
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 31
Allura merasakan mulas kembali ingin melahirkan anak keduanya. Dia mengerang kesakitan karena bayinya sulit untuk keluar.
"Aaaa … Darling, ini lebih sakit dari yang tadi," ucap Allura sambil mengejan.
"Kamu pasti bisa, Honey. Ayo keluarkan dia agar bisa bertemu dengan saudaranya lagi," kata Xavier menyemangati Allura.
Dokter pun memberi aba-aba kapan alura bisa menarik napas dan mengejan. Bukan hanya Allura yang merasakan kelelahan, tetapi dokter juga merasakan hal yang sama. Selain itu dia harus berjuang menahan diri agar jangan sampai terpancing oleh warna dan wangi darah milik Allura.
Allura kembali mengejan dengan kuat dan berusaha mengeluarkan seluruh tenaganya untuk melahirkan anak kedua. Dia merasa kalau bayi kedua terasa lebih besar dibanding dengan bayi yang pertama.
"Aaaak … Darling!" Allura menjambak rambut Xavier dengan kuat.
"Bagus Nyonya! Kepala bayi sudah mulai terlihat. Sekali lagi keluarkan tenaga Anda," kata dokter itu menyemangati Allura.
"Aaaa … aku sudah tidak kuat lagi!" teriak Allura.
***
Sementara itu kelompok Shadow yang berjumlah 700 orang, kini sedang mengepung bukit tempat kastil Xavier. Dia dan beberapa anak buahnya di bagi dua kubu. Kubu pertama mendatangi kastil Xavier sedangkan kubu kedua datang ke hutan Savana yang dipimpin oleh Pierre.
Mereka harus mendapatkan darah yang begitu manis dan menggoda bagi semua vampir. Zero yakin kalau darah itu mau memiliki kekuatan yang sama dengan darah Saintess Aphrodite.
"Kita harus berhasil masuk ke dalam kastil dan membawa sumber darah suci itu," ucap Zero pada anak buahnya saat mereka berhadapan dengan anak buah kelompok Light.
"Kalian tidak bisa dengan mudah memasuki kawasan kekuasaan kami ini!" Seorang komandan tim dari kelompok Light berdiri di hadapan Zero dan pasukannya.
"Serang!" teriak Zero kepada anak buahnya.
"Kyaaaaa!" Para anak buah Shadow pun langsung berubah dirinya dalam mode monster vampir dan menyerang ke arah kelompok Light.
"Serang!" teriak komandan kelompok Light.
"Kyaaaa!" Para pasukan vampir dari kelompok Light pun berubah dengan mata merah, gigi taring runcing, dan kuku tangan semuanya memanjang.
Kedua kamu itu saling menyerang satu sama lain. Anak buah kelompok lain sudah terbiasa berlatih menggunakan pisau belati perak atau pisau berukuran besar. Sebab, jika menggunakan pistol jumlahnya akan terbatas saat melawan para musuh dalam jumlah yang banyak.
Mereka saling mencakar menikah menggunakan pisau belati dan menendang. Suasana yang cerah berbanding terbalik dengan keadaan di kaki bukit ini. Di mana para vampir saling menyerang untuk membunuh lawannya. Banyak sekali vampir yang berubah menjadi abu, setelah ditikam 3 kali jantungnya menggunakan pisau perak.
"Si_al!" umpat anak buah Shadow.
Para vampir kelompok Shadow, merasa kewalahan saat melakukan serangan terhadap vampir yang mahir mengunakan pisau belati kecil. Kapten kelompok Light menyerang lawannya dengan menggunakan enam pisau belati perak yang tersambung dengan benang. Benang itu sangat tipis tapi kuat. Sekali serang dia bisa menancapkan tiga belati perak sekaligus ke jantung lawannya dan langsung berubah menjadi abu. Lalu, dia akan kembali menarik benang itu secara kuat dan pisau belati itu akan kembali ke tangannya. Dia menggunakannya di tangan kanan dan kiri sehingga dalam sekali serangan bisa membunuh dua orang vampir sekaligus.
"Kalian pikir kelompok kami lemah!" Zero marah dan mengeluarkan kekuatan sebagai seorang vampir berdarah murni.
"Kalian salah!" teriak Zero.
"Berubahlah kalian menjadi monster yang sesungguhnya!" perintah Zero pada anak buahnya.
Vampir kelompok Shadow pun memakan sebuah pil dan mengubah mereka menjadi lebih kuat dan cepat. Bahkan rupa mereka pun lebih menyerupai monster buruk rupa.
Kekuatan, kecepatan, dan gerakan Zero menjadi jauh lebih hebat berkali-kali lipat. Banyak sekali vampir dari kelompok Light yang mati karena kekuatan yang dimiliki oleh Zero ini. Dia menyerang menggunakan dua pisau perak di kedua tangannya.
***
Akankah Zero berhasil masuk ke ke dalam kastil? Apa Allura berhasil melahirkan anak keduanya? Tunggu kelanjutannya, ya!