Two Hearts

Two Hearts
Rose Mansion



Kondisi chanyeol sudah membaik, chanyeol sudah di perbolehkan pulang. rose membawa chanyeol pulang ke mansion keluarganya. selama dalam perjalanan pulang, tidak ada yang membuka perckapan. rose sedang sibuk dengan ponsel pintarnya, sementara chanyeol hanya terdiam sambil menatap pemandangan jalanan kota melbourne melalui kaca mobil.


"apa perjalanan nya masih lama?


"tidak, sebentar lagi sampai"


Ujar rose, rose kembali mengutak atik ponsel pintarnya, sementara chanyeol kembali menatap ke arah kaca mobil. tak lama, mobil audy hitam itu berhenti di prkarangan mansion mewah dan megah. rose segera mengajak chanyeol turun dari mobil, mereka berjalan memasuki pintu utama mansion.


Rose menekan tombol interkom, tak lama pintu mansion terbuka. maid tersenyum ramah menyambut kedatangan rose, bersama namja tampan yang tidak di ketahui.


"bibi, apa ayah dan ibu sudah pulang?


"Tn dan Ny masih ada di swis nona"


"oh begitu, bibi tolong siapkan makan siang"


"baik nona"


Maid itu pergi menuju dapur, sementara rose mengajak chanyeol menuju kamar tamu yang


sudah di siapkan. kesan pertama chanyeol saat memasuki mansion itu, ia sangat terkagum pada mansion bergaya eropa yang


terkesan mewah, tetapi chanyeol merasa asing dengan mansion itu.


"sayang, ini kamar mu"


kata rose sambil membuka kamar tamu yang sudah di tata sedemikian rupa, kamar itu lumayan besar, semua tertata rapih dan bersih. disana, terdapat banyak foto rose &


chanyeol, rose sudah menyiapkan jauh jauh


hari, agar chanyeol mempercayai jika mereka


benar-benar sudah bertunangan.


"sayang, lihat lah ini foto kita saat masa pacaran dulu"


kata rose sambil memperlihatkan bingkai foto pada chanyeol, chanyeol mencoba mengingat masa lalunya, tetapi lagi lagi ia merasa asing dengan semua itu.


"sudah jangan terlalu di paksakan, aku akan membantu mu untuk mengembalikan ingatanmu"


"gomawo rose"


"oh ia, aku lupa ini cincin tunangan mu


suster memberikannya saat di rumah sakit"


Rose memberikan sebuah cincin berwarna silver pada chanyeol, chanyeol menatap cincin silver itu, tertera nama chanyeol & rose. dengan ragu, chanyeol memasang


cincin itu pada jarinya.


"sayang, jaga cincin ini baik-baik ya


jangan sampai hilang lagi"


"ah ne"


"sayang, kamu istirahat dulu saja


nanti aku akan kesini lagi saat jam makan siang"


Chanyeol mengangguk, rose melenggang pergi meninggalkan kamar tamu. chanyeol menatap kepergian rose, chanyeol mencoba mengingat masa lalu nya, tetapi semua nya masih samar.


Saat ini rose & chanyeol sedang menikmati makan siang, chanyeol tidak terlalu berselera mengingat ia tidak terlalu suka masakan western.


"sayang kamu kenapa? apa makanan nya tidak enak?


"anio, lidahku belum terbiasa dengan masakan ini"


"jika tidak suka bilang saja, aku akan


menyuruh chef memasak yang lain"


"ah ne"


Mereka kembali menikmati makan siang,


selesai makan siang, rose pamit untuk kembali ke rumah sakit, mengingat ada pasien yang harus ia tangani.


"sayang, aku harus kembali bekerja


kamu tak keberatan aku tinggal"


"pergilah, pasien membutuhkanmu"


"baiklah aku pergi dulu, jika kamu butuh


sesuatu kamu minta saja pada maid"


"ne araseo"


Sebelum pergi, rose berjinjit lalu mencium pipi chanyeol. hal itu membuat chanyeol mematung di tempat, chanyeol menatap


punggung rose yang mulai menghilang di


balik pintuh. perasaan aneh kembali menghinggapi hati nya, entah mengapa


chanyeol merasa asing dengan rose, apa


pun yang rose lakukan tidak membuat jantung chanyeol berdebar.


chanyeol berdebar.


Sesampai di rumah sakit ternama di kota melbourne, rose langsung memasuki rumah sakit dengan tergesa-gesa. ia segera menuju ruang operasi, mengingat ada pasien yang harus ia tangani. rose merupakan dokter bedah yang sangat terkenal di kota melbourne. beberapa jam kemudian operasi pun selesai, rose keluar dari ruang operasi.


Rose berjalan menuju ruangannya, sesampai di sana ia beristirahat sejenak. mengingat operasi yang berlangsung selama beberap jam tadi, sangat menguras tenaga dan pikiranya. rose berbaring di sofa yang berada


di ruang kerjanya, saat rose akan memejamkan mata, tiba-tiba terdengar


suara ketukan pintu.


"tok tok tok"


"masuk"


Tak lama pintu pun terbuka, rose terkejut saat melihat minhyun senior kampus nya memasuki ruangan kerjanya.


"minhyun sunbae"


"dimana chanyeol?


"apa masksudmu sunbae?


"orang kepercayaan ku sudah menyelidiknya,


saat ini chanyeol berada di kediamanmu kan?


"sunbae, aku mohon kali ini saja tolong bantu aku, aku mencintai chanyeol sejak masih kuliah, aku mohon kali ini biarkan aku memilikinya"


"rose, sadrlah chanyeol sudah menikah


saat ini istrinya sedang mengandung apa


kau tega memisahkan mereka"


"aku tidak peduli sunbae, bertahun tahun aku mencoba melupakan chanyeol tapi aku tak bisa, kali ini aku tak akan melepaskannya, lagi pula keadaan ini menguntungkan bagi kita sunbae"


"apa maksudmu rose!


"sunbae, aku tau rahasiamu selama ini sunbae menyukai clarissa kan? jika sunbae membiarkan chanyeol tetap bersamaku, sunbae bisa merebut hati clarissa, pikirkanlah sunbae"


Minhyun terdiam, perkataan rose memang benar adanya. selama ini minhyun memendam perasaan nya terhadap clarissa,


merelakan clarissa bersama chanyeol meskipun hatinya terluka. penawaran rose


sangat mengiurkan, mengingat kesempatan seperti ini tidak datang dua kali.


"bagaimana sunbae?


jangan biarkan chanyeol mengingat clarissa"


"aku akan berusaha semamampuku"


"aku pergi dulu, jika terjadi sesuatu hubungi aku"


Minhyun memberikan kartu nama nya pada rose, setelah itu minhyun mrninggalkan ruangan rose, mengingat minhyun akan


pergi kebandara untuk kembali ke korea.


Seoul Korea Selatan


Beberapa korban kecelakaan pesawat sudah di temukan dan di pulangkan ke korea, hanya beberapa orang lagi yang masih belum di temukan, termasuk chanyeol. tim sar masih berupaya mencari korban di perairan laut australia. Sementara itu, keadaan clarissa sedang tidak stabil. berita kecelakaan pesawat yang di tumpangi chanyeol sangat berpengaruh pada kesehatan menyalnya.


Untuk sementara waktu, clarissa tinggal di kediaman orangtuanya. karena orangtua clarissa tak ingin, clarissa terus berlalut dalam kesedihannya, terlebih lagi saat ini clarissa sedang hamil muda.


"cla makan dulu ya"


"aku tidak laapr eomma, eomma apakah


sudah ada kabar dari pihak bandara?


"belum cla, sekarang makan dulu ya


demi aegy"


"ne eomma"


Clarissa mengambil nampan berisi makanan, clarissa memaksakan makan meskipun tak berselera.


"cla, jangan terlalu banyak pikiran itu tidak baik untuk kesehatan aegy"


"ne eomma"


"eomma, tinggal dulu ya"


Clarissa menangguk, Ny kim melenggang pergi meninggalkan kamar clarissa. sepeninggal Ny kim, clarissa mengabil


album foto pernikahan, ia berbaring di sofa.


clarissa membuka album foto pernikahan itu.


disana, terdapat beberapa foto prewedding clarissa dan chanyeol. clarissa mengusap foto itu dengan gerakan lembut, tak terasa air mata membasahi kedua pipi nya.


"chanyeol kamu dimana? aku harap kamu masih hidup hikss" gumam clarissa


Clarissa kembali membuka album foto itu, begitu banyak moment kebersamaan clarissa bersama chanyeol, hal itu membuat clarissa bersedih, clarissa menangis tak lama ia tertidur karena terlalu lelah menagis.


Malam harinya, clarissa sedang menonton acara tv di ruang tengah, sambil menunggu tamu yang akan datang untuk makan malam dengan orangtuanya. sebenarnya clarissa sangat malas untuk ikut menjamu tamu orangtuanya, tetapi Ny kim bersikeras mau


tidak mau, clarissa pun ikut menjamu tamu.


Clarissa sangat bosan, semenjak hamil mertua dan orangtua clarissa tidak mengizinkan clarissa mengerjakan pekerjaan rumah, sehingga clarissa hanya bermalas malasan di kamar saja. saat sedang asik menonton acara runing man, tiba tiba bel berbunyi. dengan malas clarisaa bangkit dari duduknya, verjalan membukakan pintu.


"ceklek"


Pintu pun terbuka, clarissa terkejut saat melihat minhyun dengan setelan rapih


berdiri di ambang pintu. saking senangnya,


clarissa langsung berhambur memeluk


minhyun.


"yakk bisakah kamu melepaskan pelukanmu,


aku tak bisabernapas"


"he he mianhae"


Clarissa pun melepaskan pelukannya,


"kenapa tidak mengabariku, jika pulang ke korea?


"aku sengaja, ingin memberimu kejutan"


"dasar menyebalkan, pulang saja sana"


"aku tidak akan pulang, appa dan eomma


mu yang mengundangku makan malam"


"ya sudah ayo masuk, appa eomma


sudah menunggu di meja makan"


Mereka oun berjalan menuju ruang makan, sesampai di sana Tn & Ny lee menyambut hangat kedatangan minhyun. maklum saja minhyun merupakan teman clarissa sejak


kecil, sehingga sudah dianggap anak sendiri


oleh orangtua clarissa.


"aigoo minhyun, kamu makin tanpan saja"


Ny lee


"eomma bisa saja"


"kenapa baru pulang? kamu sangat betah


sekali tinggal di amerika? Tn lee


"aku sibuk bekerja appa, ehingga


baru pulang sekarang"


"oh begitu, sering sering lah pulang


kasian orangtua mu kesepian" Tn lee


"ah ne, appa"


"ayo nak minhyun makan yang banyak" Ny lee


"ah ne, kamsahamnida eomma"


Mereka pun menikmati makan malam dengan khidmat, clarissa memaksakan diri untuk makan meskipun ia tak berselera, clarissa mencoba tegar di hadapan minhyun, clarissa


tak ingin membuat minhyun khawatir. selesai makan malam, minhyun pamit pulang.


"appa,eomma, terimakasih makan malam nya"


"tidak usah sungkan nak"


"kalau begitu, saya pulang dulu"


"hati-hati di jalan"Tn lee


"cla, antarkan minhyun ke depan" Ny lee


"ne eomma"


Dengan malas, clarissa mengantarkan minhyun sampai ke pintu utama. saat akan pergi, minhyun berbalik lalu memeluk clarissa.


"menangislah, kamu tak perlu berpura


pura di hadapanku cla"


Clarissa terisak, hati minhyun terasa sakit


melihat clarissa yang sedang terpuruk. tetapi ego minhyun lebih besar, minhyun ingin memilki clarissa, sehingga ia menyetuji kesepakan dengan rose, minhyun bertekad


untuk meluluhkan hati clarissa.


To be continue.............