khawatirkan,ia hanya pingsan. Apakah tidak ada keluarganya?" Tanya dokter kepada angel
Angel menggeleng. "Bisa sama saya aja dok. Nanti biar saya sampaikan kepada keluarganya,saya cukup dekat dengan keluarganya kok dok." Ucap angel kepada dokter.
"Baiklah bisa keruangan saya sebentar,saya akan menjelaskan sesuatu dan memberika resep untuk pasien." Pinta dokter kepada angel.
Angel mengangguk,saat ia hendak keruangan dokter ia teringat bahwa ia harus menghubungi david.
"Hallo dav,lo kesini sekarang. Jagain nada,gue ke ruang dokter bentar. Buruan 5 menit." Pinta angel.
Tut tut tut
Ditempat lain reyhan dan david segera berlari ke ruangan nada. David berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit. Setibanya ia di ruangan nada ia segera masuk untuk memastikan bahwa nada aman disana.
Terlihat nada sedang terbaring lemah dengan tangan yang di infus. David menatap nada sekilas kemudian ia memalingkan wajahnya kearah lain. Sungguh tidak tega ia melihat kondisi nada saat ini.
David mendudukkan diri di sofa samping reyhan dekat brankar. Terlihat nada yang sayup-sayup membuka matanya,menetralkan pandangannya dengan ruangan sekitarnya.
David segera bangkit dari duduknya kemudian menghampiri nada. "Nad? Apa yang sakit?" Tanya david kepada nada.
Nada masih diam mengamati wajah david. "Awaaa" rintih nada saat hendak bangun.
"Kamu tiduran aja. Atau kamu butuh apa? Minum? Atau apa?" Ucap david cemas.
David meraih gelas berisi air di nakas samping brankar,kemudian ia membantu nada untuk minum.
"Dav kenapa aku bisa ada disini?" Tanya nada kepada david.
"Kamu-" belum sempat david menjawab pintu kamar terbuka menampakkan sosok angel. Yang kini sudah kembali dengan membawa obat.
"Nada?" Panggil angel kemudian berjalan menuju nada.
David beranjak,kini angel yang duduk di kursi samping brankar nada..
"Kamu udah sadar? Apa yang sakit? Panggil dokter ya? David panggil dokter" pinta angel kepada david.
David mengangguk kemudian ia memencet tombol.
Tak lama kemudian dokter datang dengan suster di belakangnya.
"Permisi saya periksa dulu ya" ijin dokter tersebut.
"Gimana dok?" Tanya angel tidak sabaran.
"Keadaan pasien baik. Hanya perlu banyak istirahat,jangan banyak pikiran. Jangan terlalu mikirin hal-hal yang nggak perlu di pikirkan." Ucap dokter.
"Terima kasih dokter." Ucap david .
Dokter pun mengangguk. "Sama-sama. Kalau begitu saya kembali,jangan lupa makan terus minum obat." Ucao dokter kemudian berlalu.
Nada kembali bertanya kelada angel. "Gue kenapa?" Tanya nada kepada angel.
"Kamu pingsan terus di bawa david kesini deh. Udah kamu nggak usah mikir aneh-aneh makan terus minum obat." Pinta angel sambil membawakan mangkuk berisi bubur untuk nada.
"Terus besok pemotretanku gimana? Aku nggak usah nginep sini ya. Kita pulang aja" pinta nada kepada angel
Angel menggelengkan kepalanya. "No! Kamu disini aja kamu pulih dulu baru kerja lagi " ucap angel garang.
"Kamu tenang aja besok aku ijinin sama mrs. Dona." Ucap david tulus.
Nada menatap david lama. "Makasih ya dav,kamu selalu bantu aku. Maafin aku ya aku udah buat kamu repot." Ucap nada sedih.
David tersenyum manis kepada nada,ia sama sekali tidak merasa repot. Justru ia sangat senang karena bisa membantu orang lain. Apalagi melihat nada baik-baik saja ia sangat bahagia. "Santai aja nad,aku nggak merasa direpoti kok,yang penting kamu sehat aja dulu." Ucap david.
"Nggak usah terlalu di sortir. Kamu manusia bukan robot,kasian mental kamu juga." Ucap reyhan.
Nada mengangguk. "Makasih ya kalian udah mau repot karena aku." Ucap nada.
Mereka semua mengangguk.