
Setelah chanyeol menjelaskan kesalah pahaman tentang foto dirnya dengan irene,
akhirnya clarisaa memutuskan untuk ikut
pulang ke seoul bersama chanyeol. selama
dalam perjalanan menuju seoul, tidak ada
yang membuka percakapan. chanyeol fokus
menyetir, sementara clarissa sedang asik
menonton youtube parenting bayi.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam
dari daegu menuju seoul, mereka pun sampai
di seoul. mobil porsche hitam itu, berhenti di
pekarangan masion chanyeol. mereka turun
dari mobil, lalu berjalan menuju pintu utama.
"ting nong ting nong"
Chanyeol menekan bel, tak jung ahjuma membukakan pintu. jung ahjuma sangat
senang saat melihat clarissa, nona muda
yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.
"selamat datang kembali nona muda,
bagaimana keadaaan nona dan bayi anda?
"aku dan bayiku, baik-baik saja ahjuma"
"syukurlah, mari nona biar saya bawa
kopernya"
Kim ahjuma menggiring clarissa memasuki
mansion, chanyeol mengikuti dari belakng.
"ahjuma, taroh saja koper nya di sana"
"baik nona, apa anda ingin makan sesuatu?
"aku ingin salad buah & ice lemon tea"
"baik nona, tunggu sebentar saya siapkan"
Kim ahjuma melenggang pergi meninggalkan
kamar itu, tak lama chanyeol memasuki
kamar. ia berjalan menghampiri clarissa
yang sedang duduk di tepi ranjang.
"sayang"
"jangan sentuh aku, aku kembali ke rumah
ini karena ke inginan bayi kita, bukan berarti
aku memafkan kesalahanmu"
"baiklah jika itu mau mu, aku tak akan
tidur disini"
Chanyeol melenggang pergi keluar dari kamar
utama menuju ruang kerja, chanyeol berusaha untuk sabar menghadapi clarissa
mengingat mood ibu hamil sering berubah
ubah. tak ingin berlarut dalam kegalauan,
chanyeol memutuskan untuk kembali bekerja.
ia duduk di kursi kerja nya, lalu mulai berkutat
memeriksa email yang masuk serta beberapa
dokumen yang baekhyun kirim. waktu berlalu
begitu cepat, matahari sudah tenggelam kini
berganti dengan rembulan yang menyinari
malam hari. tak lama, terdengar suara ketukan dari luar ruangan kerjanya.
"tok tok tok"
"masuk"
Tak lama, ahjuma kim memasuki ruangan itu
chanyeol terheran saat melihat ahjuma kim
yang terlihat panik.
"ada apa ahjuma"
"nona muda tuan"
"ada apa dengan ny?
"nona muda, kembali muntah muntah"
Chanyeol bangkit dari duduknya, dengan langkah lebar ia segera menuju kamar utama.
sesampai disana, chanyeol segera menuju
kamar mandi.
"tok tok tok, cla apa kau baik baik saja?
Tak lama clarissa keluar dari kamar mandi,
wajah nya terlihat sangat pucat, langkah nya
tertatih, clarissa hampir ambruk. untung nya
chanyeol sigap menopang tubuh clarissa.
chanyeol membopong clarissa menuju tempat tidur, dengan telaten chanyeol membaringkan clarissa di atas tempat
tidur, lalu menyelimuti dengan selimut.
"Cla apa kau ingin makan sesuatu?
"aku ingin toppoki pedas"
"baiklah, aku akan pesankan"
"shireo, aku mau oppa yang buat"
"biklah, tunggu sebentar aku buatkan"
"aku ingin lihat oppa memasak"
"kajja"
Chanyeol menggendong clarissa di punggjngnya, clarissa mengalungkan
lenganya pada leher chanyeol. chanyeol
pun berjalan menuju dapur, sesampai disana
chanyeol meletakan clarissa di kursi dekat
kitchen bar. sementara itu, chanyeol mulai berkutat dengan peralatan dapur mulai memasak toppoki.
Clarissa menopang dagu, memperhatikan
kelincahan chanyeol yang sedang memasak.
jujur saja, chanyeol terlihat sangat sexy saat.sedang memasak. otot-otot tanganya termihat sangat jelas, hal itu tentu membuat
clarissa kembali terjatuh pada pesona chanyeol.
Beberapa menit kemudian, toppoki pun jadi.
chanyeol menyajikan topokki itu di depan
clarissa, mata clarissa berbinar melihat toppoki yang terlihat menggugah selera.
tanpa basa basi lagi, ia mengambil sumpit
lalu mulai menikamati toppoki itu.
Beberapa menit kemudian, toppoki itu habis
tak tersisa. chanyeol terbenging di buatnya,
semenjak hamil nafsu makan clarissa bertambah, membuat chanyeol terheran.
"oppa aku ngantuk"
"minum susu dulu ya"
"ne oppa, tapi sedikit saja"
Chnayeol segera membuatkan susu khusus
ibu hamil rasa stoberi, setelah selesai ia
memberikannya pada clarissa. clarissa
segera meminum susu itu sampai tandas,
setelah selesai, clarissa kembali merengek
minta di gendong.
"oppa gendong"
"ne chagi"
Chanyeol kembali menggendong clarissa membawa nya kembali menuju ke kamarnya.
sesampai disana, chanyeol membaringkan
clarissa di atas tempat tidur lalu menyelimuti
nya.
"jaljayo chagia tidurlah"
"oppa mau kemana?
mau seranjang denganku?
"anio, aegy ingin dekat denganmu
aku tak bisa menolaknya"
Chanyeol tersenyum saat mendengar perktaan clarissa, ia pun segera berbaring
di samping clarissa. menarik clarissa kedalam pelkukannya.
"oppa"
"hmm"
"oppa, nyanyikan sesuatu"
"aku tak bisa menyanyi"
"kojitmal, aku masih ingat dulu
saat sma oppa ikutan audisi boygrup"
"tapikan itu sudah lama chagi"
"aku tak mau tau, nyanyikan aku
sebuah lagu"
"baiklah"
Chanyeol mengambil ponsel dari atas nakas,
ia mencari lagu dari boygrup exo, boy grup yang sedang naik daun. dulu chanyeol sempat akan debut dengan boygrup itu,
tetapi ia harus mengubur impiannya, mengingat chanyeol harus meneruskan
mengurus perusahaan keluarga. mengingat
ia merupakan anak laki-laki satu-satu nya
di keluarga park.
Chanyeol memilih lagu dari exo yang cocok
sebagai lagu pengantar tidur, pilihan chanyeol
jatuh pada lagu exo yang berjudul wait.
chanyeol mendownload instrumen lagu itu
terlebih dahulu, setelah itu ia mulai menyanyi
kan lagu exo wait.
*neon jigeum museun saenggak hae?
naneun neoreul saenggakae
nae sesangeun ontong neoro gadeukae
gieongna? imamttae seolledeon neowa na Babe
yunanhido banjjagideon hayan gejeori
jeo dachin changeul neomeo bureowa
haru jongil neol geurimyeo ttokkateun jaril
gidarineun nae mameul alkka*
nuni ol kkeot gateunde (bakkeul bwa eoneusae)
neomu neujeumyeon an dwae (yaksokae)
uriga mannaneun giri eotgalliji anke
Now all I do (All I do)
All I do is wait
Suara bass chanyeol menyapa pendengaran
clarissa, clarissa sangat menikmati lagu itu.
lagu itu eassy listening, dan menenangkan.
perlahan, mata clarissa mulai terpejam. tak
lama, clarissa pun tertidur. chanyeol berhenti
bernyanyi saat menyadari jika clarissa sudah
tidur, ia mematikan musik lalu menaruh ponsel pintarnya di atas nakas.
Chanyeol menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik clarisaa, ditatapnya
wajah clarissa yang damai saat sedang tidur.
clarissa termihat jauh lebih cantik tanpa riasan, chanyeol mendaratkan ciuman pada
kening clarissa. lalu ia merengkuh clarissa
mendekap tubuh mungil itu kedalam pelukan
hangatnya, mereka pun mulai menyelami
alam mimpi.
Semntara itu di tempat lain
suara hingar bingar dentuman musik menggema memenuhi ruangan itu, orang
orang meliuk liuk kan badan mengikuti
irama musik, yang dimaikan oleh Dj.
aroma rokok serta alkohol menuhi ruangan
itu. beberapa wanita bayaran berpakaian
minim, sedang menjajakan diri di tempat itu.
Tak lama, seorang wanita cantik dengan gaun
yang cukup sexy memasuki tempat terkutuk
itu, para pria hidung belang menatap lapar
pada tubuh wanita itu. wanita itu tidak memperdulikannya, ia kembali menyusuri
tempat itu mencari keberadaan tunangannya.
Wanita itu menggeram marah, saat mendapati
tunangan nya yang sedang berciuman panas
dengan wanita brodil di club malam itu, amarah wanita itu sudah di ubun-ubun.
wanita itu, segera menyingkirkan wanita brodil itu, lalu melemparkan segepok uang
uang pada wanita brodil itu. dengan tidak
tau malu nya, wanita brodil itu memunguti
uang itu, lalu melenggang pergi.
"jadi ini yang kau lakukan di belakangku?
jawab aku oh sehun!
"aku terlalu mabuk, jalang itu yang menggodaku lebih dulu irene"
"lebih baik kita pergi dari tempat ini,
ada hal penting yang ingin aku sampaikan"
"baiklah, kajja"
Pasangan itu, melenggang pergi meninggalkan club malam itu.
sesampai di apartement, irene memberiakan
surat pada sehun. sehun yang penasran
segera membaca surat itu, seketika raut
wajah sehun berubah saat mengetahu fakta
jika irene sedang mengandung anaknya.
"gugurkan anak itu!
"apa kau gila, ini darah dagingmu sehun!
"aku tau, tapi aku belum siap memilki anak"
"lalu aku harus bagimana?
"minta lah tanggung jawab pada chanyeol
kita lanjutkan rencana kita semula"
"bisakah kita hentikan semua ini?
aku tak ingin mengusik hidup mereka"
"ada apa denagan mu? apa kau lupa
rencana kita untuk memisahkan mereka?
"aku tidak lupa, aku hanya ingin fokus
mengurus anak ini"
"jika kau iningin, aku mengakui anak itu
sebagai anaku, jalankan rencanaku
jika tidak jangan harap aku akan mengakui
anak itu"
Sehun melenggang pergi sambil membanting
pintu, seketika tubuh irene melemas. irene
tertunduk di balik pintu, ia menangis sejadi
jadinya, irene tak menyangka jika sehun
setega itu padanya. To be continue...........