Two Hearts

Two Hearts
Tipu Muslihat



Hari berganti begitu cepat,tak tersa cahanyeol sudah tinggal bersama rose selama empat bulan.Selama itu rose terus berusaha untuk membuat chanyeol mencintainya,Tetapi hal itu selalu gagal.mengingat chanyeol selalu menjaga jarak dan bersikap dingin padanya.Kesabaran rose sudah habis,akhirnya rose memilih cara jahat agar bisa menjerat chanyeol.


Chanyeol kembali mengalami mimpi yang sama,hampir setiap malam dia selalu memimpikan sosok wanita,Tetapi saat chanyeol mencoba mengingatnya rasa sakit kembali ia rasakan.Chanyeol semakin penasaran dengan sosok wanita yang selalu muncul di dalam mimpi nya,chanyeol merasa tak asing dengan wanita itu,Tetapi sangat sulit untuk mengingatnya.


Chanyeol keluar dari kamar tidurnya sambil mengacak rambut frustasi, chanyeol menuruni anak tangga,lalu berjalan menuju dapur.Dari kejauhan terlihat rose yang sedang duduk menghadap kitchen bar,Sambil menikmati segelas wine.Chanyeol berjalan menghampiri rose,chanyeol menarik kursi lalu duduk di samping rose.


"Mimpi buruk lagi.?"


"Ya begitulah."


"Minumlah,ini sangat ampuh menenagkan pikiran."


Rose menyodorkan segelas wine pada chanyeol,tanpa pikir panjang chanyeol pun langsung meminum wine itu.Rose tersenyum menampilkan seringaiannya,Beberapa menit kemudian chanyeol tertidur.


"Marcus kemarilah."


Tak lama seorang pelayan pria menghampiri rose, pria itu membantu rose membawa chanyeol menuju kamar chanyeol.Setiba di kamar,pelayan pria itu segera melucuti pakaian chanyeol melemparkan asal,Lalu menmpatkan chanyeol ke tempat tidur.


"Kerja bagus marcus cho."


"Kalo begitu,aku pamit dulu nona."


"Tunggu marcus,maukah kamu membantuku.?"


"Apa yang bisa aku bantu nona?"


"Bercinta lah denganku."


"Maaf nona, aku mungkin hanya


pelayan rendahan,tapi aku tau batasan."


"Aku mohon,tolong aku sekali ini saja."


Ujar rose memasang wajah memelas,marcus pun luluh.pelayan itu tak tega melihat rose yang terlihat sangat frustasi.


"Baiklah nona,ayo kita lakukan."


Marcus menggendong rose membawanya menuju kamar rose, marcus membaringkan rose di atas tempat tidur.Mereka saling bertatapan dalam berberapa menit,Debaran jantung marcus kembali berulah maklum saja marcus sudah menyipan perasaan pada rose sejak sma,Tetapi marcus cukup tau diri,sehingga marcus mencoba mengubur dalam-dalam perasaan nya terhadap rose.


"Nona,apa nona yakin?"


"Lakukan saja printahku."


"Apa nona tidak akan menyesal?"


"Tentu saja tidak."


"Baiklah aku akan memulai nya."


Rose membungkam marcus dengan ciuman,rose memulai permainan terlebih dahulu.Perlahan marcus membalas ciuman rose dengan lembut tetapi menuntut.Malam itu menjadi malam yang panjang bagi rose dan marcus,Rose tak menyangka pria yang terluhat culun seperti marcus ternyata sangat hebat di atas ranjang.Rose terbangun,ia melihat ke arah jam dinding,Jam menunjukan pukul 04.05.Rose masih mengantuk mengingat mereka baru selesai bercinta pada pukul 03.00.Rose segera membangunkan marcus,marcus pun terbangun.


"Ada apa nona?"


"Marcus,tolong tukar seprai di kamar ini


dengan seprai di kamar chanyeol."


"Baik nona."


"Tunggu,kamu mau apa?"


"Baiklah,cepat."


Marcus melilitkan selimut menutupi tubuh polos rose, lalu menggendong rose membawanya menuju sofa.Setelah itu,marcus segera melepas seperei bekas percintaan mereka,Marcus terkejut saat melihat bercak darah di seprai putih itu.Marcus merasa bangga karena dia menjadi peria pertama bagi rose,Setelah itu marcus bergegas menuju kamar chanyeol,sesampai disana,Marcus membopong tubuh chanyeol terlebih dahulu,Lalu marcus segera mengganti seprai bersih itu,dengan seprai kotor bekas percintaan nya dengan rose.Setelah selesai,marcus kembali ke kamar rose.


"Sudah selesai nona."


"Bagus,sekarang saatnya aku menjalankan


rencanaku."


"Mari nona saya antar."


Marcus menggendong rose menuju kamar chanyeol,marcus meletakan rose di tempat tidur chanyeol.


"Marcus terimakasih sudah membantuku."


"Tidak usah berterimaksih nona,keluargaku


sudah berhutang budi pada keluarga nona


sudah kewajibanku melayani nona dengan baik."


"Sekarang kamu boleh pergi."


"Baik nona."


Marcus pun meninggalkan kamar itu,rose pun memulai sandiwaranya.rose pura-pura menangis,Suara tangisan rose membuat chanyeol tergangu perlahan chanyeol pun terbangun.Chanyeol terkejut saat melihat rose berada di ranjang yang sama dengan nya dalam keadaan tanpa busana.


"Rose,kenapa kamu ada di kamarku?"


"Fedrick apa kamu tak ingat apa yang


kamu lakukan padaku semalam.?"


Chanyeol mencoba kembali mengingat kejadian semalam,kepala chanyeol terasa pening,terakhir yang chanyeol ingat ia minum bersama rose setelah itu dia tidak ingat apa-apa.


"Tidak mungkin,aku tidak mungkin menyentuhmu rose."


"Fedrick kenapa kamu mengelak?


lihat,ini tanda yang kamu buat."


Ujar rose sambil menunjuk beberapa kiss mark di lehernya, chanyeol terkejut saat melihat banyak kiss mark di leher rose,Chanyeol semakin bingung.


"Demi tuhan,aku tak ingat kejadian semalam."


"Bagimana jika aku hamil hikss."


"Baiklah,jika kamu hamil aku akan menikahimu."


"Benarkah?."


"Tentu saja,bagimana pun itu anakku aku harus bertanggung jawab."


"Thanks you fedrick."


Rose berhambur memeluk chanyeol, rose bersorak dalam hati akhirnya rencana dia berjalan dengan lancar,Tak lama lagi mereka akan menikah itu artinya rose akan memiliki chanyeol seutuhnya.batin rose.


To be continue..............