
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 36
Allura, Cedric, dan dokter kandungan berjalan di lorong ruang rahasia. Mereka sedang menuju tempat persembunyian sementara waktu sampai semua pertempuran selesai.
"Luna, kamu tidak apa-apa?" tanya Cedric pada dokter kandungan itu.
"Ya, aku tidak apa-apa. Apa masih jauh tempatnya?" tanya wanita muda itu.
"Lumayan," jawab Cedric.
Luna dan Allura masing-masing membawa satu bayi. Saat ini Allura berjalan dengan menggunakan kursi roda karena masih merasa lemas dan Cedric yang mendorongnya.
Selain menggendong bayi, Luna juga memegang lampu senter. Meski di kursi roda juga ada terpasang, tetapi menyorot ke arah jalanan saja.
Suasana lorong kastil yang dingin dan bau lembab membuat Luna merinding sepanjang dalam perjalanan. Bukannya takut hantu karena dia sendiri juga bangsa vampir.
"Cedric, di sini tidak akan ada musuh, 'kan?" tanya Luna.
"Aku rasa tidak. Lorong rahasia ini merupakan sebuah labirin. Kalau kamu tidak tahu jalur lorong, maka akan tersesat selamanya di sini," jawab laki-laki yang selalu berpenampilan rapi.
Allura hanya diam mendengar obrolan antara Luna dan Cedric. Dia dulu sering sekali berkeliaran di dalam lorong rahasia ini. Untungnya dia selalu memakai benang panjang saat masuk ke dalam lorong yang belum dia tahu. Dia sering berjalan masuk ke lorong sambil membuat denah peta sendiri, jadi tahu lorong-lorong ini akan terhubung ke mana nantinya.
Ketiganya berjalan dalam diam. Namun, tidak berapa lama bangunan itu bergetar. Ketiga orang itu langsung panik karena banyak debu dan kotoran yang berjatuhan. Bahkan kedua bayi itu pun langsung menangis.
"Apa yang terjadi?" tanya Luna dengan panik. Dia bersandar pada dinding karena takut tiba-tiba atap runtuh.
"Sepertinya ini akibat dari pertempuran tuan Xavier dengan Zero. Mereka itu sering sekali membuat kehancuran, jika bertarung. Makanya, mereka sering adu kekuatan di luar pulau atau di lahan tak berpenghuni," jawab Cedric.
Mereka pun melanjutkan lagi perjalanan menuju ruang rahasia. Lagi-lagi terjadi goncangan pada bangunan kastil. Tiap itu terjadi, kedua anak Allura pasti menangis kencang.
"Cedric, bawa bayi ini!" desis Luna.
Cedric menatap heran pada Luna. Dia tidak mengerti apa maksudnya.
"Kyaaaak!"
Cedric yang melihat itu langsung menendang Luna dengan keras sampai bayi yang ada di tangannya terlepas. Lalu, dengan sigap Cedric menangkap bayi itu.
"Nyonya Allura, aku minta Anda pergi dari sini dan bawa kedua bayi ini. Nanti aku akan menyusul," kata Cedric saat menyerahkan bayi itu pada ibunya.
"Baik. Kamu harus susul aku nanti!" ujar Allura.
"Iya, Nyonya."
Cedric pun menahan serangan Luna agar Allura bisa melarikan diri. Laki-laki itu tidak tahu apa yang sudah terjadi pada temannya itu.
"Luna, ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba berubah seperti ini?" tanya Cedric sambil menahan serangan yang dilancarkan oleh dokter wanita itu.
Luna terus melakukan gerakan mencakar dan menendang pada Cedric. Meski begitu, laki-laki itu merasa kewalahan.
'Tenaga Luna tiba-tiba menjadi kuat seperti ini. Sebenarnya apa yang sudah terjadi padanya?' Cedric masih menahan serangan Luna.
Saat merasa terpojok karena terus menahan serangan, Cedric pun menendang Luna dengan kuat. Dia bisa bernapas sejenak.
"Ada apa denganmu?" tanya Cedric dengan menatap lekat.
"Cedric, bunuh aku. Cepat!" Tiba-tiba saja Luna bicara seperti dia biasanya.
"Luna, ada apa sebenarnya? Kenapa kamu tiba-tiba berubah dan menyerang?" tanya Cedric.
Bukannya menjawab, Luna kembali menyerang Cedric. Dia menusukan kuku panjang yang runcing ke arah tubuh laki-laki yang dia sukai secara diam-diam.
Cedric berhasil menahan serangan itu dan memukul kepala Luna agar wanita itu tidak sadar. Tetapi masih saja kuat dan masih bisa bertahan.
"Aku tidak akan mudah kamu kalahkan!" Luna pun menyerang Cedric.
"Luna, kamu ini kenapa?" Cedric meringis menahan serangan dari Luna yang tenaganya jauh lebih besar dari biasanya.
***
Apa yang menyebabkan Luna berubah? Tunggu kelanjutannya, ya!