
Mentari pagi kembali menyinari bumi,
cuaca hari ini cukup dingin mengingat
saat ini sudah memasuki musim dingin.
chanyeol masih bergelung di dalam selimut,
udara dingin seperti ini membuat chanyeol
enggan meninggalkan tempat tidur.
Sementara itu, clarisaa sedang berada di dapur. ia sengaja bangun pagi-pagi karena
ingin memasak sarapan untuk chanyeol.
para maid sudah melarang nya, karena chanyeol berpesan jika clarissa tidak boleh
kelelahan, tetapi clarissa tetap beriskeras
memasak untuk chanyeol mengingat akhir-akhir ini chanyeol sering melewatkan sarapan.
Saat clarissa sedang mengaduk sup rumput
laut, tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pingggang nya, chanyeol memeluk clarissa dari belakang.
"geumanhae oppa, aku sedang memasak"
"biarkan seperti ini sebentar saja"
Clarissa pun membiarkan chanyeol berada di posisi seperti itu dalam waktu beberapa menit, akhir-akhir ini pekerjaan di kantor
sedang menumpuk, hal itu membuat chanyeol sering pulang larut malam.
sehingga, ketika sampai di rumah clarissa
sudah tertidur. chanyeol pun tidak bisa
ber manja-manja pada istri kecil nya itu.
Aroma parfume clarissa menusuk indera
penciuman chanyeol, aroma parfume yang
tidak menyengat dan sangat menenagkan.
membuat chanyeol betah, berlama-lama
memeluk clarissa dalam posisi seperti itu.
"oppa, bisakah aku melanjutkan kegiatan
memasak ku?
Dengan berat hati, chanyeol pun melepaskan
pelukannya. membiarkan clarissa, kembali
melanjutkan kegiatan memasak nya.
"chagia aku mandi dulu"
"ne oppa, baju nya sudah aku simpan
di tepi ranjang"
"ne changi gomawo"
Chanyeol pun kembali ke kamar nya, untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kantor. selesai mandi, chanyeol membawa tas kerja
nya lalu ia kembali menghampiri clarissa
yang menunggu nya di meja makan.
"chagia, apa sarapan nya sudah siap?
"ne oppa, duduk lah"
"chagia, kenpa makanan nya di tutup
dengan tudung saji?
"hari ini aku memasak menu yang berbeda"
"benarkah?apa yang kamu masak?
Clarissa pun membuka tudung saji, terlihat
dua piring nasi kuning lengkap sengan toping
nya. chanyeol sangat penasaran dengan nasi
yang berwarna kuning itu, karena ia baru pertama kali melihat nya.
"chagia, kenpa nasi nya berwarna kuning?
"ini namaya nasi kuning oppa, menu sarapan
orang indonesia"
"wahh unik sekali, sepertinya enak"
"ini sangat lezat oppa, aku yakin oppa akan
suka"
"bolehkah aku memakan nya sekarang?
"tentu saja oppa"
Chanyeol-clarissa mulai menyantap nasik kuning itu, chanyeol makan dengan lahap
rasa nasi kuning itu cocok di lidahnya.
clarissa bernafas lega saat mengetahui,
jika percobaan nya berhasil.
"bagimana oppa"
"enak sekali chagi, aku ingin mencoba
menu srapan indonesia lainnya"
"baiklah, nanti aku cari resep nya di youtube"
"gomawo chagi"
"ne oppa, kajja aku antar sampai kedepan"
Chanyeol-clarissa meninggalkan ruang makan, seperti biasa clarissa selalu mengantarkan chanyeol sampai ke depan
pintu. sebelum pergi bekerja, chanyeol
selalu meminta moorning kiss.
"chagia, moorning kiss"
"aigoo, aku pikir oppa akan lupa"
"aku tidak mungkin melewatkannya"
Beberapa menit kemudian bibir tebal chanyeol menyapu permukaan bibir,
clarissa ,clarissa memejamkan mata
menikmati moorning kiss itu.
"chagia aku kerja dulu, ingat jangan melakukan pekerjaan rumah biar para
maid yang mengurus nya"
" ne oppa araseo"
Chanyeol mengelus perut clarissa yang mulai
membuncit, mengingat usia kandungan clarissa sudah memasuki dua bulan.
"jagoan appa jangan nakal ia, jangan merpotkan uri eomma"
"ne appa, app bekerja yang rajin"
Jawab clarissa menirukan suara anak kecil,
setelah itu chanyeol memasuki mobil audy
hitam nya. tak lama mobil hitam itu menghilang di balik pintu gerbang,
clarissa pun kembali memasuku mansion.
Park Coporation
Chanyeol berjalan memasuki perusahaan,
para karyawan membungkuk hormat pada
nya mengingat chanyeol merupakan ceo
di perusahaan itu, para karyawaan wanita
menatap kagum pada paras tanpan chanyeol. chanyeol memasang wajah datar, ia menerus
kan langkah nya menuju lift khusus yang akan mengantarkan langsung ke ruangannya.
Sesampai di ruang kerja nya, sekertaris baru chanyeol menyapa nya dan menawari chanyeol kopi.
"good mooring daepyonim,
apa anda ingin minum kopi?
"tidak, lajutkan saja pekerjaanmu"
"ne daepyonim"
Chanyeol pun melenggang menuju meja kerja
nya, irene sangat kesal karena sikap chanyeol
yang cuek padanya, padahal ia sudah mencoba menggaoda bos tanpan nya itu.
"lihat saja nanti, aku akan maembuatmu
ter gila-gila padaku"
gumam irenne sambil menyeringai licik.
malam harinya, chanyeol menemui salah
inbestor di salah satu club malam yang
cukup elit, jila bukan karena pekerjaan
chanyeol tak sudi mendatangi tempat
laknat itu.
Suara musik memenuhi ruangan itu, orang
orang meliukan badan menari mengikuti
merayu para pengunjung ia baru saja datang.
saat memasuki tempat laknat itu, chanyeol
chnyeol sudah di suguhi dengan pemandangan tak senonoh, hal itu membuat
chanyeol semakin tak betah berlama-lama
di tempat laknat itu.
"lain kali jika ada investor yang meminta bertemu di tempat seperti ini tolak saja"
"ne daepyonim"
Changeol-irene kembali meneruskan langkah nya menuju ruangan viv yang berada di club malam itu, terlihat seorang pria muda yang
di temani oleh dua orang wanita penghibur
dengan pakaian minim, dengan tidak tau malu
ny wanita penghibur itu terang-terangan
mencium pria yang merupakan investor ny.
"bisakah anda mengusir wanita2x penghibur
itu?tanya chanyeol sarkartis
"apakah keberadaan mereka menganggumu?
"sangat menggangu"
Jawab chanyeol penuh penekanan, investor itu memberi isyarat pada wanita penghibur
itu agar meninggalkan ruangan itu, kedua
wanita itu pun meninggalkan ruangan itu.
"omong omong, sekertaris baru anda
boleh juga tn park"
"maaf,jika anda terus seperti ini kita batalkan
saja kerja sama nya"
"anda terlalu serius tn park, saya hanya bercanda"
"maaf saya tidak suka basa-basi"
"baiklah,kita langsung saja bahas rencana
pembangunan hotel di dubai"
Tn Lee donghae pengusaha muda itu mulai membahas proyek pembangunan cabang hotel yang berada di dubai, tn lee menjelaskan secara mendetail konsep
pembangunan itu. setelah pembahasan
selesai, tn lee menawari tn park untuk
menikmati wine mahal yang sudah disajikan.
"silahkan tn park, minum dulu"
Tanpa pikir panjang, chanyeol pun meminum
minuman itu sampai habis.beberapa menit
kemudian kepala chanyeol terasa pening,
pandangan chanyeol mengabur, tak lama
chanyeol pun terjatuh tak sadarkan diri.
"aku hanya bisa membantumu sampai sini,
sisa nya kau urus saja sendiri"
"ne oppa gomawo"
Rupanya investor itu merupakan senior irene
saat kuliah, irene meminta bantuan pada donghae, agar membantunya menjebak
chanyeol. donghae pun menyanggupi nya,
mengingat donghae berhutang budi pada
ayah irene sehingga ia selalu meniruti
permintaan irene.
tak lama,dua orang body guard berbadan besar memasuki ruangan itu. irene memerintahkan body guard itu untuk
membantu membawa chanyeol, menuju
mobil irene yang ada di parliran.
"kerja bagus,ini imbalan kalian,"
"gomawo agasshi"
Kedua body guard itu mengambil amplop
pemberiqn irene lalu kembali memasuki
club malam, irene segera menacap gas
menuju apartement nya, ia sudah tak sabar
untuk segera menjalankan rencana licik nya.
Sesampai di apartemen, irene meminta bamtuan pada petugas apartement untuk
membawa chanyeol menuju apartent nya,
petugas apartement pun membantu irene.
"terimakasih bantuan nya"
"tidak usah sungkan agasshi,
jika butuh bantuan beritau saja"
Petugas apartement pun melenggang pergi,
irene segera memasuki apartement lalu
mengunci pintu apartement rapat-rapat.
sebelum menjalankan rencana licik nya
irene membersihkan diri terlebih dahulu
dan memakai memakai wewngian.
Selesai mandi, irene mengenakan lingerie
berwarna merah menyala. irene menaiki
ranjang, tangannya mulai bergelirya menggoda chanyeol yang masih tak sadar.
irene melucuti pakaian chanyeol, lalu membuang nya asal.menyisakan under wear
yang masih menempel pada tubuh chanyeol,
tangan irene mengelus abs chanyeol dengan
gerakan seduktif, suara erangan chanyeol pun
terdengar.
"geumanhae cla"
Irene sangat kesal saat chanyeol menyebut
nama istrinya, irene pun kembali menjalankan
rencana jahatnya. tak lama, mata chanyeol
terbuka. chanyeol belum sepenuh nya sadar,
saat melihat irene yang duduk di tepi ranjang
chanyeol melihat nya sebagai clarissa.
Penampilan irene yang hanya mengenakan lingerie tipis, membangkitkan gairah chanyeol
chanyeol, bergerak mendekati irene yang duduk di tepi ranjang. aroma bunga mawar
menguar menusuk indera penciuman chanyeol,beberapa menit kemudian bibir
chanyeol mulai menyapu permukaan bibir
irene menyeringai di sela-sela ciuman mereka. irene sangat senang, karena rencana
memggoda bos nya berjalan dengan lancar.
Sementara itu, dimansion keluarga park
clarissa sedang gelisah entah mengapa
firasat clarissa mendadak tak enak, mengingat sudah hampir jam 1 malam
tetapi chanyeol tak kunjung pulang.
clarissa sudah menghibungi kantor, pihak
kantor mengatakan jika chanyeol pergi menemui investor bersama sekertarisnya.
berbagai pikiran negatif mulai bermunculan,
tetapi clarissa mencoba menepis semua itu.
tak lama,ponsel clarissa bergetar. clarissa
mengambil ponsel pintarnya dari atas nakas,
clarissa membuka pesan yang dikirim dari
nomor yang tidak dikenal.
"tidak mungkin, chanyeol tidak mungkin
mengkhianatiku"
Seketika tangis clarissa pecah saat melihat
foto chanyeol yang sedang tidur bersama
wanita lain, hati clarissa hancur. clarissa
tak menyangka jika chanyeol, mengkhianati
nya.malam itu, clarissa memutuskan untuk
pergi dari rumah. To be continue...................