Twin's Transmigration

Twin's Transmigration
~ Chapter 5 ~



Terhitung tiga hari sejak Ava dan Ana dinyatakan koma, kondisi mereka masih sama, tidak ada perubahan. Hanya ada Farel yang senantiasa menemani istri tercinta bersama para anggotanya.


Sedangkan Farez belum mengunjungi Ava lagi setelah dua hari yang lalu, karena bagaimana pun juga ia disibukkan dengan kegiatan kelas XII dan sebentar lagi akan menghadapi ujian.


~ Rumah Sakit Setiawan~


Terlihat dua anak manusia berbeda jenis gender berada dalam satu ruangan yang memiliki Fasilitas terbaik , kondisi yang satu sedang terbaring lemah sedangkan satu lainnya sedang duduk sembari bertopang dagu memperhatikan setiap lekuk wajah orang yang ia cintai dalam diam.


Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian seakan takut mengganggu waktu istirahat nya, pria itu menggenggam tangan mungil sang gadis, di arahkan tangan tersebut menuju bibir nya dan di kecup buku jari tangan gadisnya dengan ketulusan.


Di temani kicauan burung di luar jendela ruangan, kesaksian udara yang beterbangan dan tembok menjadi saksi bisu, kedua bola mata sang lelaki memancarkan sinar mendamba yang teramat besar dan dalam.


Tak ada sepatah kata yang terucap darinya, ia hanya mampu diam membisu sembari terus menggenggam tangan gadis nya -ralat gadis milik orang lain. yang ia cintai, setelah beberapa menit berdiam diri si ruangan itu kini di mulai beranjak untuk pergi keluar dari sana sebelum ketahuan teman nya yang lain namun sebelum itu ia kecup kening gadisnya dengan dalam.


Sungguh hanya dirinya lah yang rajin menemai sang pujaan hati ketimbang pacarnya sendiri, di luar ruangan nampak sepi tidak ada siapapun bayang kan sekarang saja masih pukul 04.00 WIB, dan ia yakini teman - teman nya masih betah dengan bunga tidur mereka masing - masing.


Pandangan nya kini tertuju pada ruangan sebelah terdapat wajah yang serupa namun beda nama, dengan kondisi yang masih sama tidak ada perubahan, ditemani sang suami yang tidur di sofa didalam ruangan itu.


Tak ingin berlama - lama disana ia pergi dari lantai atas menuju basement bawah untuk pergi menggunakan mobilnya.


...~•~...


Di tempat yang di kelilingi bunga tulip dan mawar yang mekar dengan indah terdapat dua sosok wanita dengan wajah serupa sedang bercengkerama dengan satu sosok pria kecil yang sedari tadi memanggil salah satu wanita itu dengan kata "mommy"


mereka bermain sepuasnya seakan semua beban didunia tidak ada lagi di pundak mereka -bebas. Tertawa bersama dan tiba-tiba anak itu berkata


"Mommy, waktuku sudah habis untuk menemani kalian disini, aku harus kembali " Gummy smilenya mampu memikat pasang mata disana


"Kenapa Alex ingin pergi? tinggal lah disini bersama Mommy"


"Kami belum puas bermain bersama mu anak tampan, tetap disini sebentar saja"


Anak laki - laki itu menggelengkan kepalanya


"Tidak Aunty kini waktuku sudah habis, kalian jalan lah lurus dari sini dan setelah sampai telaga kalian akan bertemu dengan dua wanita cantik lainnya" Mata bulat nya berbinar cerah


Mereka menatap sedih anak laki-laki itu, dengan terpaksa mereka mengikuti arahan dari Alex, setelah sampai di telaga mereka melihat dua gadis cantik yang sedang bermain ayunan.


Salah satu dari mereka menoleh


"Hai... Perkenalkan aku RENAVA AYUDIA GUNAWAN, dan ini adik ku REVANA AYUDIA GUNAWAN. " si tertua berseru


"Kami di sini ingin meminta bantuan kalian" kini adik nya ikut menimpali


"Maaf sebelumnya karena kami kalian tidak bisa istirahat dengan tenang" dengan menunduk Ava berkata.


" Kami yakin hanya kalian yang bisa menggantikan kami hidup di dunia, sebenarnya kami ingin istirahat dengan damai namun urusan kami di dunia belum terselesaikan, jadi kami meminta bantuan Kali " Ana menatap kedua bola mata mereka dengan penuh harap


Lina tiba-tiba bersuara


" Kami sudah rela pergi dari dunia kami dengan tenang, kenapa kalian tanpa tau malu meminta bantuan kepada kami? " owh ayolah ingat kan Lia untuk melakban mulut Lina yang seperti gudang cabai.


Dengan menutup mulut Lina Kini Lia yang bersuara


" Apa imbalan yang kami dapat jika kami menjalankan tugas kalian di dunia yang belum terselesaikan " Dengan menarik satu alisnya ke atas, seakan mengharap apa yang dikatan lawan bicaranya dapat menguntungkan bagi ia dan kembaran nya.


" Kami hanya bisa memberi kalian kehidupan satu kali lagi di dunia " Jawaban tegas itu terlontar dari bibir penuh Ava


Lina berdecih -meremehkan


Ava jadi terbawa emosi, dia bisa saja meledak jika Ana tidak mencengkeram lengannya.


"Ahh yah ada satu rahasia yang mungkin saja bisa menarik minat mu untuk hidup di dunia sekali lagi.? "


Dengan tenang Ana melangkah maju kedepan, ia berbisik perlahan pada mereka berdua, setelah selesai dia kembali ke posisi semula,-disamping Ava.


" Dan juga apa kau tidak ingin tahu keadaan Carloz, suami tercinta mu itu setelah kau tinggalkan dia seorang diri dengan membawa serta buah hati kalian? " Nada tenang namun penuh penekanan di setiap kalimatnya.


Lia menegang, bagaimanapun juga ia rindu dengan Xio nya, ia ingin tahu bagaimana kabar Xio nya setelah ia pergi .


Dengan mata berkaca - kaca, Lia mengangguk kan kepalanya dengan tegas bahwa ia menerima penawaran tersebut.


"Baiklah , kami akan menggantikan kalian hidup lagi di dunia" Kini Lina menyetujui dengan pasrah dan bagaimana pun juga ia ingin membuktikan sendiri perkataan bocah tengik itu dengan mata kepalanya sendiri.


" Karena kalian sudah setuju, mari kami antar kalian menuju portal."


Mereka berempat berjalan mengikuti arus telaga, di sepanjang jalan samping mereka tumbuh berbagai bunga yang indah dan berwarna warni


, memanjakan mata yang melihat.


Setelah beberapa saat mereka telah sampai di depan portal transparan disana terdapat dua gadis yang terbaring lemah dengan selang di tubuh mereka.


" Tanpa kami beritahu kalian pasti sudah tahu siapa mereka yang ada di depan kalian saat ini, " Si bungsu Ana bersuara.


" Kami akan memberikan ingatan kami semasa kami hidup dan identitas kami kepada kalian" Ava menyahuti


" Dan kuharap kalian tidak akan terkejut saat kalian sudah sadar nanti, terkhusus kan untuk Lina kuharap kau bersikap baik pada nya kelak , dan kuharap hilangkan nada ketus mu padanya supaya dia tidak curiga siapa kamu sebenarnya " Kali ini Ana memberi peringatan pada Lina.


Lina hanya memutar bola matanya malas


" Ya baiklah-baiklah aku mengerti dasar cerewet " Lina sebenarnya malas menyahuti jika saja kakaknya itu tidak menatapnya dengan tajam.


Ana sudah mendelik kesal karena di bilang cerewet padahal dia berbaik hati dengan memberikan peringatan terlebih dahulu, sebelum cewek rese itu bertindak terlalu jauh.


" Sudah - sudah, saat nya kalian memasuki portal itu dan selamat menjalan kan kehidupan kedua."


kini Ava memberi kan senyum lebar nya karena tujuan nya telah tercapai dan jiwanya bisa beristirahat dengan tenang.


Si kembar Addison pun memasuki portal , mereka menutup mata karena merasa teramat silau yang menusuk kedua mata mereka.


Hingga jiwa mereka kini telah bersatu dengan raga kembar Gunawan.


*****


Happy kiyowo


Yippy mulai masuk Chapter inti


sksksk, siapin hati biar ngak ngumpat terus ya 😅


Salam hangat dari Nda bye bye


See you next chapter


*****