Two Hearts

Two Hearts
Kabar Duka



Hari terus berganti, tak terasa usia kandungan clarissa sudah memasuki usia 3 bulan. clariss merindukan chanyeol, sudah hampir


3 bulan, clarissa belum mendapat kabar. pencarian korban pesawat masih terus di


lakukan, tetapi chanyeol belum juga di temukan.


Clarissa sangat senang saat mendapat telpon dari pihak bandara, tetapi wajah nya berubah saat clarissa mendengar kabar duka tentang


chanyeol.


"selamat siang nyonya, saya dari pihak bandara ingin mengabari jika jasad Tn chanyeol sudah ditemukan, jenazah nya


akan tiba di korea besok, saya turut berduka cita nyonya"


"tidak tidak mungkin, suamiku masih hidup"


Clarissa menangis histeris, tak lama minhyun datang menghampirinya. minhyun keheranan saat melihat, clarissa yang tertunduk di lantai sambil menangis tersedu-sedu.


"ada apa cla?


"chanyeol hikss"


"ada apa dengan chanyeol?


"pihak bandara mengabari jika jasad


chanyeol sudah di temukan, aku yakin


itu bukan chanyeol, sumiku tak mungkin


meninggalkanku"


Minhyun menarik clarissa kedalam pelukannya, mencoba menenagkan clarissa.


jujur hati minhyun sakit melihati, clarissa bersedih seperti ini, tetapi lagi-lagi ego menguasi dirinya. Minhyun tak menyangka,


jika rose sangat terobsesi pada chanyeol,


sehingga ia melakukan segala cara untuk


memiliki chanyeol.


"minhyun, aku takut hikss"


"kau harus tenang cla, kita belum melihat


jasad pria itu, masih ada kemungkinan


jika pria itu bukan chanyeol"


"tapi bagimana jika pria itu ternyata chanyeol?


"sudah, jangan terlalu difikirakan


pikirkan kondisi bayimu"


"baiklah"


"apa kamu sudah makan?


"aku tak berselra"


"baiklah, aku akan memasak untukmu


Clarissa menggiring minhyun menuju dapur, sesamai di sana clarissa hanya duduk di meja makan, memperhatikan minhyun yang sedang menyiapkan sayur dan daging. clarissa ingin membantu, tetapi minhyun


menyuruhnya diam saja, karena minhyun


tak ingin clarissa kelelahan.


Clarissa menopang dagu, sambil memperhatikan minhyun yang sedang


memasak. clarissa tidak menampik ketampanan minhyun, minhyun memang


tampan, apalagi saat sedang memasak.


beberapa menit kemudian, minhyun pun selesai. ia membawa masakannya, lalu


menyajikan di atas meja.


Mata clarissa berbinar saat melihat masakan yang tersaji di atas meja, masakan minhyun terlihat sangat menggiurkan, membuat perut


clarissa semakin keroncongan.


"jangan terus menatapnya, itu


takkan membuatmu kenyang"


"bolehkah aku makan sekarang?


"makanlah yang banyak, agar baby sehat"


"gomawo oppa"


Clarissa mengambil sumpit, ia mulai menikmati masakan minhyun dengan lahap.


minhyun tersenyum, melihat tingkah clarissa.


apapun yang wanita itu lakukan, selalu menarik di mata minhyun, dan semakin


membuat minhyun jatuh cinta.


Selesai memasak, minhyun mencuci peralatan dapur. clarissa ingin membantu minhyun, tetapi lagi-lagi minhyun tidak mengizinkan, sehingga clarissa hanya


duduk manis, sambil memperhatikan


minhyun yang sedang mencuci peralatan


dapur.


"oppa, apa oppa tidak lelah?


"tidak, aku sudah terbiasa cla"


"oh ia, kapan opppa mulai bekerja?


"besok"


"baguslah, akhirnya oppa memiliki


kesibukan"


"sebenarnya aku malas bekerja,


aku ingin menemanimu saja di rumah"


"jangan berbicara seperti itu oppa,


menjagaku bukan kewajiban mu"


"baiklah, tetapi jika terjadi sesuatu


hubungi aku, aku akan langsung


menemuimu"


"ne ne oppa, araseo"


"pergilah tidur siang, ibu hamil harus banyak istirahat"


"aku tidak mengantuk oppa, temani aku


menonton saja ya"


"yasudah, kajja"


Clarissa & minhyun meninggalkan dapur, mereka menuju home teather. sesampai disana, clarissa memilih cd film horo indonesia, lalu mereka pun mulai menonton.


di awal film clarissa sangat antusias, mengingat di dalam film itu menceritakan


tentang urband legend hantu di suatu daerah


yang berad di indonesia.


Di pertengahan film, saat hantu muncul secara tiba-tiba. clarissa sangats takut,


refleks clarissa memeluk minhyun. minhyun


membiarkan clarissa bersembunyi di pelulannya, minhyun kembali fokus menyaksikan film horor yang membuat


minhyun penasaran. pelukan minhyun terasa hangat dan nyaman, perlahan mata clarissa


terpejam, clarissa pun tertidur.


Selesai menonton film horor, minhyun menggendong clarissa memindahkan


clarissa menuju kamarnya, setelah itu


minhyun meninggalkan kamar clarissa,


lalu menuruni anak tangga menuju lantai1,


sesampai disana, minhyun berpamitan


pada Ny lee untuk pulang.


"eomonim, aku pamit pulang dulu"


"makan malam disini saja, kenapa


buru-buru?


"ada yang harus aku kerjakan eomonim,


besok aku mulai kerja"


"baiklah, hati-hati di jalan"


Setelah berpamitan, minhyun berjalan menuju pintu utama mansion. minhyun keluar dari mansion keluarga lee, minhyun berjalan menuju mobil hitam nya yang terparkir di pekarangan mansion, sesampai disana


minhyun memasuki mobil hitam itu.


tak lama, mobil hitam pun melaju meninggalkan kawasan mansion itu.


Keesokan harinya, pihak bandara kembali memberi kabar apda clarissa jika jenazah


yang diduga chanyeol sudah tiba di korea.


clarissa segera menuju rumah sakit, mengingat jenazah itu langsung di bawa


ke rumah sakit, sepanjang perjalanan


menuju rumah sakit, clarissa merapalkan


doa, clarissa berharap jika jenazah yang


ditemukan, bukanlah jenazah chanyeol.


Setengah jam kemudian, clarissa sampai


di haesung hospital. clarissa turun dari mobil,


ia berjalan memasuki rumah sakit,clarissa


"permisi, jenazah korban kecelakaan pesawat


di ruangan mana ya?


"jenazahnya sudah di simpan di ruangan khyusus nyonya, dari sini lurus saja lalu


belok kanan"


"ah ne, kamsahamnida"


Clarissa berjalan menuju ruangan temapat menaruh jenazah, sesampai disana clarissa


memasuki ruangan itu. clarissa menghampiri


petugas rumah sakit yang bertugas di ruangan itu, lalu clarissa pun bertanya.


"permisi, saya ingin melihat jenazah korban


peswat korea air"


"maaf nyonya, anda siapa?


"saya istri korban, bisakah saya


melihat jenazah itu?


"baik nyonya,tunggu sebentar"


Petugas rumah sakit, membuka salah satu tempat penyimpanan jenazah. jenazah itu disimapn di tempat dingin, mengingat mulai membusuk karena terlalu lama terombang


ambing di lautan.


"bisakah saya menlihatnya?


"maaf nyonya, jenazah nya sudah rusak


wajahnya sudah tidak di kenali"


Clarissa memperhatikan jenazah yang terbujur kaku itu, ia sangat penasaran ingin melihat wajah jenazah itu, tetapi petugas


rumah sakit tidak mengizinkan. clarissa


mengamati tubuh jenazah itu, jika di lihat-lihat


postur tubuhnya memang mirip dengan, chanyeol tinggi dan lebar. clarissa memicingkan mata saat melihat sebuah cincin berwarna silver, yang tersemat di


jari jemazah itu. clarissa mengambil cincin


itu, clarissa melihat nama yang ada di


dalam cincin itu.


Kaki clarissa mendadak melemas, saat melihat nama nya dan chanyeol terukir


di dalam cincin itu. clarissa hampir jatuh,


untungnya petugas rumah sakit, menangkap


tubuh clarissa. mata clarissa berkaca-kaca,


tangis clarisssa pun tak terbendung lagi.


"chanyeol hiksss, kenapa kamu tega meninggalkanku hikss, bagimana aku


bisa merawat bayi kita seorang diri hikss"


Clarissa menagis tersedu-sedu meratapi kepergian chanyeol, clarissa tak menyangka


jika chanyeol akan pergi seceapat ini. clarissa


terus menangis, ia sangat terpukul. pandangan clarissa menggelap, clarissa


terjatuh tak sadarkan diri. petugas ruang


jenazah, menggendong clarissa membawa


nya menuju ruang ugd.


Saat clarissa akan di bawa ke ruangan ugd,


minhyun melihatnya dari kejauah. minhyun


segera menghampiri, petugas rumah sakit


itu.


"Tunggu"


"ada apa Dr minhyun?


"dia kenapa?


"nyonya ini pingsan, setelah melihat


jenazah suaminya"


"biar saya saja yang mengurusnya,


kamu bisa kembali bekerja"


Petugas rumahsakit pun pergi, minhyun mendorong blankar menuju ruang ugd.


untungnya, ruangan itu sedang tidak ada


pasien. sehingga clarissa bisa menempati,


ruangan itu untuk sementara waktu. minhyun


menarik kursi, dia duduk di samping blankar


menunggu clarissa sadar. tak lama, clarissa


pun sadar.


"minhyun chanyeol hiksss"


Minhyun mendekap clarissa kedalam pelukan hangatnya, clarissa menangis tersedu-sedu.


hati minhyun sakit melihat clarissa bersedih, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena rose sudah menjalankan rencana licik nya untuk merebut chanyeol. setelah cukup tenang, clarissa pun melepas pelukannya.


"minhyun, sekarang aku harus bagaimana?


aku tak sanggup membesarkan anak ini sendirian"


"kamu masih memiliki aku, aku akan selalu


berada di sampingmu, jangan khawatirkan


apapun"


Setelah clarissa tenang, minhyun memberitahukan keluarga chanyeol


jika jenazah chanyeol sudah di temukan.


orangtua chanyeol, segera mendatangi


rumah sakit. orangtua chanyeol sangat


terkejut, terutama Ny park. Ny park pingsan


saat melihat jenazah, chanyeol yang sudah


tak di kenali.


"menantuku, kuatkan hatimu nak


appa tau semua ini berat bagimu tapi kamu


harus kuat, demi bayimu nak"


"ne abonim, terimakasih"


Berhubung jenazah chanyeol sudah rusak parah, jenazah itu segera di pindahkan ke


rumah duka untuk di keremasi, clarissa dan


orangtua chanyeol segera pergi ke rumah


duka,untuk menyambut pelayat yang datang. mereka mengenakan baju serba hitam,


menandakan jika sedang berkabung.


Kabar kematian chanyeol membuat orang-orang terkejut, keluarga & kerabat


chanyeol tidak menyangka, jika chanyeol


akan pergi secepat ini. orang-orang bersimpati pada clarissa, mereka kasihan


pada clarissa yang ditinggal oleh suaminya


di saat sedang mengandung.


Satu persatu pelayat mulai berdatangan, mereka memberikan penghormatan terakhir pada chanyeol. tak lama, orangtua clarissa


pun datang. orang tua clarissa segera menghampiri clarissa yang sedang duduk


bersama orangtua chanyeol.


"kami turut berduka cita" tn & ny lee


"terimakasih sudah datang"tn & ny park


"semoga kalian tabah, kami


tak menyangka chanyeol akan pergi


seceapt ini" tn & ny lee


"sayang, sebiknya kamu pulang" ny park


"aku masih ingin disini eomma"ny park


"eomma takut kamu kelelahan, kamu


sedang mengandung nak"ny park


"cla ayo pulang sayang" ny lee


Clarissa pun pulang bersama orangtuanya,


Tn park & Ny sangat sedih, mereka kasihan


pada clarissa karena harus berjuang membesarkan anak nya seorang diri


tanpa seorang suami, dan juga clarissa


menyandang status sebagai janda, diusia


nya yang terbilang muda.To be continue......