
Pagi ini angel dan reyhan kembali di bangunkan oleh pekerjaannya. Angel melihat sayup-sayup kearah reyhan,ia melihat bahwa reyhan masih tertidur lelap. Angel segera bangkit dari tempat tidur kemudian ia bersiap untuk mandi.
"Bangunin rey nanti aja deh " gumam angel pelan.
Angel mengambil beberapa pakaian untuk ia kenakan nanti saat pemotretan.
Setelah beberapa menit angel sudah masuk kamar mandi,tiba-tiba bel kamar berbunyi. Bel berbunyi hingga beberapa kali sementara Angel sama sekali tidak mendengar karena ia sudah terlebih dahulu menyalakan kran.
Reyhan merasa tidurnya terganggu dengan adanya suara bel,ia membuka matanya pelan sambil menetralkan pandangannya terhadap ruangan.
"Hoammm bukain pintu noh yang" ucap reyhan sambil menepuk sampingnya.
Berharap bahwa angel yang membuka pintunya,namun ternyata nihil. Reyhan meraba tempat tidurnya ternyata kosong.
Reyhan menoleh kearah sampingnya. "Kosong? Dimana angel? Mandi kali!" Reyhan bertanya namun kembali ia jawab sendiri.
Bel masih terus berbunyi. Reyhan menghela nafasnya kasar,kemudian ia menyibak selimutnya dan menurunkan kakinya dari ranjang.
Reyhan berjalan menuju pintu kamar. "Iya bentar" teriak reyhan.
Reyhan berjalan agak cepat ia takut jika penting." Siapa sih pagi-pagi juga. Ganggu orang aja." Dumel reyhan sambil membuka knop pintu.
" Iya ada apa?" Tanya reyhan kepada seseorang tersebut.
Ternyata yang mengganggu tidurnya adalah seorang pelayan vila yang mengantarkan sarapan pagi untuknya dan angel.
"Ini kak sarapannya." Ucap pelayan tersebut sambil tersenyum ramah.
Reyhan mendengus pelan. "Makasih ya" ucap reyhan dengan hati janggal.
Kemudian pelayan tersebut pergi meninggalkan kamar reyhan.
"Ganggu aja pagi-pagi. Gue tebak pasti juga sayur sama nasi sama lauk." Ucap reyhan begitu sampai di meja sambil membuka sarapan tersebut.
Dan benar sekali,menu pagi ini adalah nasi,sayur dan ikan. Reyhan sama sekali tidak menyukai sayuran entah kenapa ia sangat benci dengan sayur. Biasanya kalau dirumah ia sarapan dengan roti dan susu ketika pagi hari.
"Nah kan bener,sayur teros sayur teros." Dumel reyhan sambil kembali menutup sarapannya.
Angel baru saja selesai mandi,ia mendengar reyhan mendumel pagi-pagi,segera menghampiri reyhan.
"Sayang kenapa pagi-pagi udah ngomel?" Tanya angel sambil berjalan kearah meja rias.
"Noh,sayur terosss." Ucap reyhan sambil menunjuk sarapan dengan dagunya.
Angel menggelengkan kepalanya,ia tau betul bahwa kekasihnya ini sangat tidak menyukai sayuran. Biasanya reyhan makan sayur saat angel memaksanya saja.
"Yaudah si yang makan aja gapapa,sehat itu loh. Sayur bikin badan kita bagus tau" ucap angel.
Reyhan tersenyum kecut kearah angel. "Badan bagus apanya. Kalau mau badan bagus mah GYM yang,makan sayur doang ya nggak ngaruh lah." Ucap reyhan.
Angel mengoleskan bedak kewajahnya. "Sayang ih coba lihat aku, kulitku jadi bagus gara-gara makan sayur. Apalagi tomat yang bikin kulit licin" ucap angel sambil memperlihatkan wajahnya yang glowing.
Reyhan menatap angel dengan malas. "Itu mah kata kak ros. Kata upin ipin itu makan sayur tak sedap. Aku mah orangnya upin ipin aja." Ucap reyhan.
Angel tertawa mendengar ucapan kekasihnya. Benar sekali angel berbicara seperti itu menirukan kak ros di film kartun upin ipin yang sering ia tonton.
"Nggak yang becanda aku. Emang sayur baik buat kesehatan kok sumpah." Ucap angel kali ini sungguh-sungguh.
"Dah lah aku mau mandi. Nanti aku mau sarapan di bawah aja." Ucap reyhan kemudian berlalu.
***
Kini angel sudah sampai di tempat make up,Disana sudah ramai ada mrs.dona juga.
"Angel. Nada mana?" Tanya mrs.dona kepada angel.
"Nada sakit mrs. Kemarin masuk rumah sakit." Jawab angel jujur sejujur jujurnya.
Mrs. Dona nampak tidak suka ketika angel menjawab bahwa nada sakit. "Sakitnya separah itukah?" Tanya mrs.dona agak cuek.
Angel bingung harus menjawab apa,sementara yang lainnya diam membisu.
"Seharusnya sih,udah tau ada project ya harus konsisten dong jangan seenaknya sendiri. Disini kita membayar kalian loh,mohon maaf bukannya apa-apa sih. Saya disini juga gimana ya,saya di kasih kepercayaan buat heandle soalnya sih. Apalagi kan ini waktunya cuma 3 hari mrs. Jadi waktu yang sangat singkat bukan? Kenapa harus ada ijin segala?" Ucap clarista kompor.
"Kamu telfon nada suruh dia kesini sekarang juga. Bilang aja kalau mrs.dona yang minta." Pinta mrs.dona dengan nada agak judes.
Setelah itu angel meminta ijin untuk menelfon nada.
"Gimana udah?" Tanya mrs dona kepada angel.
Angel mengangguk mengiyakan ucapan mrs.dona
"Yaudah kalian buruan dandan." Ucap mrs.dona ketus.
Setelah itu mereka semua di make up,selama angel di make up ia selalu kepikiran tentang nada.
"Permisi" ucap nada dari arah pintu masuk.
"Bagaimana keadaan kamu?" Tanya mrs.dona kepada nada.
Nada tersenyum tipis kepada mrs.dona dan yang lainnya. "Alhamdulilah udah baik kok mrs. Maaf kan saya mrs. Hampir saja project ini kacau karena ulah saya,sekali lagi saya minta maaf." Ucap nada dengan sungguh-sungguh.
Sementara clarista sudah siap dengan ucapan pedasnya untuk menghujat nada habis-habisan.
"Baguslah kalau kamu datang. Kami meminta kamu keisini bukan karena kami tidak punya hati atau tidak punya jiwa sosial bukan. Ini semata-mata karena kami tau tanggung jawab kami termasuk saya. Saya di beri amanah untuk mengawasi jalannya project ini dengan baik,saya tidak mau alasan apapun kecuali sakit tersebut parah. Ini kamu cuma demam aja ijin,demam bisa minum obat buat tidur pagi sembuh. Saya bersikap seperti ini supaya kalian punya tanggung jawab dengan pekerjaan kalian. Disini kalian terikat dengan kami,saya yakin kalian adalah model yang bertanggung jawab,jadi saya mohonlah jangan tinggalin tanggung jawab kalian gitu aja. Apa pun itu alasannya. Kami butuh sekali kalian,tolong jaga diri kalian baik-baik." Kelas clarista.
Mereka semua hanya mengangguk mengiyakan ucapan clarista. Ada rasa mengganjal juga di dalam hati,mereka merasa bahwa disini ia diperbudak. Ia juga seorang manusia yang ada kalanya sakit,robot bisa down apa lagi manusia.
"Sekarang kamu langsung make up." Pinta mrs.dona
Kini nada hanya mengikuti perintah mrs.dona.
Wajah nada masih putih pucat,sementara badannya terlihat sangat lemas. Angel menatap nada dari arah samping. "Nad?" Panggil angel kepada nada.
Kemudian nada menoleh kearah angel. "Apa?"
"Kamu beneran gapapa? " tanya angel cemas.
Nada tersenyum kearah angel sambil menggenggam tangan angel. "Aku gapapa kamu tenang aja." Ucap nada.
"Baguslah kalau begitu"
***
Sementara di tempat lain reyhan dan yang lainnya sedang sibuk menyiapkan camera untuk pemotretan.
Angel dan yang lainnya kini sudah ready untuk pemotretan.
"Mulai yuk waktu adalah uang." Ucap clarista.
Mereka semua menata posisi mereka masing-masing.
Awalnya david masih fokus memasang lensa,namun setelah ia melihat kearah para model. Tatapannya tertuju pada nada,banyak pertanyaan yang ada di kepala david.
David terus menatap mada dengan ekspresi yang sangat sulit di artikan. Sementara nada hanya tersenyum mandis kearah david. Walaupun nada pucat tetapi ia tetap cantik.
"Dav buruan capek pose gini nggak lo foto-foto" protes bela yang berhasil membuyarkan lamunan david.
Clarista berdecak pinggang di samping david. "Dav fokus dong. Mikirin apa sih? Kalau kerja ya kerja jangan raganya aja yang kerja pikirannya dimana-mana" omel clarista.
David hanya menanggapi clarista dengan ucapan permintaan maaf.
.
.
.
.
Reyhan asik memandang wajah cantik kekasihnya. Tiba-tiba ada seseorang sedang duduk disampingnya.
Ketika reyhan menoleh kearah samping ternyata clarista. Wanita ulat ini lagi,pasti akan menggoda reyhan.
"Rey?" Panggil clarista kepada reyhan.
Reyhan menjawab panggilan clarista dengan deheman.
"Enak nggak rey kerja disini?" Tanya clarista sambil menempel ketubuh reyhan.
Reyhan merasa risih dengan tingkah clarista ia pun menggeser duduknya. "Em sama aja."
Clarista terus menggoda reyhan." Boleh minta foto nggak rey? Buat kenang-kenangan! Boleh ya please " ucap clarista memohon.
'Cih minta maksa pula' batin reyhan.
Reyhan menghela nafasnya kasar. "Boleh" ucap reyhan.
Clarista sangat exited ketika mendengar jawaban dari reyhan. Segera ia mengambil ponselnya kemudian menyenderkan kepalanya pada bahu reyhan.
Saat clarista bersiap untuk memencet tombol camera,reyhan terlebih dahulu menyingkirkan kepala clarista dari bahunya." Maaf nggak usah kayak gini juga. Biasa aja" ucap reyhan dingin.
Clarista mengerucutkan bibirnya. "Yaudah deh gapapa. Yang penting foto sama kamu." Ucap clarista kepada reyhan.
Kemudian mereka fotbar berdua. Entah berapa kali clarista mengambil gambarnya dengan reyhan. Reyhan hanya diam saja tanpa ber ekspresi apa pun.
**Bersambung....
next episode selanjutnya😊
happy reading semuanya..
semoga kalian suka,ikutin terus ya cerita aku**..