Two Hearts

Two Hearts
Kecelakaan Pesawat



Saat ini clarissa sedamg dalam perjalanan menuju bandara di temani kyungsoo, sekertaris chanyeol. kyungsoo menawarkan


diri mengantarkan clarissa, mengingat clarissa sedang panik. setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, mereka pun sampai


di bandara incheon.


Clarissa segera turun dari mobil, bergegas memasuki bandara. kyungsoo menyusul di belakang, suasana bandara cukup raamai


banyak keluarga dari korban yang datang


untuk menanyakan nasib keluarga mereka


yang menaiki pesawat jatuh itu. dengan


langkah lebar, clarisa menembus kerumunan


lalu menghampiri petugas bandara.


"bagimana nasib suami ku, apakah dia selamat?


"tim sar masih mencari para korban,


mengingat pesawat jatuh di perairan australia"


"lalu bagimana dengan nasib suamiku?


"untuk saat ini kita hanya bisa berdoa,


dan berusaha mencari korban"


Seketika clarissa melemas, clarissa hampir saja terjatuh untungnya kyungsoo sigap


menahan tubuh clarisaa.


"nona, mari saya antar pulang"


"tidak kyung, aku masih ingin disini"


"pikirkan bayi nya, anda tidak boleh


kelelahan"


Clarisaa pun menuruti perkataan kyungsoo,


kyungsoo segera msmbawa clarissa keluar


dari bandara, mereka pun kembali ke parkiran.


selama dalam perjalanan, tidak ada yang


membuka percakapan. kyungsoo fokus menyetir, sementara clarissa termenung


menatap ke arah kaca mobil.


Tak terasa air mata membasahi kedua pipinya, clarissa menyesal karena mengizinkan chanyeol pergi. meakipun


ia sedang marah pada chanyeol, tetapi


clarissa tak mengharapkan periatiwa ini


terjadi. 2 jam kemudian mereka pun sampai


di mansion chanyeol, kyungsoo mengantar


kan clarissa sampai ke depan pintu utama.


"ting nong ting nong"


Kyungsoo menekan bel, tampaklah Ny park


yang berdiri di ambang pintu. clarissa langaung berhambur memeluk ibu mertuanya.


"eomonim, saya pamit dulu"


"ne kyung, terimakasih sudah mengatar clarissa"


"ah ne, itu sudah tugas ku eomonim"


Setelah berpamitan, kyungsoo pun pergi.


ny park, menggiring clarissa memasuki


mansion. Ny park menemani clarissa di


ruang tamu, mengingat clarissa masih


menangis.


"eomma, chanyeol hikss"


"eomma tau kamu sedih, tapi ingat


kamu sedang hamil kamu jangan


memikirkan yang berat-berat"


"aku takut eomma, aku tak sanggup


jika chanyeol pergi"


Ny park menggengam tangan clarisa, entah


mengapa tangan hangat Ny park mampu


membuat clarissa sedikit merasa tenang.


"sayang, chanyeol anak eomma yang kuat


dimana pun saat ini dia berada, eomma


yakin chanyeol akan bertahan, dan akan


kembali pada kita, yang bisa kita lakukan


hanya berdoa dan menunggu chanyeol


kembali"


"ne eomma, aku harap chanyeol cepat kembali"


"lebih baik sekarang kamu makan, kamu


belum makan siang kan?


" ah ne eomma"


"kajja, eomma akan menemanimu"


Mereka beranjak dari duduknya, lalu bergegas menuju ruang makan. Ny park menyiapkan


nasi serta lauk, lalu menyodorkan pada clarisaa. hati clarissa menghangat, clarissa


berayukur memiliki ibu mertua seperti Ny park. Ny park memiliki hati yang lembut &


sangat perhatian, sehingga membuat clarisaa


merasa nyaman.


"cha, makanlah kasian aegy"


"ne eomma"


Clarissa mulai menikmati makan siangnya, meakipun ia tak berselera, clarissa tetap


memakaakan untuk makan demi bayi nya.


selesai makan siang, clarissa pun kembali


ke kamarnya, mengingat Ny park menyuruh


nya untuk beriatirahat.


Australia


Pesawat korean air jatuh di laut australia,


pesawat hancur berkeping- keping. para


penumpang terombang-ambing di lautan.


seorang nelayan, baru saja pulang setelah


selesai menangkap ikan. saat ia baru saja


turun dari perahu, nelayan itu melihat ada


orang yang terdampar di tepi pantai.


Karena penasaran, nelayan itu pun segera


menghampiri orang itu. terlihat sosok pria


jangkung yang tak sadarkan diri, pria itu


terluka parah, kepalanya mengeluarkan


banyak darah. karena panik, nelayan itu


segera memanggil warga pesisir pantai.


"tolong, ada orang yang celaka"


Teriak nelayan itu, tak lama ada dua orang


nelayan yang menghampirinya. mereka


terkejut saat melihat pria jangkung yang


terluka parah dan tak aadarakan diri.


"luka nya cukup parah, kita harus membawanya ke rumah sakit di kota"


"aku akan meminjam mobil, kalian tolong


urus lukanya, dia bisa tak selamat jika


lukanya di biarkan"


"pergilah, biar aku saja mengurusnya"


Kedua nelayan itu pun pergi, sementara nelayan yang menemukan chanyeol, segera


mencari obat-obatan untuk mengobati luka


chanyeol. tak berselang lama, kedua nelayan


pun kembali. mereka segera membawa


chanyeol menuju rumah sakit yang berada


di kota, setengah jam kemudian mereka pun


sampai di rumah sakit.


"tolong, dia terluka parah"


Tim medis segera membawa blankar, lalu membawa chanyeol menuju ruang ugd.


ke3 nelayan itu mengikuti dari belakang,


tetapi mereka hanya menunggu di luar,


mengingat tidak di perbolehkan masuk.


Tak lama seorang dokter cantik memasuki ruangan ugd, dia adalah Dr rose dokter


bedah yang sangat terkenal di kota itu.


"bagimana keadaannya?


"pasien mengalami pendarahan dok,


pasien, membutuhkan transfusi darah"


"beritau keluarganya, kita tak punya banyak


waktu"


"baik dok"


Salah satu perawat keluar dari ruangan ugd,


lalu menghampiri ke 3 nelayan yang sedang


menunggu.


"apakah ada yang memiliki golongan darah A?


"golongan darah saya A"


"ikut saya, pasien membutuhkan tranfusi"


Nelayan ke3, mengikuti susuter itu menuju


ruangan transfusi. setelah mendapatkan darah, suster pun kembali ke ruangan ugd.


dokter rose, segera menagani pasien. untung


chanyeol bisa di selamatkan.


"pasien telah melewati masa krisis,


pindahkan ke ruangan inap"


"baik dokter"


Saat suster akan mendorong blankar, dr rose


mencekal pergelangan tangan suster itu.


suster pun menghentikan kegiatannya, rose


memperhatikan wajah pasien yang baru saja


dia tangani, rose memperhatikan wajah pria


itu dengan seksama. kilasan ingatan masalalu, kembali berputar di benak rose.


Flash Back On


Saat itu rose akan pulang ke apartement nya,


di tengah jalan, ada pria yang menggangunya


rose sangat ketakutan. untungnya chanyeol


sedang melewati jalan itu, chanyeol pun segera menolong rose. semenjak itu rose


& chanyeol menjadi dekat, karena mereka


satu kampus, tetapi semenjak ada mahasiswi


baru yang bernama clarissa, semuanya berubah, chanyeol lebih sering menghabiskan


aaktu dengan clarissa, dan yang membuat


rose patah hati, saat itu rose mendengar kabar jika chanyeol & clarissa berpacaran.


karena alasan itulah, rose memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya, melanjutkan pendisikannya di negri kangguru.


Flash Back Off


"chanyeol sunbae"


"dokter, apakah anda mengenal pasien?


"dia seniorku saat kuliah, pidahkan


dia ke ruang inap viv"


"baik dokter"


Suster mendorong blankar keluar dari ruangan ugd, rose mengikuti dari belakang.


ke 3 nelayan, menghampiri rose menayakan


keadaan chanyeol.


"dokter, bagimana keadaan pemuda itu?


"kalian tidak usah khawatir, pasien sudah


melewati masa krisis"


"syukurlah, lalu dia di bawa kemana dok?


"pasien di pindahkan ke ruangan viv,


kalian tak usah khawatir aku yang urus


biaya administrasinya"


"dokter, apakah anada mengenal pemuda itu?


"dia kerabat dekatku, saya berterimakasih


kalian telah menolong nya"


"syukurlah, kalau begitu kami pamit dulu"


Ke 3 nelayan itu pun pergi, rose bernafas lega


untungnya oarang-orang itu mempercayai


perkataannya. rose bergegas menuju ruang


inap viv, sesampai disana ia langsung menarik kursi lalu duduk di sampaing blankar.


"sunbae akhirnya kita bertemu kembali, aku.pikir aku takan pernah melihat mu lagi"


Gumam rose sambil mengengam tangan chanyeol, rose melihat sebuah cincin perak


melingkar di jari chanyeol, karena penasaran


rose melepas cincin itu. rose memperhatikan


dengan seksama, di dalam cincin itu tertera


nama chanyeol & clarissa, rose mengambil


kesimpulan jika chanyeol sudah menikah.


Hal itu membuat rose kecewa, rose tidak terima karena sampai saat ini rose masih


mencintai chanyeol dan ingin memiliki


chanyeol seutuhnya, rose menyimpan cincin


itu kedalam saku jasnya.


"aku harap ingatanmu hilang" gumam rose


Keesokan harinya, chanyeol mulai sadar


ia melihat wanita cantik yang tertidur di


dekat blankarnya, chanyeol menepuk bahu


rose, tak lama rose pun terbangun.


"sayang, kamu sudah sadar?


"maaf, kamu siapa?


"apakah kamu tak mengingatku?


Chanyeol menggelengkan kepala, raut kebingungan terlihat jelas di wajahnya.


rose berfikir, mungkinkah chanyeol hilang


ingatan? jika benar, rose takkan menyia-nyia


kan kesempatan untuk memiliki chanyeol.


"tunggu sebentar, aku akan memanggil dokter"


Rose bangkit dari duduknya, ia pun meninggalkan ruangan itu. tak berselang


lama, rose kembali sambil membawa


seorang dokter muda yang terlihat tampan.dokter itu, segera memperiksa keadaan chanyeol.


"bagimana keadaannya?


"pasien mengalami amnesia, jangan terlalu memaksakan dia untuk msngingat"


"baiklah"


"rose, aku tunggu di ruanganku"


"pergilah, nanti aku menyusul"


Dokter itu pun pergi, kini hanya ada chanyeol


& rose. suasana terasa canggung, rose


berusaha mendekati chanyeol.


"mungkin kau tidak ingat, jadi aku akan


memperkenalkan diri, aku rose tunanganmu"


"tunangan? benarkah?


"jangan terlalu di paksakan, aku akan membantu mu mengingatnya"


"apa kau tau namaku?


"nama mu fedrik park"


Chanyeol mengerutkan keningnya, entah mengapa nama itu terdengar asing. rose


yang menyadari raut keraguan chanyeol,


segera mengalihkan topik pembicaraan.


"sayang kamu pasti lapar, tunggu


sebentar, aku akan mengambil makanan"


"aku tak suka makanan rumah sakit"


"baiklah, aku akan pesan dari restoran saja"


Rose mengambil ponsel pintarnya, lalu memesan makanan, setengah jam kemudian


kurir pengantar makanan pun datang. rose


sengaja memesan makanan korea, rose tau


betul jika chanyeol tidak suka makanan barat.


"sayang makan dulu, aku suapi ya"


"tidak rose, aku bisa sendiri"


"kamu baru siuman sayang, menurut saja ya"


Chanyeol pun pasrah, dengan telaten rose


menyuapi chanyeol. makanan itu terasa tak


asing di lidah chanyeol, tetapi chanyeol tidak


mengingat apa-apa. selesai makan, chanyeol


merengek ingin pulang, tetapi dokter belum


mengizinkan, chanyeol belum pulih sehingga


harus di rumah sakit selama 3 hari kedepan.


"rose aku ingin pulang"


"kamu belum boleh pulang"


"tapi aku bosan"


"kita jalan-jalan saja, bagaimana?


Chanyeol menagguk, rose mengambil kursi


roda. chanyeol duduk di kursi roda itu, rose


mendorong kursi roda menuju taman rumah


sakit. semyum chanyeol terbit saat sampai


di taman rumah sakit, pemandangan rumah


sakit yang asri membuat pikirannya tenang.


"bagimana? apa kau suka?


"aku suka tempat ini"


Rose bernafas lega, rose menemani chanyeol


di taman itu. tanpa mereka sadari, dari ksjauhan seseorang memperhatikan mereka.


orang itu adalah minhyun, minhyun berada


tak jauh dari mereka, minhyun terkejut saat


melihat chanyeol bersama rose. mengingat


ia baru saja mendapat kabar, jika chanyeol


mengalami kecelakaan pesawat dan belum


di temukan. To be continue.................