Two Hearts

Two Hearts
Pulihnya ingatan chanyeol



Suasana taman kota di siang hari cukup ramai,mengingat saat ini waktu akhir pekan sehingga banyak orang yang menghabiskan waktu di taman kota sekedar untuk jalan-jlana atau oun piknik.Saat ini chnayeol sedang berada ditaman kota bersama rose, mereka sedang menikmati piknik berdua.Mereka memilih tempat yang tidak terlalu banyak orang,Sehingga bisa lebih leluasa menghabiskan waktu berdua.


Rose tidur di pangjuan chanyeol,Dengan telaten chanyeol menyuapi rose.


dua minggu setelah kejadian itu rose positif hamil,Semenjak itu chanyeol semakin perhatian pada rose mengingat rose sedang mengandung buah hatinya.


"Fedrick, baby ingin ice cream.?"


"Kamu mengidam lagi?"


"Sepertinya begitu."


"Baiklah,aku akan cari kan."


Rose pun bangkit, chanyeol segera pergi untuk membeli ice cream. setelah berkeliling akhirnya chnayeol menemukan pedagang ice cream.Saat akan menghampiri pedagang ice cream,Langkah chanyeol terhenti saat melihat anak kecil yang berdiri di tengah jalan dari kejauhan terlihat mobil yang akan melintas.


Chanyeol segera berlari menyelamatkan anak kecil itu,Anak kecil itu selamat tetapi chanyeol tak sadarkan diri karena kepala nya terbentur batu.Anak kecil itu menangis saat melihat darah dari kepala chanyeol,mendengar tangisan anak kecil itu,orang-orang pun menghampir nya.


"Astaga pria itu terluka,cepat panggilkan ambulan."


Ujar salah satu pengunjung taman, pengunjung taman lain pun segera menelepon ambulan.Beberapa menit kemudian ambukan datang,petugas medis segera membawa chanyeol ke rumah sakit.Sementara itu rose mulai gelisah, mengingat sudah hampir dua jam chanyeok tak kunjung kembali.Rose pun segera menelepon chnayeol,rose meresa heran kenapa orang lain yang menjawab telepin chanyeol? Rose terkejut saat petugas rumah sakit,petugas rumah sakit memberitaukan jika chanyeol mengalami kecelakan.Rose segera membereskan barang bawaan nya, lalu bergegas menuju rumah sakit.Sesampai di rumah sakit,rose segera menuju ruangan chanyeol.Rose menarik kursi lalu duduk di dekat blankar,Beberapa menit kemudian chanyeol pun sadar.


"Rose kenapa kamu ada disini?


"Tentu saja aku disini,menemani


calon suamiku."


"Apa maksudmu rose?"


"Kita akan segera menikah,apa kamu lupa.?"


"Tidak mungkin,mana clarissa istriku.?"


"Dia di korea, sekarang kamu di australia."


"Aku harus kembali ke korea,clariss pasti


mengkhawatirkanku."


"Cukup chan,diam disini jangan pergi


kemana-mana!"


Ujar rose penuh amarah, rose segera keluar dari ruangan itu untuk menemui dokter. sementara chanyeok menatap bingung pada kepergian rose,Chanyeol tidak mengerti mengapa ia berakhir dengan rose,Yang terakhir chanyeol ingat ia mengalami kecelakan pesawat.Rose membuka pintu ruangan dokter dengan kasar,dokter pun tersentak kaget. rose segera menghampiri dokter yang menangani chanyeol.


"Dokter apa yang terjadi pada kekasihku?


mengapa sikap dia berubah?"


"Nona tidak usah khawatir, karena


ingatan pasien sudah pulih."


"Apa jadi ingatan kekasihku kembali."


"Ia nona,selamat kekasih anda sudah


sembuh total."


Rose sangat kecsal,rose segera meninggalkan ruangan dokter itu lalu kembali ke ruangan chanyeol.Rose takut chanyeol melarikan diri, sehingga rose segera menghubungi para bodyguard ny untuk membantu mengawal chanyeol.


"Siapa kalian?"


"Dia body guardku."


"Apa maksud mu mendatangkan mereka."


"Agar sunbae tidak kabur, cepat bawa dia."


"Baik nona."


Ke tiga bodyguard itu segera menyeret chanyeol meninggalkan rumah sakit, rose mengikuti dari belakang.Sesampai di mansion,amarah chanyeol meledak.


"Rose apa maksud senua ini.?"


"Sunbae aku adalah orang yang menyelanatkanmu,kita tinggal bersama


selama 4 bulan apa sunbae tidak ingat?"


"Aku tak ingat rose,rose aku sangat berterimakasih,tapi aku tak bisa tinggal di sisimu."


"Tidak sunbae,sunbae akan tetap disini bersamaku."


Rose memberi isyarat pada bodyguardnya agar mengurung chanyeol di gudang, bodyguard nya pun segera menggiring chanyeol menuju gudang.


"Sunbae aku akan memberimu dua pilihan,tetap tinggal denganku atau


kau pikih kabur,jika kabur sunbae akan terjebak di ruangan ini."


"Rose kamu sudah gila, lepaskan aku rose."


"Lebih baik sunbae pikirkan lagi tawaranku."


Rose melenggang pergi meninggalkan ruangan itu.Tanpa mereka sadari marcus memperhatikan nya dari kejauhan,Setelah bodyguard pergi marcus segera membuka ruangan itu dengan kunci cadangan.Pintu pun terbuka,marcus segera menghampiri chanyeol.Chanyeol terkejut saat pria asing memasuki ruangan itu,chanyeol harap pria itu bisa membantunya.


"Chanyeol ssi,kenalkan aku marcus cho


aku salah satu pelayan di mansion ini."


"Marcus,apa kamu tau kenapa aku bisa


berada di mansion ini?"


"Ne saya tau,akan saya ceritakan."


Marcus menceritakan semuanya pada chanyeol, kecuali rencana rose menjebak chanyeol pada malam itu.Chnayeol pun mulai mengerti situasinya,Pantas saja rose sangat marah saat dia menyebut clarissa,Ternyata rose sangat terobsesi padanya. chnayeol meminta tolong pada marcus agar membantu dia kabur,Awalnya marcus menolak karena dia tak ingin mengkhianati rose.Chanyeol memberitau marcus jika istrinya sedang mengandung,Sehingga chanyeol harus segera pulang.Marcus merasa tak tega,Akhirnya marcus pun mau membantu chnayeol kabur dari mansion itu.


"Baiklah,aku akan membantumu nanti malam,


"Gomawo marcus,aku berhutang padamu."


Marcus tersenyum, dia segera pergi dari ruangan itu.dan benar saja selang beberapa menit kedua bodyguard itu kembali.Malam harinya marcus mulai menjalankan rencana,Marcus menaruh obat tidur pada minuman lalu memberikan nya pada kedua bodyguard yang berjaga.


"Ini paman di minum dulu kopinya."


"Wah kopi nya harus sekali."


"Marcus memang pandai meracik kopi."


Kedua bod guard itu segera meminum kopi,baru setengah gelas mereka sudah tertidur pulas.Marcus segera mengambil kuncil lalu membuka pintu itu,pintu pun terbuka.Marcuss segera menghampiri chanyeol yang sudah menunggunya.


"Bawalah tas ransel ini,di dalamnya ada alamat apartement ku dan buku tabunganku, kamu boleh memakainya,Untuk sementara kamu tinggal dulu di apartementku sambil menunggu visa dan pasportmu jadi."


"Baiklah,tapi apakah apartementmu aman?"


"Tenang saja,nona tidak mengetahuinya."


"Baiklah aku pergi dulu,jika kamu ke korea


jangan sungkan meminta bantuanku."


"Ok,cepat pergi sebelum mereka sadar."


Chanyeol keluar dari ruangan itu terlebih dahulu,setelah chanyeol pergi marcus segera menguci pintu lalu bergegas menuju ruang cctv.sesampai disana marcus segera menghapus rekaman percakapan nya dengan chanyeo.Setelah itu marcus bergegas menuju kamarnya,Saat akan kembali ke kamarnya marcus berpaoasan dengan rose.


"Nona belum tidur?"


"Aku terbangun karena lapar."


"Mau aku masakan?"


Rose menangguk,mereka pun bergegas menuju dapur.sesampai di dapur khyuhyun mengambil bahan segar dari kulkas,Lalu mulai berkutat dengan peralatan dapur.Rose menopang wajahnya dengan kedua tangannya,Memperhatikan marcus yang sedang memasak.Marcus terlihat tampan dan sexy saat sedang memasak,ditambah lagi dia tak mengenakan kaca mata,Sehingga menambah kadar ketamlanannya.Selesai memasak,marcus mematikan kompor lalu menuangkan nasi goreng yang dia buat kedalam piring.Marcus membawa piring itu,lalu meletakan nya di atas meja kitchen bar.


"Silahkan dinikmati nona,selagi masih hangat."


"Thanks marcus."


Ujar rose sambil tersenyum,seketika marcus menjadi salah tingkah.marcus bergegas pergi,Tetapi langkahnya terhenti saat rose memanggilnya.


"Marcus,bisakah temani aku?"


"Baiklah nona."


Marcus berbalik,dia menarik kursi lalu duduk di samping rose.rose pun mulai menikmati nasi goreng itu dengan lahap.Beberapa menit kemudian rose pun selesai,marcus bangkit dari duduknya lalu membuatkan susu hamil untuk rose.Setelah selesai,marcus memberikan pada rose.


"Minumlah."


"Thanks marcus."


Rose mengambil gelas itu,lalu meminumnya sampai habis.setelah itu rose pergi meninggalkan dapur terlebih dahulu mengingat dia sudah mengantuk.Sementara marcus masih berada di dapur,Marcus menatap punggung rose yang menghilang di balik pintu.Seandainya saja dia terlahir di keluarga berada,Mungkin marcus tidak akan ragu untuk memperjuangkan rose,Tetapi sayang takdir berkata lain.


Sementara itu,ditempat lain chanyeol baru saja sampai di apartement sederhana marcus.Apartemen marcus sangat sederhana,tetapi membuat chanyeol merasa nyaman.


Apartemen marcus sangat rampi dan bersih.Chanyeol menaruh tas ransel di bawah tempat tidur,Chanyeol berbaring di atas tempat tidur.Chanyeol menatap langit-langit kamar,Wajah clarissa muncul di benaknya.Chanyeol sangat merindukan clarissa,Chanyeol sudah tak sabar ingin kembali ke korea untuk menemui clarissa.


Tetapi chanyeol harus menunggu,


mengingat dia belum memiliki pasport dan visa sehingga terpaksa menunda ke pulangan ke korea.Rasa kantuk mulai chanyeol rasakan,Perlahan mata chanyeol terpejam chanyeol pun mulai menyelami alam mimpi.


Keesokan harinya,rose marah besar saat mengetahui jika chanyeol berhasil kabur.yang membuat rose semakin marah karena rekaman cctv di kamar chanyeol dan di depan gerbang terhapus,Sehingga sulit untuk mencari kemana perginya chanyeol.


"Kalian sangat teledor,gara-gara kelalaian kalian calon suamiku melarikan diri.!"


"Maaf nona,semalam kami tertidur."


"Aku tak menerima alasan apapun,


mulai sekarang klaian di pecat.!"


"Ampun nona,jangan pecat kami."


"Pengawal,bawa mereka.!"


Tak lama,dua orang body guard berbadan besar menyeret kedua penjaga itu, dari kejauhan marcus memperhatikan mereka.Marcus merasa bersalah pada rekan kerjanya, tetapi marcus tidak bisa berbuat apa-apa,Mengingat marcus sudah terlanjur membantu chanyeol.Beberapa hari kemudian,visa dan passport chanyeol pun jadi,berkat bantuan orang kenalan marcus,Semua bisa selesai lebih cepat.Saat tengah malam,marcus diam-diam keluar dari mansion untuk menemui chanyeol.Untungnya penjaga gerbang tidak ada yang curiga,Mengingat marcus mengatakan jika dia harus pergi ke rumah sakit untuk menemui kerabatnya yang sakit.


Setengah jam kemudian,marcus pun sampai.marcus turun dari mobil,berjalan menuju gedung apartement.Marcus masuk kedalam lift lalu menekan tombol menuju lantai apartementnya,Beberapa menit kemudian lift kembaki terbuka.Marcus


keluar dari lift lalu berjalan menuju unit apartementnya.Sesampai di depan pintu apartement,marcus segera menekan bel,Tak lama chanyeol membukakan pintu.


"Masuklah."


Marcus masuk kedalam apartement nya,mereka duduk di sofa yang berada di ruang tengah,Mereka pun memulai obrolan.


"Passport dan visa mu sudah jadi,aku juga sudah membeli tiket pesawat,kamu bisa


kembali ke korea besok."


"Terima kasih marcus,aku sangat


berhutang padamu."


"Tidak usah sungkan,chan apa kamu yakin akan kembali ke korea?"


"Apa kamu tak memikirkan rose


dan anak yang dia kandung.?"


"Mungkin terdengar berengsek,


tapi aku merasa tak yakin jika anak itu adalah darah dagingku."


"Baiklah terserah kamu saja,aku harap kamu tak menyesali keputusan yang kamu ambil."


Marcus bangkit dari duduknya,lalu melenggang pergi meninggalkan apartement itu.chanyeol menatap heran pada marcus,Entah mengapa marcus terlihat sangat perhatian pada rose.Chanyeol tidak ingin ambil pusing,ia segera mengemas pakaiannya mengingat dia akan kembali ke korea esok harinya.To be continue............