
Kepergian chanyeol meninggalkan luka yang mendalam bagi clarissa,satu bulan setelah kepergian chanyeol,Membuat clarissa terpuruk.Clarissa menjadi pemurung dan
penyendiri,Keadaan clarissa yang seperti
itu tentu membuat Tn dan Ny lee khawatir,
mengingat saat ini usia kandungan clarissa
sudah memasuki bulan ke empat.
Untungnya,ada minhyun yang bisa di andalkan.Hampir setiap hari,minhyun
mendatangi rumah clarissa,memastikan
agar clarissa makan dengan benar.
seperti saat ini,Minhyun baru saja memasuki
kediaman clarissa,Ny lee menyambut ramah
kedatangan minhyun.
"Eomma,clarissa dimana?"
"Clarissa di halaman belakang,akhir-akhir
ini clarissa sering menyendiri disana."
"Apa clarissa sudah makan?"
"Belum,eomma sangat khawatir clarissa
sulit sekali makan,dia hanya meminum
susu dan makan buah saja,eomma
khawatir dengan kandungannya."
"Eomma tidak usah khawatir,aku
akan mencoba membujuk clarissa."
"Terimakasih nak,tunggu sebentar
eomma siaokan dulu makanan nya."
Ny Lee melenggang menuju dapur,sementara
minhyun menunggu di ruang tengah.Tak lama
ny lee kembali sambil membawa nampan yang berisi makanan dan susu hamil.
"Tolong ya nak minhyun."
"Eomma tenang saja,akan ku pastikan
clarissa menghabiskan makanan ini."
Minhyun mengambil nampan,lalu melenggang pergi menuju halaman belakang.
sesamapai di sana,Minhyun meletakan nampan di gazebo taman,Lalu minhyun menghampiri clarissa yang sedang duduk
di ayunan.
"Hai cla,kamu sedang apa.?
Clarissa tersadar dari lamunannya,clarissa
menoleh,Terlihat minhyun yang berdiri
di hadapannya.
"Minhyun oppa."
"Kamu sedang apa cla."
"Menghirup udara segar,sambil
mengingat kenanganku dengan chanyeol."
"Cla,apa kamu sudah makan.?"
"Aku tidak berselera oppa."
"Cla pikirkanlah bayimu,dia butuh
nutrisi,Makan ya aku suapi."
Akhirnya clarissa pun luluh,minhyun menggiring clarissa menuju gazebo.
mereka duduk di gazebo,Minhyun
mengambil nampan,Lalu mulai menyuapi
clarissa,Clarissa makan dengan lahap.
selesai makan,Minhyun menyodorkan
segelas susu,Clarissa pun meminum
nya sampai habis.
"Gomawo oppa,maaf aku sering merepotkanmu."
"Tidak usah sungkan cla,aku adalah
temanmu,kamu bisa mengandalkanku."
"Oppa,bagimana dengan nasib anak ku
aku harus berkata apa jika nanti dia
menanyakan ayah nya."
Clarissa mulai terisak,minhyun mengelus
punggung clarissa mencoba menenangkan
clarissa.
"Cla kamu jangan banyak pikiran,sekarang
fokus saja pada kandunganmu."
"Tapi bagaimana oppa,aku tak sanggup membesarkan anak ini seorang diri hikss."
Minhyun menghapus air mata clarissa dengan kedua telapak tangannya,Minhyun
mengengam tangan clarissa,Hal itu membuat
hati clarissa menghangat.
"Cla kamu tidak sendirian,kamu punya aku
aku tak masalah jika anakmu menganggap
ku sebagai ayahnya,sekarang kamu fokus
pada kandunganmu dulu ya,jangan pikirkan
hal yang lain."
"Ne oppa gomawo."
"Sekarang kita kembali ke mansion,kamu harus banyak istirahat jangan banyak pikiran"
"Ne oppa,araseo."
Minhyun menggiring clarissa kembali menuju
mansion,Clarissa kembali ke kamarnya untuk
istirahat,Sementara minhyun pamit terlebih
dahulu pada Ny Lee,Mengingat minhyun harus pergi ke rumah sakit.
"Eomma clarissa sudah makan,aku pamit
ke rumah sakit dulu."
"Ne trrimakasih nak,hati-hati di jalan."
"Ne eomma."
Minhyun melenggang pergi keluar dari mansion keluarga lee,Sesampai di pekarangan mansion,Minhyun masuk
kedalam mobil.Tak lama mobil pun melaju
meninggalkan mansion keluarga lee.
Melbourne 21.00 Pm
Suasana di mansion keluarga rose cukup ramai,Mengingat orangtua rose baru saja
pulang.Sehingga saat ini mereka sedang
menikmati makan malam bersama,Orangtua
rose terkejut saat Rose mengenalkan seorang
pria tampan sebagai tunangannya,Mengingat
sudah memiliki tunangan.
"Mom,dad kenalkan ini fedrick park tunanganku."
"Hallo im fredrick park,nice to meet you."
"Nice to meet you to fedrick,but the way
sudah berapa lama kamu berkencan dengan
putri kami rose?"
Fedrick terlihat kebingungan menjawab pertanyaan dari orangtua rose,Rose pun
segera menjawab pertanyaan orangtuanya
agar tidak menimbulkan kecurigaan.
"Sorry mom dad,fedrick mengalami amnesia
ada beberapa hal yang dia tidak ingat."
"Maaf membuatmu bingung nak."
"Tidak apa-apa mom."
"Sudah lebih baik kita nikmati saja makan malamnya."
Usul ayah rose,mereka pun menikmati
makan malam dengan khidmat.Selesai
makan malam dilanjutkan dengan menikmati desseret sambil mengobrol ringan.
"Nak fedrick,apa kalian sudah ada rencana
mengenai pernikahan klaian?"
"Kita baru saja tunangan mom,terlalu dini
untuk membahas pernikahan."
"Sorry sweety, mom terlalu bersemangat."
"Its ok,no problem mom."
"Nak fedrik,perkataan istriku jangan terlalu
di pikirkan,fokus saja dulu pada kesehatanmu."
Chanyeol mengangguk,obrolan pun berlangsung semakin seru.Orangtua rose
bercerita banyak hal tentang masa kecil
rose,Chanyeol hanya menanggapi dengan
senyuman.Entah mengapa chanyeol merasa
tidak tertarik dengan obrolan itu,Waktu berlalu
begitu cepat,Jam menunjukan pukul 23.00
orangtua rose pamit untuk beristirahat.
"Nak fedrick kami istirahat dulu,jika kalian
masih ingin mengobrol tidak apa-apa."
Chanyeol mengangguk,tak lama orangtua
rose meninggalkan ruang makan.Sepeninggal
orangtua rose,Rose mengajak chanyeol menuju kamar rose yang berada di lantai tiga,
dengan malas chanyeol mengikuti rose menaiki lift menuju lantai tiga.Sesampai
di sana,Rose menggiring chnayeol menuju
balkon kamar.
"Oppa lihat lah pemandangannya indah bukan?
"Ne indah sekali."
Rose dan chnayeol berdiri di depan pagar balkon,Mereka menikmati pemandangan
kota melbourne di mlaam hari.Lampu menyala,Menambah kecantikan kota melbourne.
"Rose bolehkah aku bertanya?"
"Ne oppa,tanyakan saja."
"Apa kita benar-benar sepasang
kekasih?kenapa aku tak mengingat
apapun?"
Rose terkejut saat mendengar pertanyaan
chanyeol,Rose mencoba menetralkan ekspresi wajahnya,Agar chanyeol tidak
curiga,Rose menggengam tangan chanyeol.
"Honey mungkin kamu merasa asing denganku,hal itu sangat wajar mengingat
kamu kehilangan ingatan,Jika kamu ingin
kembali mengingat masalalumu,jangan
membuat jarak denganku,aku yakin perlahan
ingatanmu akan kembali."
"Tapi aku merasa tidak nyaman."
"Kamu harus membiasakannya,sekarang
coba peluk aku."
Chanyeol mendekat kearah rose,lalu memeluk
rose dari belakang.Chanyeol merasa dejavu
kilatan ingatan kembali berputar seperti roll
film,Samar-samar chanyeol melihat dirinya
memeluk seorang wanita,Tetapi saat chanyeol mencoba mengingat wajah wanita
itu,Kepala nya terasa nyeri chanyeol pun
berteriak.
"Arrrrrrrrgh."
Rose terkejut,rose berbalik terlihat chanyeol
yang tertunduk sambil memegangi kepalanya.
"Fedrick,are you ok?
"Kepalaku sakit sekali."
"Ayo,aku akan mengantarmu ke kamar."
Rose membantu chanyeol berjalan meninggalkan balkon,menuju kamar tamu
yang berada di lantai tiga.Kamar itu berada
tak jauh dari kamar rose,Sesampai di sana
rose membantu chanyeol berbaring di atas
tempat tidur,Rose melepas sepatu chanyeol
menaruhnya di sudut kamar.Rose duduk di tepi ranjang,Tangan nya terulur mengelus
surai hitam chanyeol.
"Sekarang kamu istirahat,jangan banyak pikiran."
"Ne rose."
"Aku akan menemanimu sampai kamu tidur."
Chanyeol pun mengangguk,rose kembali mengelus suari hitam chanyeol.Perlahan
mata chanyeol mulai terlelap.Entah mengapa
chanyeol merasa nyaman,Saat rose mengelus
rambutnya,Tak lama chanyeol pun tertidur.
rose mencium kening chanyeol,Lalu ia bangkit dari duduknya,Melenggang pergi
meninggalkan kamar chanyeol.
To be continue....................