Vampire Bride

Vampire Bride
Bab 26. Danau di Dalam Gua



Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


Bab 26


Allura mengira dirinya akan selamat dari Xavier. Pada kenyataannya dia tetap saja tidak bisa melarikan diri saat suaminya mencumbu dia. Pagi hari yang masih dingin karena matahari masih berada di balik cakrawala.


Secara garis besarnya Allura paham dengan kondisi seorang vampir saat dalam keadaan gairah yang memuncak. Tapi tetap saja baginya melihat mata Xavier berubah merah, gigi taring yang memanjang, dan kuku-kuku tajam yang siap mencabik dirinya. Semua itu membuatnya takut, meski dia juga sangat mencintai suaminya itu.


Saat Xavier menciumnya pun gigi taringnya kadang menggores bibir Allura. Namun, dia juga merasa kurang jika bercinta dengannya tanpa mencium bibir suaminya


"Tunggu, aku akan memakai pelindung dulu," kata Xavier, lalu berjalan ke arah meja rias dan mengeluarkan sebuah kotak dari dalam laci.


Allura menelan ludahnya, dia takut kalau suaminya akan melakukan sesuatu padanya di luar perkiraan dia. Jantungnya semakin berdebar saat Xavier bejalan semakin mendekat dan duduk di dekatnya.


"Apa kamu mau menggunakan penutup mata agar tidak melihat rupa monster saat bercinta nanti?" tanya Xavier sambil menyerahkan penutup mata kepada Allura.


"Tidak perlu. Mau wujud kamu yang manapun aku tetap akan merima dirimu itu,"" jawab Allura dengan gelengan kepala.


Mendengar ucapan barusan dari istrinya membuat Xavier senang. Dia pun memasang pelindung kuku di kedua tangan dan kakinya. Lalu, terakhir memasang pelindung di mulutnya agar dia tidak bisa menggigit istrinya.


Meski awalnya kurang nyaman bagi Allura, dengan seiring berjalannya kegiatan mereka membuatnya bahagia. Mereka bercinta dalam waktu yang cukup lama. Sampai ada panggilan telepon dari Cedric karena sudah waktunya sarapan.


Untuk ukuran seorang manusia, Xavier memuji kekuatan yang dimiliki oleh Allura. Istrinya itu mampu diajak bercinta dalam kurun waktu yang lumayan lama dan memberikan kepuasan padanya.


"Kita mandi bersama. Agar tidak terlalu lama mereka menunggu," kata Xavier, kemudian membopong Allura ke kamar mandi.


***


Allura makan dengan begitu lahap. Begitu juga dengan Xavier yang memakan habis semua yang dihidangkan di atas meja makan.


Para pelayan pun senang melihat semua makanan yang mereka hidangkan habis dimakan oleh keduanya. Setiap makan yang mereka masak sudah dicampuri dengan darah manusia, ramuan penyubur, dan penguat stamina.


***


Saat siang hari keduanya merasa bergairah kembali. Kemudian mereka pun bercinta lagi. Hanya saja waktunya tidak selamanya yang tadi pagi. Mereka bercinta hanya satu jam. Setelah itu makan siang bersama. Tentu saja makanan itu juga sudah diberi ramuan oleh koki atas perintah manajer hotel.


Selama satu bulan mereka honeymoon, tidak ada lelahnya membuat calon penerus untuk Xavier. Tentu saja keduanya juga banyak menghabiskan waktu dengan jalan-jalan menelusuri setiap tempat yang indah di sana.


Hari ini keduanya mengunjungi danau alami yang ada di dalam sebuah gua yang besar. Di atas danau itu ada lubang di langit-langitnya, sehingga cahaya matahari bisa masuk ke dalam gua. Selain itu, kita juga bisa melihat langit di luar sambil menikmati dinginnya air danau. Adanya sinar matahari yang masuk ke sana, membuat banyak tanaman tumbuh di tepi-tepi danau. Pemandangan yang sangat indah.


Danau itu konon tersambung dengan lautan dari dunia lain. Menurut legenda Saintess Aprhodite itu bukan manusia dari dunia ini, melainkan dari dunia lain. Makanya dia punya kekuatan yang sangat besar dan darahnya juga berbeda dengan manusia yang ada di sini.


Meski sudah ribuan orang mencoba menyelam ke danau itu tidak ada yang sanggup. Selain itu kedalaman danau juga tidak bisa diukur. Ikan di danau ini juga tidak ada di tempat lainnya. Ikan yang bermotif dan warna perak. Hanya saja ikan ini tidak bisa di makan karena akan membuat orang itu mati. Sebenarnya itu hanya berlaku untuk para vampir, tetapi golongan manusia asli jadi ketakutan untuk memakannya.


"Darling, bolehkah aku berenang di danau ini?" tanya Allura pada suaminya.


"Jangan, Honey. Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada kamu?" Xavier langsung memeluk tubuh Allura seolah takut istrinya nekad langsung menceburkan diri ke danau itu.


Allura pun mengurungkan niatnya, meski dalam hatinya dia berharap bisa berenang di sana karena begitu jernih dan dingin air di danau itu. Maka, dia pun duduk di sebuah batu yang ada di tepi dan memasukan kakinya ke danau. Dia menggerakkan kedua kakinya seolah sedang mengayuh.


Tanpa sengaja dia melihat ada seekor ikan berwarna perak yang berenang di dekat kakinya. Lalu, Allura pun menggerakkan kakinya pada ikan itu. Tanpa dia tahu kalau punggung ikan itu ada duri yang sangat keras. Akibatnya kaki dia terluka dan mengeluarkan darah.


Xavier dan beberapa anak buahnya yang sedang berbicara tidak jauh dari sana langsung bereaksi saat mencium wangi darah milik Allura. Mata mereka berubah merah, gigi taring dan kuku mereka memanjang.


"Oh, tidak!" Xavier dan segelintir vampir berdarah campuran level kuat menatap nyalang pada vampir berdarah campuran level lemah.


"Tuan, lindungi Nyonya Allura!" teriak Cedric saat melihat ada beberapa vampir melompat dari dataran atas masuk ke dalam gua lewat lubang cahaya matahari.


***


Akankah Xavier bisa melindungi Allura dari serangan mendadak dari vampir yang tiba-tiba muncul? Tunggu kelanjutannya, ya!