
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 33
Para vampir yang berada di kaki bukit saling menyerang satu sama lain untuk memusnahkan lawannya. Kelompok Light tidak ada hentinya mendapat serangan dari vampir yang terus berdatangan ke sana.
"Tuan, mereka terus berdatangan tiada henti dan kita semua sudah kelelahan. Apa boleh kita menggunakan pil itu?" tanya salah seorang anak buah kepada sang komandan pemimpin pasukan yang ada di kaki bukit.
Melihat para anak buah Light sudah banyak yang kelelahan dan jumlah lawan yang terus berdatangan ke sana. Maka dia pun memutuskan untuk menyuruh mereka meminum pil formulanya masing-masing. Hal disambut gembira oleh mereka.
Setelah mengkonsumsi pil formula itu, luka yang ada di tubuh mereka sembuh dengan cepat. Selain itu, kekuatan mereka pun bertambah berkali-kali lipat.
Melihat perubahan yang terjadi pada anak buah Xavier, para vampir dari kelompok Shadow sangat terkejut. Mereka pun jadi ingin tahu apa yang sudah terjadi pada tubuh lawannya itu.
"Selain luka di tubuhnya cepat sembuh, ternyata kekuatannya mereka juga semakin kuat. Sebenarnya apa yang sudah mereka lakukan tadi sehingga bisa jadi seperti?" tanya salah seorang vampir anak buah Zero.
Anak buah Xavier terus memberikan serangan terbaik untuk memusnahkan vampir jahat. Mereka berusaha mengalahkan vampir yang terus saja berdatangan ke kaki bukit, seakan tiada ada hentinya.
Vampir liar seperti ini memang banyak jumlahnya, akan tetapi mereka tidak sekuat para vampir yang sudah terlatih dalam bertempur seperti anak buah Shadow maupun anak buah Light.
Jadinya, mereka dengan mudah bisa dimusnahkan. Sekarang anak buah Light sudah sangat kuat dan tubuhnya bisa bergerak dengan sangat cepat. Mereka menusukkan pisau perak ke jantung lawan dengan mudah dan musuh langsung hancur.
"Habisi dulu vampir yang lemah itu, karena mereka sangat merepotkan dengan jumlah yang banyak seperti ini!" perintah sang komandan dan dijalankan oleh anak buahnya dengan patuh.
"Rasakan ini makhluk-makhluk merepotkan!" Anak buah Xavier bersemangat untuk memusnahkan musuhnya.
***
Sementara itu, Zero masih menyerang anak buah Xavier yang berjaga di benteng kastil, lebih tepatnya di depan pintu gerbang. Dia dalam mode menggunakan kekuatan penuh sebagai vampir berdarah murni.
Meski anak buah Xavier sudah mengkonsumsi pil formula itu. Mereka tetap belum bisa mengalahkan Zero. Paling hanya melukainya saja.
"Tidak bisa dipungkiri kalau vampir berdarah murni itu kekuatan dan kecepatannya tidak akan bisa ditandingi oleh sembarangan vampir berdarah campuran," ucap anak buah Xavier.
"Ingat apa kata tuan Xavier, 'Tidak ada satu pun makhluk yang tidak memiliki kelemahan. Pastinya dia juga kelemahan sama seperti kita. Maka, kita harus cari tahu apa yang menjadi kelemahannya!', bagitulah kira-kira." Sang Komandan bagian penjaga benteng memberikan semangat juang kepada anak buahnya.
Kini mereka pun semangat kembali untuk melakukan perlawanan dan memberikan serangan kepada Zero. Sambil menyerang mereka terus mengamati keadaan Zero, kira-kira apa yang bisa menjadi kelemahan vampir ini.
Pemimpin kelompok Shadow itu pun, sekarang merasa kesulitan karena lawannya memberikan serangan secara membabi buta. Dia pun memakan pil menambah energi buatan laboratorium dari kelompoknya sendiri.
"Kalian pikir bisa mengalahkan aku!" Aura di tubuh Zero pun mengeluarkan energi yang sangat kuat.
***
Kesal sekali hari ini 😭😭 Menulis sejak suduh mencicil sedikit demi sedikit. Akhirnya hampir 1000 kata, malah ilang. Mana waktu sudah mepet jam 22:00:00.