
Mentari pagi kembali menyinari bumi,
suara isak tangis seorang wanita membangunkan chanyeol dari tidurnya,
chanyeol mengedarkan pandanganya kesamping, ia sangat terkejut saat melihat
irene sekertaris baru nya yang berada di
ranjang yang sama, chanyeol mencoba
mengingat kejadian semalam, tetapi ia
tidak bisa mengingatnya.
"sekertaris bae, apa yang terjadi semalam?
"semalam anda mabuk berat, saya membawa anda pulang ke apartement saya karena saya tak tau alamat rumah anda, tetapi anda malah melakukan hal seperti itu"
Jawab irene sambil menangis sesegukan,
kepala chanyeol terasa pening saat mendengar pengakuan sekertaris nya itu.
"tn apa yang harus ku lakukan?
bagaimana jika aku hamil hikss?
"aku minta maaf, kejadian semalam di luar kendaliku, tetapi jika kamu hamil aku akan
bertanggung jawab"
"gomawo sajangnim"
"bisakah aku meminjam kamar mandi mu?
"ah ne, sajangnim"
Chanyeol memunguti pakaian nya yang tercecer di lantai, lalu melenggang pergi
menuju kamar mandi. irene tersenyum menampilkan seringaian nya, ia sangat senang karena rencana nya berhasil.
beberapa menit kemudian, chanyeol keluar dari kamar mandi, chanyeol terlihat lebih
fresh & rapi meskipun masih mengenakan
setelan kantor yang kemarin.
"nona seo, aku pulang dulu sebaiknya
hari ini anda tidak usah bekerja"
"gwenchana sajangnim, aku masih sanggup
untuk bekerja hari ini"
"baiklah terserah kamu saja,
saya pulang dulu"
"ne sajangnim"
Chanyeol pun melenggang pergi meninggalkan apartemen irene,
setelah menempuh perjalanan
selama setengah jam, mobil pun
berhenti di pekarangan mansion.
chanyeol turun dari mobil, ia berjalan
memasuki mansion.
Saat akan menaiki tangga menuju lantai atas,
chanyeol berpapasan dengan salah satu maid
nya. maid itu terlihat kaget saat melihat chanyeol, hal itu membuat chanyeol curiga.
"ahjuma, apa ada yang anda sembunyikan
dariku?
"eumm maaf tuan, nona muda clarissa tidak ada di mansion"
"apa? apa ahjuma sudah mengecek seluruh
ruangan di mansion ini?
"sudah tuan,tapi saya tidak menemukan
keberadaan nyoya clarissa"
"baiklah,ahjuma lanjutkan saja pekerjaan ahjuma biar saya yang urus masalah ini"
"baik tuan"
Ahjuma itu pun kembali meneruskan langkah
nya menuju dapur, sementara chanyeol segera menuju kamar nya. chanyeol melihat
ada sepucuk surat yang tergeletak di atas nakas, chanyeol mengambil surat itu dan
membaca nya.
Teruntuk suamiku
Oppa kamu tak perlu mencariku
biarkan aku mengurus bayi ini sendiri
aku harap kamu bahagia dengan wanita itu"
Chanyeol meremas kertas itu, chanyeol tak mengerti dengan perkataan clarissa. dia tak tau kesalahan apa yang ia perbuat, sehingga
clarissa memutuskan untuk kabur dari rumah. chanyeol mengeluarkan ponsel pintar
nya dari dalam saku jas nya, ia segera menghubungi oh sehun,detektif kepercayaan
nya untuk mencari keberadaan clarissa.
"yeobseo hun, aku butuh bantuan mu"
"ne hyung, apa yang bisa ku bantu?
"baiklah, aku akan menghubungimu jika
sudah menemukan nya"
"gomawo sehun"
Pip chanyeol memutus sambungan telepon,
chanyeol melenggang pergi menuju dressing
room untuk berganti pakaian. selesai berganti
pakaian, chanyeol pergi ke kantor mengingat
ada rapat penting dengan para investor.
Sementara itu di tempat lain, clarissa baru turun dari kereta. ia baru saja sampai di daegu kampung halaman ibunya, calarissa
memutuskan pergi ke daegu untuk menenang
kan diri untuk sementara waktu.
Clarissa menghampiri keponakan nya yang menjemput nya, keponakan clarissa yang
bernama bang chan,ia mengambil koper clarissa lalu memasukan koper itu kedalam
bagasi, tak lama mobil pun melaju meninggalkan stasiun kereta api.
Selama dalam perjalanan tidak ada yang membuka percakapan, clarissa hanya termenung sambil menatap kosong pada
kaca mobil, entah apa yang sedang ia pikirkan. bang chan memutuskan untuk
membuka percakapan terlebih dahulu.
"nuna, bolehkah aku bertanya?
"ah ne, chaniee"
"kenpa nuna tiba2x pulang kampung?
"aku sedang ingin menenangkan diri"
"apa nuna, bertengkar dengan chanyeol
hyung?
"dia berselingkuh hiksss"
Seketika tangis clarissa pecah, bang chan terkejut saat mendengar perkataan clarissa.
ia tak menyangka jika kaka iparnya tega menghianati clarissa, chan menepikan mobil
di tepi jalan. ia mencoba menenangkan
calarissa yang sedang menangis sesegukan.
"uljima nuna"
"hatiku sangat sakit hikss"
"sudah jangan sedih lama-lama,
bgaimana jika ku traktir makan siang"
"ok, antarkan aku ke restoran langganan kita"
"ne nuna"
Bang Chan kembali melanjutkan perjalanan menuju restoran tradisional langganan mereka, setelah menempuh perjalanan cukup
jauh, mereka pun sampai. mereka turun dari
mobil, lalu memasuki restoran tradisional itu.
"mau pesan apa nuna?
"terserah"
Bang chan memanggil witters, ia memesan makanan tradisional korea. sambil menunggu pesanan datang, bang chan membuka percakapan.
"nuna,apa nuna yakin chanyeol hyung berselingkuh?
"awal ny aku pun tak percaya, tetapi
setelah melihat foto ini kepercayaanku sirna"
Clarissa mengeluarkan ponsel pintar dari dalam tas selempang, ia memperlihatkan foto chanyeol yg sedang tidur bersama wanita lain. Bang chan mengepalkan tangan menahan amarah, ia tak menyangka jika
kaka ipar nya tega mengkhianati clarissa.
"nuna,sebaiknya nuna tanyakan dulu kebenaranya pada chanyeol hyung"
"untuk apa chan?semuanya sudah jelas"
"tapi nuna,bagimana jika chanyeol hyung
dijebak oleh wanita itu?
"sudah cukup chan, aku tak ingin membahasnya"
Clarissa mengakhiri pembicaraan, tak lama
witters datang menyajikan hidangan di atas
meja. setelah menyajikan hidangan, witters
pun kembali ke dapur.
"makan yg banyak nuna"
"ah ne,selamat makan"
Clarissa mulai menyantap hidangan tradisional korea khas kampung halamannya,
bang chan tersenyum melihat kaka sepupu
ny yang makan dengan lahap, selesai makan
siang & membayar. mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah nenek.
To be continue..................