
Note : Jangan lupa bacanya sambil dengerin lagu disaat aku mencintaimu/Dadali.
~Happy reading😊
Setelah mendengar curhatan nada,angel pun pergi meninggalkan nada di kamarnya. "Yaudah ya nad,aku pergi dulu. Udah sore belum mandi nih." Ucap angel.
"Reyhan ada?" Tanya david kepada angel.
"Kayaknya sih ada,coba lihat di kamar." Ucap angel sambil berjalan keluar kamar.
David melirik nada sekilas kemudian mengikuti angel keluar untuk menyusul reyhan.
Setelah sampai kamar,angel segera membuka knop pintu. Terlihat sepi di dalam kamar. "Loh kok sepi."
David menunggu di luar sambil bermain ponselnya.
"Ada?" Tanya david ketika angel keluar kamar.
Angel menggeleng. "Coba lo telfon atau apa kek."
David menghela nafas pelan. "Mager gue. Yaudah gue keluar dulu." Ucap david kemudian pergi.
Sore hari setelah selesai magrib angel menonton tv sambil memakan beberapa cemilan yang telah reyhan sediakan. Angel menonton kartun dua bocah kembar yang tidak memiliki rambut.
"Yah bocil napa kagak besar-besar si dia." Gumam angel sambil makan camilan.
Ceklek.
Pintu terbuka menampakkan sosok reyhan.
Angel menoleh kearah reyhan tanpa bertanya apa pun,reyhan duduk di sofa samping ranjang. "Sayang?" Panggil reyhan.
Angel pun menoleh karena ia di panggil oleh reyhan." Apa yang?"
"Jalan yuk yang,bosen di sini terus." Ajak reyhan kepada angel.
"Kemana? Aku gamau ya yang kalau di tempat yang rame-rame banget. Kalau ke mall mau hehe,tapi kalau nggak ke mall ke taman juga mau."
"Ke mall yuk,mau beli minyak rambut." Ucap reyhan sambil membenarkan jam tangannya.
"Tunggu bentar aku mau ganti baju dulu." Ucap angel kemudian turun dari kasurnya.
Angel memakai setelan kulot dan crop top kemudian ia pakai outer.
"Jangan pakai top crop ih,ganti ah" komentar reyhan.
Angel menghela nafas. "Astaga ayang cuma di mall kok astaga. Yaudah aku ganti tantop aja tapi masih pakai outer ya. No komen okay."
Setelah angel bersiap kini angel dan reyhan pergi ke mall. Sekedar refreshing aja sih,nanti kalau ada yang cocok ya beli.
Sementara di tempat lain,david baru saja keluar dari futsal. Namun ketika ia membuka kamar,terlihat sepi. Tidak ada nada disana,david bodoamat kemudian ia melepas sepatunya dan bersiap untuk mandi.
Tidak butuh waktu lama david selesai mandi,kemudian ia merebahkan tubuhnya di kasur. Ia kepikiran dengan nada,sudah larut malam namun nada belum ada balik juga. David kembali memejamkan matanya.
"Dimana dia?" Gumam david.
David ingat bahwa nada saat ini sedang tidak baik-baik saja,bagaimana jika ia melakukan hal yang tidak-tidak. Kasian sekali dia,david semakin dibuat khawatir dengan keadaan nada.
David bangkit dari tidurnya,kemudian ia langsung keluar kamar hanya memakai celana pendek dan kaos.
****
Ditempat lain nada sedang menunggu kehadiran seseorang di cafe dekat taman kota. Nada menunggu seseorang sambil menatap jalanan lewat jendela kaca sampingnya.
"Peemisi mbak ini minumannya." Ucap pelayan yang datang membawa nampan.
Nada mengalihkan pandangannya kearah pelayan.
"Terima kasih mbak." Ucap nada kemudian ia meminum sedikit minumannya.
"Nada?" Panggil seseoramg dari belakang nada.
Sontak nada menoleh kearah belakang.
"Udah lama ya?" Tanya seseorang tersebut.
Namun hanya dibalas senyuman oleh nada.
Setelah lelaki itu duduk ia mulai membuka penbicaraan dengan nada. "Gimana kabar kamu nad?" Tanya lelaki tersebut.
Nada tersenyum kecut kepada lelaki tersebut. "Seperti yang kamu lihat. Aku baik." Ucap nada.
"Nad,maafin aku" ucap lelaki tersebut sembari menatap nada dengan tulus.
Nada mengalihkan pandangannya kearah lain,karena ia takut jika air matanya menetes.
"It's okay,semua sudah terjadi. Dan yah semuanya udah terlambat. Mau disesali juga nggak ada gunanya lagi" ucap nada.
Lelaki tersebut meraih tangan nada,namun segera nada menepisnya pelan. "Nada,aku bisa jelasin semuanya. Ya-ya emang ini salah aku,tapi aku bisa jelasin semuanya nad." Ucap lelaki itu tulus,namun nada hanya menatap lelaki tersebut. "Ijinin aku jelasin semuanya."
"Jelasin." Pinta nada ketus.
Lelaki tersebut menarik nafasnya dalam-dalam kemudian bercerita. "Sumpah nad aku awalnya emang nggak ada hubungan apa-apa sama dia,sama sekali nggak ada. Tetapi waktu kita di pasangin main,kita ada project dan yah kita waktu itu sama-sama nggak sadar nad. Aku mabuk malam itu,dan dia juga mabuk. Dan terjadi lah yah sekarang ini." Jelas lelaki tersebut.
Nada tersenyum ketir. "Penjelasan macam apa. Udah ya andi aku udah gamau denger kamu jelasin apa-apa,aku udah ikhlasin kamu buat dia. Memang kita bukan berjodoh ndi. Aku berharap kalau kamu cuma sama dia aja" ucap nada.
"Terus hubungan kita gimana nad?" Tanya andi kepada nada.
"Kamu akan menikahi dia,dan hubungan kita selesai mulai hari ini." Ucap nada
Andi menggelengkan kepalanya. "Enggak nad,aku mau sama kamu. Kita jalani hubungan ini,setelah anak itu lahir kita akan menikah. Dan aku akan bercerai dengannya." Ucap andi kepada nada.
Nada menggelengkan kepalanya. "Maaf andi aku nggak bisa. Belajarlah mencintai dia,belajarlah menjadi ayah yang baik untuk anak kalian berdua. Lupakan aku,jangan pernah berfikir akan menceraikan dia setelah melahirkan. Kamu udah nyakitin hati aku ndi,kamu ga boleh nyakitin dia juga." Ucap nada kemudian beranjak untuk pergi.
"Nada." Panggil andi. Namun tidak di respon oleh nada,nada pergi keluar cafe.
Hujan tidak menyurutkan niat nada untuk meninggalkan cafe tersebut. Nada berlari menyusuri jalanan taman yang basah karena terkena air.
Nada menangis di sepanjang jalan. Ia tidak habis pikir dengan andi,bisa-bisanya ia menghianati nada. Hubungan yang mereka jaga dengan sepenuh hati terpaksa harus berakhir dengan cara yang tidak baik.
Andi mengejar nada.
"Nada tunggu." Panggil andi di tengah hujan mengguyur tubuhnya.
Nada berhenti namun tidak menoleh kebelakang,ia terlalu sakit untuk melihat wajah andi. Namun ia juga tidak bisa berbohong bahwa ia sangat menyayangi andi,apalagi ia saat ini sedang merindukan andi.
Andi meraih tangan nada.
"Nada aku mohon jangan gini nada. Aku nggak mau kita putus nada,mengertilah dengan keadaan aku nada. Aku sedang mengalami masa sulit nada,kumohon mengerti lah." Pinta andi sungguh-sungguh.
Nada menepis cekalan andi kemudian menatap andi.
"Apa kamu bilang? Mengerti? Selama ini aku selalu ngertiin kamu,tapi balasan kamu apa? Apa ndi. Kamu malah selingkuh dengan wanita lain. Kalau kamu minta aku mengerti,maaf aku nggak bisa. Selama ini,aku udah banyak ngertiin kamu." Ucap nada.
"Aku nggak selingkuh nada. Ini semua salah paham." Elak andi.
Andi menatap nada dengan perasaan tidak karu-karuan. Andi meneteskan air matanya.
Ia sangat menyesal dengan apa yang sudah terjadi dengannya. Ia sangat menyayangi nada,namun disisi lain ia juga harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
"Nada kumohon. Jangan tinggalin aku" pinta andi.
"Andi tolong jangan berbicara seolah-olah aku yang menyakiti kamu andi. Aku udah muak sama tingkah kamu,aku muak andi. Selama ini aku sabar nunggu kamu,kamu sibuk aku ngerti. Kurang ku apa sih ndi? Kurang apa aku tolong jawab. Apa yang membuatmu berpaling?" Ucap nada sambil sesegukan.
Andi menggeleng. "Nggak ada nad kamu perfect."
Nada tersenyum ketir. "Pergilah,istrimu menunggumu. Jangan membuat dia khawatir,sayangi dia seperti kamu menyayangi aku. Belajarlah menjadi ayah yang baik untuk anakmu kelak. Insyaallah aku ikhlas ndi,aku do'akan semoga pernikahan kalian lancar dan semoga kalian bahagia. Pergilah aku tak apa,jangan pikirkan aku lagi dan jangan khawatirkan aku. Aku disini akan selalu mendoakan kamu dan istrimu baik-baik saja." Ucap nada sambil mengusap air matanya.
Andi menatap nada dengan tatapan getir. Untuk hari ini dan seterusnya,ia benar-benar akan kehilangan nada dalam hidupnya. Takan ada lagi sosok nada yang sering merecokinya ketika ia syuting. Tak terasa air mata andi menetes semakin deras.
Setelah mengucapkan hal tersebut,nada berlari menyusuri taman. Sambil terus menangis.
Nada tertunduk di bawah derasnya air hujan. Bahkan air matanya sudah bercampur jadi satu dengan air hujan. Angel meraup wajahnya dengan kasar.
"Kenapa sakit sekali ya allah kenapa?"
Nada kembali menatap langit gelap,ia terus menangis hingga ia tidak mampu berkata apa-apa lagi.
"Nada?" Panggil seseorang yang kini berlari menghampiri nada.
"Nada kamu ngapain hujan-hujanan gini." Ucap david sambil memegang bahu nada yang kini sudah tertunduk lemas dibawah guyuran air hujan.
Nada menoleh kearah david sebentar. "Kamu ngapain kesini?" Tanya nada pelan.
David merasa iba dengan perempuan yang saat ini ada di depannya. Selama ini mereka sering berdua,david melihat bahwa nada adalah sosok perempuan yang sangat kuat dan murah senyum. Ia tidak tau bahwa selama ini ia menyimpan sesuatu yang sangat menyakitkan sendiri.
David menarik lengan nada berharap nada mau berdiri. "Ayo bangun." Ucap david.
Nada menggelengkan kepalanya.
"Bangun nada. Ini hujan nanti kamu sakit." Ucap david yang kini juga sudah basah terkena air hujan.
"Biarin aku gini david. Biarin aku sakit mati sekalian. Ngapain hidup,aku ga bisa hidup denga bayang-bayang dia yang terlalu menyakitkan." Ucap nada sambil menangis.
David menghela nafas kasar. "Berdirilah,katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi." Ucap david lembut.
Tidak ada jawaban dari nada kecuali suara tangisan yang dan air hujan. David mengangkat bahu nada,nada lemas ia hanya pasrah ketika david membantunya berdiri.
Nada menangis di hadapan david.
Grepp
David menarik nada kedalam pelukannya. Saat nada berada di pelukan david ia menangis kencang didada david. Ingin sekali nada menumpahkan segala keluh kesahnya saat ini juga.
David memeluk nada sambil membisikkan kepada nada bahwa ia siap untuk menerima keluh kesah nada saat ini juga. "Tuntasin semua beban kamu disini. Berjanjilah setelah ini tidak ada lagi beban yang kamu pendam." Ucap david lembut.
Nada terus menangis. "Kenapa dia jahat banget? Aku disini berusaha jaga perasannya,tapi dia kenapa enggak? Aku nggak main cowo kenapa dia main cewek kenapa?" Ujar nada sambil menangis di pelukan david.
David mengelus pelan punggung nada tanpa berkomentar.
Setelah nada menangis dan menumpahkan segala kekacauan dalam hatinya,nada melepas pelukan david sembari mengusap air matanya.
"Udah?" Tanya david kepada nada.
Nada mengangguk.
David menangkup kedua pipi nada. "Setelah ini berjanjilah bahwa kamu tidak akan menangisi dia lagi."
Nada memegang tangan david kemudian tersenyum kepada david. "Aku akan belajar melupakan dia."
Nada merasakan kepalanya sangat pusing,ia memegang kepalanya yang semakin terasa berat.
Hingga tiba-tiba badan nada lemas dan hampir saja terjatuh kalau saja david tidak menangkap nada.
"Kamu kenapa?" Tanya david panik ketika nada berhasil ia tangkap.
"Pusing." Ucap nada kemudian mencoba berdiri tegak seperti semula. Namun ia gagal badannya terasa sangat lemas bahkan ia ingin memejamkan matanya beberapa kali.
"Hey,jangan pingsan okay,aku akan bawa kamu pulang. Tapi jangan memejamkan mata kamu" pinta david panik.
Nada sama sekali sudah tidak menyahut ucapan david. Semakin membuat David panik dan dengan sigap david membopong nada menuju mobilnya.
David mendudukkan nada di samping kemudi agar david bisa melihat terus keadaan nada ketika ia sedang menyetir.
"Bertahan nada. Aku akan segera bawa kamu kerumah sakit terdekat. " ucap david sambil panik hingga ia kesulitan menyalakan mobilnya.
***
Sementara di tempat lain. Angel dan reyhan baru saja keluar dari mall,reyhan melihat mobil david melaju sangat kencang di tengah terpaan hujan yang sangat deras.
"Sayang kamu lihatin apa sih? Tanya angel kepada reyhan.
Reyhan menoleh kearah angel. "Aku tadi lihat mobil david,tapi melaju kenceng banget. Ada apa ya?" Ucap reyhan.
"Kamu yakin itu mobip dav?" Tanya angel memastikan.
Reyhan sangat yakin bahwa itu mobil david. "Beneran yang. Aku inget betul mobil david. "
Angel ikut panik,tidak biasanya david melajukan mobilnya kencang. Hingga ia tiba-tiba kepikiran soal nada,saat ini mada sedang tidak baik-baik saja.
"Sayang kita ikutin yuk buruan keburu jauh." Ucap angel sambil menarik tangan reyhan.
Reyhan yang penasaran pun segera memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya kencang.
"Buruan sayang keburu jauh." Ucap angel sambil terus menggugupi reyhan.
"Kamu pegangan ya aku bakal ngebut." Ucap reyhan kemudian melajukan mobipnya tak kalah kencang
Hampir saja reyhan kehilangan jejak david jika ia tidak segera menyusul,david masih melajukan mobilnya sangat kencang,reyhan mengikuti david dari belakangnya agak jauh. Karena reyhan tidak bisa jika mengikuti tepat di belakang david. Sangat berbahaya karena david sangat kencang.
"Bukannya ini arah rumah sakit ya yang? Ngapain david kerumah sakit?" Tanya angel. Ia tau bahwa ini adalah arah rumah sakit,karena di tepi jalan angel sempat melihat ada rambu rumah sakit.
"Gatau yang. Ikutin aja dulu,nanti juga ketemu titik kebenarannya."
Dan benar,david berhenti tepat di parkiran rumah sakitm terlihat david sedang panik dan membopong seorang wanita.
Deg.
"Nada!" Ucap angel terkejud
Reyhan menoleh kearah angel. Buru-buru angel turun dari mobil reyhan kemudian ia berlari kearah david. Namun david keburu masuk rumah sakit dan nada sudsh terbaring di brankar kemudian di dorong oleh suster.
"David" panggil angel.
David menoleh kearah sumber suara. "Angel sama siapa kamu?"
"Reyhan. Ada apa ini sebenarnya dan yang tadi siapa? Nada?" Tanya angel panik.
"Nanti aja sekarang kita kesana dulu." Ucap david sambil menunjuk UGD.