Two Hearts

Two Hearts
Penjelasan



Audah hampir 2 minggu clarissa kabur dari rumah, keadaan chanyeol sangat memprihatinkan. wajah chanyeol terlihat


sangat kusut, kepergian clarissa membuat


chanyeol terpuruk. meskipun begitu, chanyeol


berusaha untuk tetap profesional. mengingat


dia merupakan seorang ceo park corp, saat ini chanyeol sedang berkutat mengurusi berkas-berkas yang menumpuk di atas meja.


Chanyeol memijat keningnya saat


merasakan pening yang mendera kepala nya tak lama ponsel chanyeol bergetar, chanyeol segera mengangkat telepon.


"yeobseo tn park, saya sudah mengetahui


keberadaan nono clarissa"


"kirimkan alamat nya, aku akan segera kesana"


"baik tuan"


Pip chanyeol menutup sambungan telepon,


ia segera memanggil byun baekhyun srkertaris nya melalui telepon kantor, tak


lama terdengar suara ketukan pintu.


"tok tok tok"


"masuk"


Tak lama,seorang pria imut berjalan memasuki ruangan itu.ia menghampiri


meja kerja chanyeol, terlihat chanyeol


yang sedang duduk di kursi kebesaran nya.


"ada apa hyung?


"baek selesaikan kerjaan ku, aku harus


pergi ke daegu"


"mwo?kenapa mendadak sekali?


"aku baru mendapat kabar jika cla


berada disana"


"cepat pergi jemput istrimu, soal


kerjaan biar aku yang urus"


"gomawo baek"


"sudah cepat pergi sana, bawa kembali


cla dan calon keponakanku"


Chanyeol mengambil ponsel dan kuci mobil,


lalu melenggang pergi meninnggalkan ruangan itu. semenjak clarissa kabur dari


rumah, irene mengundurkan diri dari perusahaan nya. chanyeol cukup terkejut


saat tiba-tiba irene mengajukan resigen,


rasa bersalah meliputi hatinya, karena kejadian di malam itu.


Semenjak itulah, baekhyun mulai menjadi


sekertaris chanyeol. baekhyun merupakan


adik sepupu chanyeol, sehingga jika mereka


sedang berdua baekhyun akan memanggil


chanyeol dengan sebutan hyung.


Saat ini chanyeol sedang dalam perjalanan


menuju daegu, kamlung halaman nenek


clarissa. setelah menempuh perjalanan


selama 3 jam, chanyeol pun sampai di daegu.


chanyeol memarkirkan mobil di halaman rumah khas tradiaional korea.


Chanyeol turun dari mobil, ia berjalan menuju


rumah tradisional itu. sesampai di sana, chanyeol menekan bel rumah.


"ting nong ting nong"


"tunggu sebentar"


Tak lama seseorang membukakan pintu,


clarissa terkejut saat melihat chanyeol


berdiri di ambang pintu, clariss bersiap


untuk menutup pintu kembali, tetapi


chanyeol mencegah nya.


"ada apa datang kemari?


"aku datang kesini untuk menjemputmu cla"


"untuk apa? bukankah sekarang sudah


ada sekertaris mu yang mengurusi


semua kebutuhanmu, sekaligus melayani


mu di atas ranjang"


"apa yang kamu bicarakan cla?


"sudah cukup! aku muak dengan sandiwara


mu lebih baik kau pergi dari sini!


"tiadak cla, aku tak akan pergi sebelum


kau menjelaskan maksudvperkataan mu"


Clarissa mengeluarkan ponsel puntarnya,


ia memperlihatkan foto chanyeol & irene


yang berada di ranjang yang sama, chanyeol


terkejut saat melihat foto.


"cla kau mendapatkan foto ini darimana?


"sekertarismu"


"cla aku bisa jelaskan"


"cukup aku tak ingin mendengar apa pun


dari mu"


Clarissa kembali masuk kedalam rumah lalu


menutup pintu, sementara chanyeol masih


berada di luar. ia menggedor2x pintu sambil


berteriak, chanyeol mencoba menjelaskan


kejadian yang sebenar nya pada clarissa.


"cla itu kecelakaan, malam itu aku mabuk berat aku tak ingat apa yang ku lakukan


pada irene"


"pergi chan!


Chanyeol pun memilih untuk pergi, tetapi bukan berarti chanyeol menyerah ia akan kembali menjekaskan semuanya pada clarisaa, karena percuma saja jika clarissa


masih eomosi, ia takkan mendengarkan


penjelasannya.


Tubuh clarissa merosot di balik pintu, clarissa


menangis sejadi2x nya. clarissa merasa kecewa saat chanyeol pergi, padahal ia sangat merindukan pria tinggi itu. tetapi


rasa kecewa masih menyelemuti hati nya


sehingga clarissa enggan untuk berterus


terang.


tak lama bel kemabli betbunyi, clarissa segera


bangkit lalu membukakan pintu. nenek clarissa terkejut saat melihat penampilan


clarissa yang terlihat sangat berantakan,


mata clarissa terlihat sembab seperti sudah


menangis.


"kamu kenapa cla?


"haelmonie, tadi chanyeol datang kesini"


"lalu sekarang, dimana suamimu?


"aku mengusirnya haelmeoni"


"astaga, seharusnya jangan di usir


dengarkan dulu penjelasannya"


"aku sangat kecewa padanya haelmeoni"


"sudah sekarang kita masuk, tenangkan


dirimu terlibih dahulu"


Haelmeoni menggiring clarissa memasuki


rumah, sesampai di sana mereka duduk


di meja dapur. haelmeoni menuangkan


air kedalam gelas lalu memberikan gelas


itu pada clarissa, clarissa mengambil gelas


itu lalu meminum air itu sampai habis.


Setelah dirasa cukup tenang, haelmeoni


kembali membuka percakapan. haelmeoni


mencoba memberi nasihat pada cucu kesayangannya, karena tak tega melihat


cucu nya yang setiap malam mengigau


merindukan suami nya, haelmeoni mencoba


meyakinkan clarissa agar mempercayai


suaminya.


"cla, seharusnya kamu memberi kesempatan


pada suami mu untuk menjelaskan kesalahpahaman di antara kalian"


"tapi haelmeoni, aku sangat kecewa padanya"


"jika kau terus bersikp seperti ini, wanita itu


akan semakin gencar mendekati suamimu


apa kau rela suamimu di rebut pelkor?


"andwae! aku tak mau bayiku kehilangan ayah nya"


"bagus, jika nanti chanyeol datang kemari


dengarkan penjelasan nya dan selesaikan


masalah kalian"


"ne eomma"


"lebih baik kau istirahat, kasian cicitku


aku akan membangunkan jika sudah


jam makan malam"


"ne haelmeoni, kalau begitu aku istirahat


dulu"


Clarissa bangkit dari duduknya, melenggang


pergi meninggalkan dapur menuju kamar


yang berada di lantai 2. haelmeoni bernfas


lega, untung nya clarissa menuruti nasihat


nya jika tidak, mungkin rumah tangga mereka


berada di ambang ke hancuran.


Malam harinya, clarissa menikmati makan malam bersama haelmeoni. clarissa makan


dengan lahap, semenjak hamil nafsu makan


clarissa meningkat dan clarissa sering mengidam ingin memakan seseuatu.


"dua bulan haelmeoni"


"haelmeoni sudah tidak sabar menatikan


kelahiran cicitku"


"pokonya haelmeoni harus datang ke seoul


jika aku lahiran nanti"


"haelmeoni pasti datang, jaga kandunganmu


jangan terlalu lelah dan stress itu tak baik


untuk kandunganmu"


"ne haelmeoni, aku akan menjaga kandungan


ku sampai bayi ini lahir dengan selamat"


"nah ini baru cucuku"


Mereka kembali menyantap makan malam, selesai makan malam haelmeoni menyuruh


clarissa kembali ke kamar nya, tadinya clrissa


ingin membantu haelmeoni membersihkan


meja makan, tetapi haelmeoni melarang nya


karena tidak ingin clarissa kelelahan. clarissa


pun mengalah,dan memilih untuk kembali


ke kamarnya.


Saat ini clarissa sedang berbaring di atas kasur, clarissa sedang melihat-lihat foto


di galeri ponselnya. foto kebersamaan


clarissa & chanyeol, foto2x semasa pacran


sampai foto setelah menikah.


Clarissa kembali mengingat moment manis


saat bersama chanyeol, sikap chanyeol yang


humoris membuat clarissa tak pernah bosan


berlama-lama dengan nya, karena selalu ada


tingkah lucu chanyeol yang membuat clarissa


tertawa.


jujur saja clarissa sangat merindukan suami


tinggi nya itu, tetapi rasa kecewa itu membuat


clarissa menepis jauh-jauh perasaan rindu


yang mulai menyiksanya. clarissa mematikan


ponsel, lalu menaruh ponsel di atas nakas.


Clarissa memejamkan mata, mencoba untuk tertidur. tetapi rasa kantuk tak kunjung datang, clarissa terus berbalik ke kanan


dan ke kiri mencari posisi paling nyaman.


bukannya mengntuk, justru clarissa tiba-tiba


saja clarissa mengidam ingin makanan manis.


clarissa mengmbil ponsel pintar dari atas naks, clarissa melihat jm melaui ponsel


pintarnya. jam menunjukan pukul 22.00 malam, di jam segini helmeoni sudah tertidur


clrissa pun tak enak hati jik harus menggngu


tidur nenek ny hanya untuk memberikan


maknan manis dari mini market.


"uri aegy jangan nakal ia, kita tidur saja"


gumam clarissa sambil mengelus perutnya yang masih membuncit, clarissa menaruh


kembali ponsel pintar nya di atas nakas.


clarissa kembali memejamkan mata mencoba untuk tertidur, tetap keinginan


untuk memakan makanan manis terlalu


kuat sehingga, membuat clarissa tak bisa


tidur.


Clarissa mengabil ponsel pintar nya di atas


nakas, ia mendial nomor chanyeol tak lama


telepon pun tersambung.


"yeobseo chagi ada apa?


"oppa aku mengidam"


"kamu mau makan apa hmm?


"aku ingin makanan manis dari


mini market seperti coklat dan permen"


"tunggulah, akan ku carikan"


"ne oppa, gomawo"


Pip clarissa menutup sambungan telepon,


sementara itu di tempat lain chanyeol baru


saja keluar dari hotel. chanyeol menjalnkan


mobil untuk mencari mini mrket yang msih


buka. setelah berjalan cukup jauh, chanyeol


pun menemukan sebuah minimrket yang masih buka. chnyeol menepikan mobil di depan mini market, chanyeol keluar dari


mobil lalu memasuki mini market.


Pelayan minimarket menyambut kedatangan


chanyeol dengan ramah, tak ingin membuang


waktu, chanyeol menanyakan letak etalase


makanan manis pada pelayan mini market.


"chogio, dimana letak etalase makanan manis?


"etalase nya di sebelah sana, dekat show case"


"kamsahamnida"


Chanyeol mengambil keranjang terlebih dahulu,lalu ia berjalan menuju etalase yang


berisi berbagai makanan manis. seperti permen, coklat, jelly dan lain-lain. chanyeol


kebingunagan karena terlalu banyak jenis


makanan manis di etalase itu.


Chanyeol pun memborong semua makanan


manis yang ada di etalase itu, lalu chanyeol


kembali menuju kasir sambil membawa keranjang yang penuh dengan makanan manis. pelayan mini market terkejut saat


melihat keranjang yang di oenuhi oleh makanan manis.


"tuan, apa anda yakin membeli semua ini?


"istriku sedang ngidam ia ingin makanan manis"


Pelayan minimarket mengangguk mengerti,


ia segera menghitung belanjaan chanyeol yang cukup banyak. chanyeol memberikan


black card nya, pelayan mini market segera


menghitung belanjaan chanyeol. setelah selesai pelayan mini market menhgembalikan


black card pada chanyeol, sambil menyerah


kan 2 keresek besar yang berisi makanan manis.


"terimakasih atas kunjungannya"


"ah ne kamsahamnida"


Chanyeol melenggang pergi meninggalkan minimarket itu, chanyeol masuk kedalam


mobil. chanyeol menaruh keresek belanjaan


di jok sebelah, ia kembali duduk di bangku


kemudi lalu mulai melajukan mobil menuju


rumah haelmeoni.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih


setengah jam, chanyeol pun sampai. chanyeol memarkirkan mibil di pekarangan


rumah haelmeoni, chanyeol turun dari mobil


sambil menjinjing 2 kresek besar di tangan


nya, ia turun dari mobil lalu berjalan menuju


pintu utama. chanyeol menekan bel, tak lama


clarissa membukakan pintu


"oppa masuklah"


Chanyeol berjalan memaduki rumah tradisional itu, ia mengikuti clarissa


menuju kamar yang berada di lanta 2.


sesampai di kamar, clarissa menyuruh


chanyeol duduk di sofa. chanyeol pun


mendaratkan bokong nya di sofa empuk


itu, chanyeol menaruh dua kresek besar


di atas meja.


"yampun oppa kenapa banyak sekali?


"aku memborong semua makanan manis


yang ada di minimrket"


"astaga oppa, ini terlalu banyak aku tidak


mungkin menghabiskan semua nya"


"sisa nya bagikan saja ke anak tetangga"


"baiklah, padahal tadi aku kan sudah


bilang hanya ingin makan coklat dan premen"


"aku takut kau ingin makan yang lain, jadi


ku borong saja semua nya"


"oppa aku makan ya coklat nya"


"ne chagi, makan yang banyak"


Clarissa membuka bungkus coklat lalu memakan coklat itu, baru saja menghabiskan


sepotong coklat, clarissa sudah menguap.


clarissa menaruh kembali coklat itu kedalam


keresek belanjaan.


"oppa aku mengantuk?


"tidurlah, aku akan tidur di sofa"


"oppa aku nemang masih marah,


tapi aku merindukanmu"


Kata clarissa sambil menunduk malu,


chanyeol terkekeh melihat tingkah lucu


clarissa. chanyeol-clarissa naik ke tempat


tidur, mereka berbaring di atas tempat tidur,


chanyeol menarik clarissa kedalam pelukan


nya, tangan chanyeol ter ulur mengelus


surai kecoklatan clarissa, perlahan mata


clarissa mulai terpejam. clarissa mulai


menyelami alam impian.To be continue.......