
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa usia
kandungan clarissa sudah memasuki bulan
ke 3. saat ini clarissa sedang merajut baju
untuk bayi nya, saat sedang merajut enatah
menagpa pikiran clarissa mendadak kosong
tanpa sengaja jarum itu, melukai jari calrissa.
darah segar menetes mengotori lantai, clarissa teraadar. ia menghentikan kegiatan
nya lalu segera mengobati jari yang terluka.
Entah mengapa perasaan clarissa menjadi
tidak enak, clarissa berdoa semoga kejadian
tadi bukanlah pertanda buruk. saat clarissa
akan kembali merajut, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.
"tok tok tok"
Clarissa bangkit dari duduknya, ia berjalan
membukakan pintu. terlihat wanita paruh
baya yang berdiri di depan pintu.
"ada apa ahjuma?
"ada tamu, nona"
"siapa ahjuma?
"saya kurang tau, nona"
"saya akan menemuinya, tolong
siapkan minuman ahjuma"
"baik nona"
Ahjuma itu pun melenggang pergi kembali
ke dapur, sementara clarissa bergegas menuju ruang tamu. clarissa terkejut saat
melihat irene yang sedang duduk di ruang
tamu, clarissa mencoba mengontrol emosi
nya, dengan tenang ia segera menghampiri
irene.
"ada apa datang kemari?
"ada hal penting yang ingin ku sampaikan"
"cepat katakan, aku tidak punya banyak
waktu"
"aku sedang mengadung anak chanyeol"
Clarissa tertawa sumbang, entah sandiwara
apa lagi yang wanita ini mainkan. clarissa
mencoba untuk tak terpengaruh dengan
perkataan irene.
"apa kau memiliki bukti jika itu anak suamiku?
"ini hasil tes DNA nya"
Irene memberikan selmbar kertas pada clarissa, clarissa membaca dengan seksama
dalam surat itu tertera hasil tes jika 9,9% janin
itu cocok dengan DNA chanyeol. clarissa
meremas ujung dress, menylurkan rasa sakit
yang menggerogoti hatinya.
"berapa uang yang kau inginkan?
"aku tidak butih uang nyonya, aku hanya
butuh ayah dari bayi ini"
"berhenti bermimpi, karena itu takkan
terwujud"
"kasihanilah bayi ini sedikit saja, aku
tak ingin dia lahir tanpa seorang ayah"
"jika kau ingin meminta pertanggung
jawaban, datangi suamiku karena itu
bukan urusanku!
Clarissa melenggang pergi meninggalkan ruang tamu, dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamarnya. clarissa mengurung diri di kamar, ia menagis
sejadi jadinya, ia tak mengerti kenapa
selalu saja ada yang menganggu rumah
tangganya, keinginan clarissa sangat
sederhana, ia hanya ingin tenang bersama
keluarga kecilnya tanpa mendapat ganguan.
Sementara itu di park coporation
D.o sekertaris kepercayaan chanyeol baru
saja memberikan laporan, mengenai anak
perusahaan park corp yang akan di alih
namkan menjadi oh corp. chanyeol tak
menyangka jika sahabat baik nya, menusuk
dia dari belakang.
"hyung, kamu harus cepet bertindak"
"aku gak akan biarin dia ngerbut perusahaan
ku kyung, tapi gimana sama clarissa?
aku gak tega, tinggalin dia"
"kamu bisa minta, bantuan mamah kamu atau mertua kamu untuk menjaga clarissa"
"lalu bagimana, dengan perusahaan ini?
"untuk perusahaan biar aku yang urus,
pergi ke swis aku udah pesenin tiketnya"
"yaudah, aku pergi dulu kyung
aku percayaain perusahaan ini sama kamu"
"udah tenang aja, cepet pergi sana"
Chanyeol segera merapihkan barang-barang
nya, lalu bergegas pulang. setelah menempuh
perjalanan, kurang lebih setengah jam chanyeol pun sampai di mansion. dengan
langkah terburu-buru ia segera menuju kamar
menyiapkan beberapa pakian & berkas.
Setelah mengemasi koper, chanyeol pergi
ke dapur untuk menayakan keberadaan
clarissa pada maid.
"ahjuma, clarissa kemana?
"nona muda pulang ke rumah nya tuan,
tadi nona muda bilang kangen orangtuanya
kayanya bakal ngnep disana beberapa hari"
"ahjuma aku akan pergi ke swis, jika clarissa
pulang nanti tolong beritahukan jika aku
sedang perjalanan bisinis ke swis"
"baik tuan muda, nanti saya sampaikan"
Setelah itu, chanyeol kembali melanjutkan
perjalanan menuju bandara. setengah jam
kemudian, chanyeol pun sampai. dengan
langkah terburu-buru chanyeol menyeret
koper sambil memasuki bandara, chanyeol
memperlihatkan tiket virtual dari ponsel
pintarnya, petugas bandara mempersilahkan
chanyeol memasuki peswat.
Chanyeol mencari tempat duduk yang berada di kelas bisnis, dia duduk di barisan paling
depan. kelas bisnis tidak terlalu ramai penumpang, hanya terlihat beberapa orang
yang berada di tempat itu. sebelum pesawat
lepas landas, chanyeol mencoba menghubungi clarissa, tetapi ponsel clarisaa
tidak aktif. chanyeol segera mematikan ponselnya, mengingat sudah ada pemberitahuan jika peswat akan segera
lepas landas.
Penerbangan dari korea menuju swis membutuhkan waktu 12 jam, waktu pun
berlalu begitu cepat tak lama lagi peswat
akan segera mendarat di bandara swis.
tetapi, tiba-tiba saja cuca menddak memburuk, langit mendadak menghitam.
awan cumulonimbus tiba-tiba saja mucul.
awan itu menyembabkan turbulensi, para
penumpang panik karena guncangan peswat.
Pramugari mencoba menenangkan penumpang, dan memberi himbauan agar
para penumpang memakai pelampung dan
masker. sang pilot mencoba untuk melewati
awan cumulo nimbus itu, tetapi karena ukuran awan yang terlalu besar dan berpetir
menyebabkan peswat kehilangan sinyal.
Alarm tanda bahaya tertegar, sang pilot
mencoba mengendalikan pesawat tetapi
sayang usaha itu gagal, akhirnya pesawat
pun terjatuh pada sebuah pulau yang ada
di pesisir pantai swis.
Clarissa terbangun dari tidurnya, nafas nya
memburu. keringat dingin membasahi keningnya, clarisaa mengalami mimpi buruk.
dalam mimpinya, dia melihat pesawat jatuh.
clarissa menarik nafas mencoba menenangkan diri, lalu kembali tidur.
Keseokan harinya, clarissa mendapatakan
kabar dari kyungsoo. sekertaris kepercayaan
chanyeol, clarissa keheranan karena tidak
biasanya kyungsoo menghubunginya.
"yeobseo oppa, ada apa?
"clarissa, cepat nyalakan tv
ada info tentang suamimu"
Kyungsoo memutus sambungan telepon,
karena penasaran, clarissa pun segera
menyalakan tv. pembawa berita itu sedang
menyiarakan berita terkini, memberitahukan
tentang peswat jatuh & nama penumpang.
clarissa terkejut bukan main, saat nama
chanyeol tertera pada list penumpang yang
masih belum di temukan.
Seketika clarissa melemas, ia tersungkur
dilantai. tubuhnya bergetar, air mata mulai
membasahi kedua pipinya. To be cintinue