Vampire Bride

Vampire Bride
Bab 37. Akhir Pertempuran



Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 37


Xavier dan Zero saling menyerang satu sama lain. Bahkan serangan mereka kini menggunakan mana, kekuatan mistis yang hanya dimiliki oleh bangsa vampir berdarah murni. Kekuatan itu sangat besar bahkan mampu menghancurkan suatu benda tanpa menyentuhnya.


Xavier mengeluarkan pisau peraknya dan menyerang Zero dengan menggunakan teknik ilmu bela diri yang dia pelajari dari seorang guru yang bernama Guang Zhou. Tubuh Xavier meliuk dengan sangat lincah dan gesit. Serta beberapa kali pisau itu mengenai tubuh Zero. Pisai perak itu merupakan benda suci sehingga lukanya tidak mudah tertutup kembali masker Zero menggunakan kekuatan mana.


"Si_al. Aku tidak menyangka kalau kamu punya benda seperti itu," kata Zero sambil meringis menahan sakit.


"Kamu pikir aku tidak pernah mempersiapkan semua hal untuk hari kematian kamu," ujar Xavier dengan senyum mengejak.


"Meski begitu aku bukanlah orang lemah yang bisa dengan mudah kamu kalahkan," ucap Zero, kemudian dia berlari menyerang Xavier dan mengeluarkan pistol peraknya.


***


Sementara itu, di sisi lain Lukas sedang bertempur melawan Pierre. Laki-laki itu menggunakan pisau perak untuk melawan Pierre, karena dia tahu kalau Pierre pernah terkena tusukan pisau perak satu kali di jantungnya saat di Pulau Aprhodite.


Lukas dengan tangkas menahan tangan Pierre dan memegangnya dengan kuat. Lalu, menusukkan pisau peraknya ke jantung laki-laki itu dengan cepat.


"Kyaaaa!" Pierre mengarang kesakitan saat jantungnya ditusuk oleh pisau perak.


"Kau adalah rumah remehkan aku!" kata Lukas jangan senyum miringnya.


Pierre dengan cepat memakan pil formula untuk menambah kekuatan dan membuat luka di dadanya tertutup. Dia pun memaksakan dirinya untuk melawan Lukas.


"Meski aku mati, tapi tidak akan sendirian, karena aku akan membawamu bersama denganku." Pierre menembakkan pesta peluru ke arah Lukas dan mengenai kakinya.


"Aaaak!" Lukas mengerang kesakitan. dia pun dengan cepat mengambil formula sehingga lukanya sembuh dan kekuatannya bertambah beberkali lipat.


"Obat apa yang kau minum? Kenapa kekuatanmu terasa begitu besar," tanya Pierre.


"Ini adalah obat spesial buatan tuan Xavier," jawab Lukas dengan bangga.


Lukas dan Pierre sama-sama sudah dua kali mengalami luka akibat benda perak. Jadi, kini mereka hanya punya satu kesempatan lagi. Lukas dan Pierre saling menyerang satu sama lain menggunakan senjata kebanggaan masing-masing. Pierre dengan pistol peraknya sedangkan Lukas dengan pisau perak yang sudah menemaninya selama 250 tahun.


'Peluru aku tinggal bersisa satu lagi. Aku tidak boleh melepaskan jika ada kesempatan yang pas," kata Pierre dalam hatinya.


Lukas tahu kalau peluru yang di dalam pistol perak Pierre tinggal satu butir lagi. Maka dia akan memancingnya agar Pierre melepaskan tembakan ke arah dirinya. Namun, di saat itu dia akan mengelak agar peluru tidak mengenai tubuhnya.


Lukas berlari ke arah Pierre, begitu jarak mereka dekat, Pierre mengangkat tangan yang memegang pistol dan melesatkan tembakan padanya. Namun, dengan cepat Lukas menunduk sehingga peluru itu gagal mengenai dirinya.


"Si_al!" umpat Pierre.


"Ini kesempatan aku!" Lucas pun berlari ke arah Pierre, lalu menusukkan pisau perak itu ke jantungnya.


"Kyaaaa!" Pierre mengarang kesakitan dan tubuhnya berubah menjadi abu dapat di depan mata Zero.


"Pierre!" teriak Zero memanggil orang kepercayaannya.


Xavier merasa puas dengan hasil kerja Lukas orang kepercayaannya itu bisa mengalahkan musuh dengan baik. dia pun langsung berlari melindungi Lukas saat Zero hendak menyerangnya.


"Kamu pikir aku tidak akan melindungi keluargaku," ucap Xavier menahan tangan Zero yang memegang pisau perak. Dia memegang tangan itu dengan erat sehingga Zero tidak bisa menjauh dari dirinya.


"Kyaaaa!" Zero mengarang kesakitan saat jantungnya hancur tertembak oleh peluru perak. Kini dia tinggal punya satu kesempatan lagi untuk bertahan hidup.


Saat dia mengerang kesakitan, Zero pun dengan cepat melemparkan pisau perak yang ada di tangannya ke arah Xavier. Namun, Lukas menghalangi, sehingga pisau itu menancap ke tubuhnya.


"Lukas!" teriak Xavier dan memeluk tubuh Lukas yang jatuh di depannya.


"Tuan, terima kasih," ucap Lukas sebelum dia berubah menjadi abu.


"Tidak!" teriak Xavier. Dia menatap nyalang pada Zero.


"Akan aku habisi kamu!"


Kini Xavier sangat marah dan menyerang Zero dengan cepat. Dia mengarahkan pistol perak miliknya ke kepala Zero dan langsung menembaknya tanpa ampun.


"Kyaaaa!" erang Zero dan perlahan berubah menjadi abu.


***


Sementara itu, di lorong rahasia Cedric melawan Luna yang sudah kehilangan kendali atas dirinya. Maka mau tidak mau dia harus membunuh temannya itu.


Cedric menusukkan pisau perak miliknya ke jantung wanita itu sebanyak tiga kali. Dia melakukan itu dengan air mata yang berderai.


"Maafkan aku," lirihnya.


"Terima kasih. Aku mencintaimu," kata Luna sebelum dia berubah menjadi abu.


Mendengar ucapan temannya itu, Cedric sangat terkejut. Dia pun hanya bisa menangis, karena tidak bisa membalas perasaannya.


Cedric pun berlari menyusul Allura yang pergi duluan ke ruang rahasia. Saat sampai di sana, ternyata Xavier sudah ada dan berkumpul bersama keluarga kecilnya.


"Tuan," panggil Cedric.


"Cedric!" Xavier pun lekas memeluk orang yang sudah dianggap sebagai saudaranya.


"Akhirnya semua telah berakhir," kata Xavier sambil menangis tergugu.


"Aku senang mendengarnya Tuan," balas Cedric.


"Tapi, kita kehilangan Lukas." Itu hal yang membuat Xavier sedih.


"Dia pasti bahagia karena semua telah berakhir."


***


Akhirnya pertempuran para vampir dimenangkan oleh kelompok Light. Kini kekuasaan kaum vampir di bawah kekuasaan Xavier. Semua vampir mempunyai hak yang sama. Tidak ada kasta dalam hukum atau aturan.


Xavier hidup bahagia dengan Allura dan kedua buah hatinya. Mereka pun memilih tinggal di tengah kota dan berbaur dengan orang lain.


***


Terima kasih sudah membaca karya aku ini. Untuk pengumuman Giveaway nantikan di part berikutnya. Ikuti terus cerita aku yang akan rilis bulan depan. Sampai jumpa lagi.


TAMAT