Two Hearts

Two Hearts
Sekertaris Baru



Hari ini chanyeol kembali menjalani rutintas hariannya, seperti biasa sebelum pergi ke kantor chanyeol selalu menikmati sarapan terlebih dahulu, karena clarissa takkan


membiarkan chanyeol pergi bekerja sebelum perutnya terisi.


Chanyeol berjalan mengendap-ngendap memasuki dapur, iw berjalan menghampiri


clarissa yang sedang memasak.


Chanyeol memeluk clarissa dari belakang,


clarissa menghentikan kegiatan memasaknya.


‘’oppa waegeurae?


‘’biarkan seperti ini dulu chagia’’


Clarissa pun membiarkan chanyeol bermanja sejenak ,chanyeol menyenderkan kepalanya


pada leher jenjang clarissa.


Chanyeol menghirup aroma parfume yang menguar dari tubuh clarissa, Aroma yang menenangkan sekaligus aroma yang selalu


chanyeol rindukan.Maklum saja akhir-akhir ini chanyeol jarang pulang ke apartement, dikarenakan pekerjaan kantor sedang padat-padatnya.


‘’oppa,bisakah lepaskan aku?


Makanannya sudah siap’’


‘’ah ne, chagia’’


Chanyol pun melepaskan pelukannya, lalu melenggang menuju meja makan. clarissa mematikan kompor, menuangkan


masakannya kedalam piring, lalu membawa masakan nya ke meja makan.


‘’cha sudah siap, ayo makan dulu oppa’’


‘’ne chagi,gomawo’’


Chanyeol mengambil sumpit lal mulai menyantap masakan clarissa dengan lahap,clarissa pun mulai menikmati sarapan.


Saat clarissa akan menyuapkan ayam ginseng, tiba-tiba saja perut clarissa bergejolak rasa mual clarissa rasakan. clarissa bangkit dari duduknya lalu berlari menuju kamar mandi. melihat hal itu,


chanyeol pun segera menyusul clarissa.


‘’huek huek’’


Clarissa memuntahkan cairan bening kedalam wastafel, chanyeol memijit tengkuk


belakang clarissa. chanyeol semakin khawatir saat melihat wajah pucat clarissa.


‘’chagia kajja kita ke rumah sakit’’


‘’tidak usah oppa, hal ini sering terjadi


di tri semester awal kehamilan’’


‘’aku akan izin bekerja, aku tidak bisa


Tenang membiarkanmu sendirian di apartement’’


‘’tidak usah oppa,oppa kerja saja bukankah


Hari ini ada rapat penting dengan investor’’


‘’baiklah aku akan bekerja,tapi aku akan


nenelpon yoora noona untuk menemanimu’’


Chanyeol pun segera menelpon yoora noona untuk menemani clarissa, untungnya yoora


noona menyanggupinya. Clarissa


mengantarkan chanyeol sampai kedepan pintu. chanyeol mencium kening clarissa,


lalu keluar dari apartemen.


‘’chagia,aku kerja dulu baik-baik di rumah’’


‘’ne oppa,hati-hati di jalan’’


Chanyeol pun berjalan menuju mobl audy hitamnya, mobiil itu melaju meninggalkan


pekarangan mansion. Sepeninggal chanyeol,clarissa kembali kedalam mansion.


Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, mobil audy hitam itu berhenti di parkiran


lalu berjalan memasuki gedung. Para


pegawai membungkuk hormat saat chanyeol melewati kooridor. Chanyeol melempar


senyum pada karyawannya, meskipun


chanyeol baru diangkat menjadi ceo tetapi para karyawan segan kepadanga, mengingat


chanyeol terlihat berwibawa.


Chanyeol berjalan menuju lift khusus ceo, menuju ruang kerja nya yang berada di


lantai paling atas.Chanyeol menekan tombol, tak lama pintu lift pun terbuka.Chanyeol memasuki lift itu, tak lama pintu lift krmbali


tertutup.


beberapa menit kemudian, pintu lift kembali terbuka. chanyeol keluar dari lift, berjalan menuju ruang kerjanya.


Sesampai disana,chanyeol mengeluarkan


key card, twk lama ruangan itu pun terbuka.chanyeol berjalan memasuki ruangan kerja


nya. ruangan ini terkesan mewah dengan cat berwarna abu-abu- gold yang mewarnai


sudut ruangan.


‘’astaga , kenapa berkasnya menumpuk sekali?


Gumam chanyeol saat melihat berkas-berkas yang memenuhi memenuhi meja kerjanya,


chanyeol menelpon resepsionist menayakan


Prihal sekertaris baru yang belum menunjukan batang hidungnya.


‘’nona kim,bagaimana apa sekertaris yang


Saya minta akan bekerja hari ini?


‘’ sekertarisnya baru saja datang,


saya akan menyuruhnya ke ruangan anda"


‘’saya tunggu, terimakasih nona kim’’


Pip chanyol menutup sambungan telepon, chanyeol memilah-milah berkas yang ada di meja memisahkan dokumen yang akan di kerjakan oleh sekertarisnya, tak lama terdengar suara ketukan pintu yang berasal daei luar ruangan.


‘’to tok tok’’


‘’masuk’’


Tak tak tak suara high hells menggema memasuki ruang kerja chanyeol.


Tak lama seorang yeoja cantik berdiri di depan meja kerja chanyeol. chanyeol


menghentikan kegiatannya saat menyadari


Keberadaan wanita itu.


‘’ apa kamu sekertais baru?


‘’ne sajangnim, annyeong haseyo


bae Irene imnida’’


‘’baiklah bae Irene, kamu bisa


bekerja mulai hari ini"


"Tolong urus berkas-berkas ini,


meja kerjamu di sebelah sana’’


‘’ ne sajangnim’’


Irene mengambil berkas-berkas dari meja chanyeol, lalu berjalan menuju meja kerjanya yang berada di sudut ruangan.tanpa chanyeol sadari , diam-diam irene memperhatikan chanyeol dari kejauhan. irene mengaggumi


Iparas tampan chanyeol ,Irene bertekad untuk


merebut chanyeol, meskipun ia tau jika chanyeol sudah memiliki seorang istri.


To be continue………