Vampire Bride

Vampire Bride
Bab 22. Pesta Kembang Api



Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.


***


Bab 22


Xavier mencari keberadaan Allura di tengah-tengah banyaknya orang. Dia bisa mencium wangi dari tubuh istrinya meski berada di kerumunan. Dengan mengandalkan penciumannya Xavier terus masuk ke dalam lobby hotel. Namun, dia kesulitan untuk menerobos di saat pesta kembang api dimulai.


"Minggir aku mau lewat!" bentak Xavier pada orang-orang yang ingin menonton kembang api.


Duar! Duar!


Suara kencang dari ledakan kembang api memakan telinga orang-orang yang ada di sana. Itu karena ukuran kembang api sangat besar sekali. Cahaya warna-warni dari bunga kembang api menghiasi langit malam di Pulau Aprhodite. Membuat orang-orang terkagum akan keindahan itu. Terdengar decak kagum dari para penonton.


"Wow, kembang api itu sangat besar!"


"Sangat indah warna-warna yang dihasilkan dari kembang api di tahun ini," timpal orang lainnya.


"Ini sebuah mahakarya yang hebat!" Saat bentuk-bentuk kembang api merupakan tulisan dan bentuknya.


Bagi kebanyakan orang saat ini merasakan kebahagiaan saat melihat pesta kembang api. Sebaliknya dengan Xavier yang merasa kesal dan marah pada orang-orang yang sudah menghalangi jalannya. Dia beberapa kali membentak ada orang yang tidak memberikan jalan padanya.


***


Sementara itu, Zero mendekati Allura, tanpa wanita itu sadari. Dia begitu tertarik akan wangi tubuhnya yang memabukkan. Serta tanpa dia sadari sedang menghirup kuat wangi leher Allura.


Merasakan kehadiran seseorang dari arah belakang tubuhnya, membuat Allura sangat terkejut. Begitu dia menoleh ke arah belakang, terlihat Zero sedang menunduk dan menghirup wangi lehernya yang jenjang.


"Apa yang sedang anda lakukan Tuan!" hardik Allura sambil memegang lehernya yang tadi terkena hidung Zero.


"Maaf aku tidak bermaksud untuk melecehkan dirimu. Tetapi wangi tubuhmu sangat menggoda, sehingga aku ingin terus ciumnya," aku Zero dan membuat Allura marah.


"Perbuatan dan anak tidak bisa saya maafkan!" geram Allura sambil pergi dari sana meninggalkan kumpulan orang-orang yang sedang melihat kembang api.


Zero pun menyesali perbuatannya, dia hanya menatap kepergian Allura yang sambil bersungut-sungut. Dia juga mengumpati dirinya sendiri karena gara-gara perbuatannya, wanita itu menjadi pergi dan marah padanya.


"Si_al!" Zero meninjau udara kosong.


Tidak jauh darinya Pierre menatap kesal pada pimpinan Shadow itu. Dia tahu kalau tuannya tidak bisa mengendalikan napsunya.


***


Allura melangkah tanpa tujuan menjauhi tempat pesta. Dia berjalan ke arah samping kanan hotel dan di sana sangat sepi tidak ada orang.


"Dasar laki-laki mesum!"


"Apa semua laki-laki itu suka berbuat mesum?"


"Tunggu, kayaknya Xavier tidak begitu. Justru dia sering menolak saat diajak bercinta awalnya. Tapi, belakangan dia pun sama saja. Selalu minta jatah bercinta setiap hari," racau Allura sambil menendang-nendang batu kerikil.


Dari atas gedung hotel ada seseorang yang sedang memperhatikan Allura. Tatapan mata tejamnya terus mengikuti gerakan wanita itu. Tiba-tiba saja matanya berubah merah, kuku di kedua tangan, dan gigi taringnya juga memanjang. Lalu, orang itu pun melompat ke bawah dari atas gedung berlantai 30 itu.


Allura yang sedang berjalan dibuat terkejut oleh sesuatu yang jatuh dari langit. Ternyata itu adalah orang yang memakai jubah hitam dan kini berdiri di hadapannya.


"Kyaaak!" teriak Allura sambil memegang dadanya yang tiba-tiba sakit saking terkejutnya.


Orang itu pun langsung membekap mulut Allura dengan sebelah tangannya. Sementara tangannya yang satu lagi mencengkram kuat leher wanita itu.


Allura pun melakukan pembelaan diri dengan melakukan penyerangan padanya. Seperti memukul dan menendangkan lututnya terhadap orang itu. Namun, cengkraman dari orang itu sangat kuat. Sampai Allura merasakan sakit pada kepalanya, terutama leher dan wajahnya.


Teriakan Allura tadi terdengar sampai ke telinga Xavier dan Zero, sehingga keduanya pun langsung berlari ke arah halaman samping hotel. Mereka melihat Allura sedang berada dalam cengkraman vampir berdarah campuran.


"Lepaskan dia, makhluk busuk!" teriak Xavier sambil menerjang vampir itu. Dia pun langsung menusukan pisau perak yang dibawa tadi ke jantung vampir itu sehingga berubah menjadi abu.


Akhirnya, Allura pun berhasil lepas dari vampir itu. Dia langsung terjatuh duduk di tanah karena merasa tubuhnya menjadi lemas.


"Allura!" panggil Zero dan memeluknya.


"Honey!" teriak Xavier saat melihat istrinya berada dalam genggaman Zero.


Saat Xavier hendak merebut Allura dari tangan Zero. Tiba-tiba Pierre datang dan menyerang ke arah jantungnya dengan menggunakan pisau perak.


***


Akankah Xavier kalah oleh musuhnya? Apa Allura akan jatuh ke tangan musuhnya? Tunggu kelanjutannya, ya!