
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan dengan kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 28
Xavier menyentuh wajah Allura yang dirasa aneh. Wajahnya terlalu pucat untuk ukuran manusia yang sedang sakit. Dia sangat takut kalau Allura tidak mampu bertahan saat menjalani kehamilannya ini, apalagi yang ada dua jalan baik yang ada di dalam perutnya.
"Darling," panggil Allura dengan sangat pelan seakan dia kesulitan untuk berbicara.
"Iya, Honey. Ada apa? Apa ada yang sakit?" tanya Xavier dengan tatapan nanar.
"Hmmm," balas Allura dengan menggeleng sangat pelan.
"Aku akan minta dokter kembali, untuk memeriksa keadaan dengan kamu," ujar Xavier.
"Ada apa, Tuan?" tanya dokter kandungan yang sejak tadi duduk di kursi miliknya. Dia pun memeriksa keadaan Allura.
"Nyonya, apa yang Anda rasakan saat ini?" tanya dokter wanita itu.
"Perut aku terasa sangat panas," jawab Allura.
Maka dokter itu pun memegang perut Allura dan terasa sangat panas sekali. Seakan perutnya sedang mendidih. Dokter itupun menggunakan stetoskop untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam perut Allura. Terdengar bunyi yang sangat berisik sekali di dalam sana.
"Sepertinya kita harus memberikan transfusi darah untuk Nyonya," kata dokter itu.
Mendengar hal itu, membuat Xavier menjadi panik karena jika darah Allura sampai tercium oleh para vampir semua akan menjadi kacau. Dia pun menolak keinginan dokter itu.
Xavier pun menghubungi para ilmuwan yang bekerja di laboratorium, untuk menyiapkan formula darah yang dulu diambil dari tubuh Allura. Dia ingin mencoba memberikan formula itu pada istrinya yang sedang hamil.
***
Allura pun mendapat perawatan secara intensif di kastil dan dalam pengawasan dokter pribadinya. Tadi saat pulang dari rumah sakit, Allura sempat diberikan satu suntikan cairan formula. Serta hasil yang didaptkannya sangat memuaskan. Keadaan tubuh dia kembali normal kembali seperti sedia kala.
"Tuan apa ini semua terjadi karena Nyonya Allura sedang hamil anak dari vampir berubah murni?" tanya Lukas.
"Aku juga tidak tahu. Mungkin saja itu terjadi, karena banyak sekali wanita dari golongan manusia biasa yang bisa melahirkan anak dari vampir berdarah murni. Bahkan kebanyakan dari mereka mati saat janin masih di dalam kandungan," jawab Xavier dengan suara pelan.
"Tuan, Anda sudah tahu akan terjadi hal seperti ini, tetapi menginginkan Nyonya Allura untuk menggendung benih Anda." Lukas tidak menyangka kalau tuannya sangat berani mengambil resiko terhadap wanita yang dicintainya ini.
"Itu karena aku marasa yakin kalau Allura adalah wanita yang spesial dan hanya tercipta untukku," balas Xavier. Lukas pun tersenyum.
***
Hari demi hari pun telah berlalu dan kini usia kandungan Allura sudah 4 bulan. Meski baru berusia 16 minggu tetapi perutnya sudah sangat besar seakan sudah mencapai 36 minggu. Bahkan para dokter pun sudah memeriksa keadaan bayi lewat USG. Ternyata para bayi itu sudah siap dalam posisi untuk dilahirkan.
"Tuan, sebaiknya Nyonya harus selalu dalam pengawasan ketat. Karena dilihat dari posisi bayi, mereka sebentar lagi akan terlahir ke dunia ini," ucap dokter yang sedang memeriksa kandungan Allura.
"Apa? Bagaimana bisa itu terjadi? Sedangkan usia kandungan menurut hitungan masih 4 bulan," tanya Xavier.
"Saya juga tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi kepada Nyonya," jawab dokter yang kini merasakan gerakan perut Allura.
"Lihat, Tuan! Kedua bayi ini sangat aktif bergerak," lanjutnya lagi.
"Darling, perut aku terasa mulas!" teriak Allura tiba-tiba.
"Apa mau melahirkan?" tanya Xavier malah panik.
"Mulas sekali. Rasanya ingin keluar," ucap Allura sambil mengerang kesakitan.
Dokter itu pun langsung memanggil tim medis lainnya. Dia juga meminta untuk membawa beberapa obat formula yang khusus disiapkan untuk saat kelahiran.
"Tenang, Honey. Semua akan baik-baik saja," kata Xavier sambil menggenggam tangan istrinya dengan erat.
"Aaaakh, aku tidak bisa menahannya lagi. Ini terlalu sangat sakit!" teriak Allura sambil membalas genggaman tangan Xavier sambil lebih kuat.
"Kalian cepat lakukan tindakan agar istriku tidak terlalu lama merasakan kesakitan ini!" titah Xavier kepada tim medis.
Dokter dan beberapa tim medis lainnya, segera menyiapkan tempat untuk melakukan proses kelahiran bayi tuan mereka. Hanya ada dua yang tersisa di ruangan itu, yaitu dokter yang menangani dan seorang tim medis yang akan membantunya.
Hanya dalam waktu singkat, kastil itu langsung dikosongkan. Sebab, bagaimanapun juga Allura pasti akan mengeluarkan darahnya. Xavier takut terjadi kekacauan yang besar, saat istrinya melahirkan. Yaitu mendapat serangan tiba-tiba dari para vampir yang kehilangan kendali atas dirinya. Gara-gara mencium wangi darah Allura nanti.
Saat ini yang ada berada di dalam kastil hanya ada 7 orang. Mereka adalah Allura, Xavier, Cedric, Lukas, Dokter dan asisten dari medis.
"Kalian harus benar-benar bisa mengendalikan diri. Kalau tidak ... aku tidak akan segan-segan membunuh kalian! Jika terjadi sesuatu yang buruk kepada Allura dan kedua anakku nanti," ancam Xavier kepada orang-orang yang ada di sana.
Xavier sudah menyiapkan pistol yang berisi peluru perak. Selain itu pisau perak juga dia siapkan. Dia akan menggunakan kedua senjata itu untuk menghabisi siapa saja yang akan mencelakai keluarganya.
"Tuan, sebaiknya kita semua juga meminum pil formula terlebih dahulu. Agar kita bisa meningkatkan kekuatan kita, untuk menekan sisi liar yang ada dalam diri kita," ucap Cedric.
Dulu Cedric pernah mencoba hal ini saat berada di Pulau Aprhodite. Sebelum pergi ke festival dan pesta dansa itu, dia meminum satu butir pil formula. Rasanya sangat luar biasa, dia bisa mengendalikan diri saat mencium wangi darah Allura.
Maka kelima orang itu memakan pil formula sebelum melakukan proses kelahiran. Sementara itu, Allura sendiri diberikan suntikan cairan formula untuk menguatkan kondisi tubuhnya. mereka sudah menyiapkan lima tabung cairan formula itu dalam proses melahirkan.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya dokter kepada asistennya.
Terlihat Allura sedang meringkas kesakitan. Dia sudah tidak sabar ingin segera mengeluarkan bayinya.
"Sudah. Dan kondisi Nyonya Allura saat ini dalam keadaan baik. Sudah siap untuk melakukan proses melahirkan," jawab sang asisten.
"Baiklah kalau gitu. Sekarang kita akan melakukan proses kelahiran kedua bayi ini."
Dokter itu pun bersiap-siap dengan memberikan aba-aba kepada Allura. Saat ini pembukaan sudah mencapai pembukaan sepuluh dan bayi siap untuk keluar dari dalam perut Allura.
"Darling, ini sakit sekali," erang Allura dengan mencengkram sangat kuat kedua tangan Xavier.
***
Akankah proses melahirkan alur berjalan dengan lancar dan baik? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku yang lainnya.