
Setelah kejadian Ava melemparkan sejumlah uang pada seorang siswi ,kini Ava berjalan kembali ke kelas nya bersama saudara kembar nya diikuti anggota inti dari Aries, bisik - bisik kembali terdengar di sepanjang perjalanan seperti kejadian di kantin tersebar begitu cepat dari mulut ke mulut.
Owh iya! bagi kalian yang penasaran bagaimana Ava mendapatkan foto siswi bernama "Raina wulandari" itu ia dapat dari Ana jangan kalian kira Ana hanya diam sembari memakan makanan nya yang di sodorkan dari tangan Farel langsung , tanpa mau mengorek informasi dari seseorang yang telah merendahkan kakaknya.? hanya perlu beberapa menit bagi seorang (Lina) Ana untuk tau semua informasi musuh nya.
'Nih murid baru sok banget jadi orang, sampe ngumbar aib orang lain.' Justru kalo ngak diumbar kasian yang jadi korban broken home nya ,setan.!
'Kok ada sih yang tega fitnah orang pake foto editan.?' Btw foto itu asli diambil dari cctv yang ada di sana
'Bentar lagi kena karma lah tuh si murid baru ' mohon maaf yah bu dia murid lama btw.
Dan masih banyak lagi kicauan yang tak berfaedah yang masuk ke kedua telinga nya, mereka berpisah saat Ana telah masuk kedalam kelas nya diikuti Albert di belakang nya salam perpisahan singkat terlempar dari bibir kedua bersaudara itu.
Kaki Ava melangkah kembali menyusuri lorong sekolah dengan santai namun di setiap hentakan nya terkesan tegas -khas dominan seorang ketua. Di sepanjang perjalanan kembali ke kelas nya pun masih ada yang bergosip ria tentang nya, hah persetan dengan semuanya yang Ava mau hanya segera belajar lalu pulang rasanya dia butuh tidur sekarang.
BRAAKKK...
Pintu di tendang kasar oleh oknum bernama RENAVA AYUDIA GUNAWAN , bagaimana tidak di tendang bila pintu nya saja di kunci dari dalam? diri nya sudah kesal karena kejadian di kantin ditambah kini diri nya sengaja dikunci dari luar oleh teman sekelas nya , niat hati ingin merendam emosi di dalam kelas justru emosi nya kini malah memuncak terkumpul di atas kepala.
" Bastàrd ! siapa yang kunci pintu dari dalam?!! "
Suasana ramai kini sontak menghening , mereka yang berada di dalam kelas sana sedang merinding menekan rasa ketakutan akibat aura seram yang sedang di keluar kan oleh gadis bersurai hitam legam di depan sana.
" Kalo ada yang nanya jawab! bisu lo semua hah?.?" mata bulat tajam nya mengedar ke seluruh ruangan kelas 11 Ips 2 itu.
" Gue yang kunciin mau apa lo? belagu banget jadi orang , dasar murid baru!"
Seorang siswi bername tag 'Karin Darmawangsa ' berseru penuh pongah, ia tak terima salah satu teman karib nya di hina di depan umum , apalagi belum tentu foto yang tersebar itu benar ia tau teman nya tak mungkin tega merusak rumah tangga orang lain apa lagi dari keluarga yang pernah menolong mereka ketika ayah mereka sedang dalam kesulitan.
" Ck.. Nambah lagi satu hama yang mengganggu." Smirk kecil tersemat di bibir plum merah muda nya.
" Lo kali yang hama, masih murid baru jangan sok keras.!" Karin melangkah kan kaki nya menuju tampat Ava berdiri
" Murid baru? Ppptt... Sorry aja nih gue murid lama btw. Oh apa perlu gue kenalin diri gue lagi? " Ujar nya penuh jenaka , oh ayolah rasanya ia ingin tertawa keras sambil terpingkal - pingkal saat mendengar bahwa ia adalah murid baru.
" Oke Kenalin Nama gue RENAVA AYUDIA .G terkenal sebagai troublemaker nya SMA EDELWEISS , lucu aja sih kok ada yah yang ngak ngenalin gue sama sekali ? Bersyukur loh kalian gue kasih bareface gue yang cantik jelita ini tanpa harus bayar berjuta - juta ke gue"
Semua orang shock mendengar penuturan itu, mungkin karena guru yang tidak hadir sampai bel istirahat berbunyi jadi mereka tidak tau bahwa san nya si troublemaker kelas nya berubah penampilan.
Dari menggunakan make up tebal kini hanya wajah yang semulus pantat bayi, baju yang biasa nya ketat kini berganti menjadi yang ngepas di body , rok yang dulu nya 5 cm diatas lutut kini berada pas di bawah lutut nya, sepatu yang biasa nya berwarna kuning terang kini berganti berwarna full hitam.
" Jangan ngaku - ngaku kalo lo Rena , tampilan dia yang kayak jablày ngak cocok bersanding sama lo yang hanya upik abu."
" Terima aja sih nyatanya gue yang lebih cantik daripada lo " Ava terkekeh pelan lucu juga melihat ànjing bodoh yang sedang menggonggong
" Banyak bacot lo" Karin melempar kan penghapus papan tulis yang sudah menghitam itu pada Ava , sasaran nya kini adalah wajah mulus yang siàlnya ia iri kan
Wushh
Ava berhasil menghindari serangan itu meski ia sedang tak siaga refleks nya tak main - main , Sudah cukup berleha - leha nya kini waktunya menuntas kan emosi yang tertimbun di pucuk kepala nya.
Brukk..
Tendangan berputar Ava ayun kan tepat mengenai dada Karin yang terlempar mengenai papan tulis di belakang nya hingga terdapat goresan patah yang memanjang .
HAH lega rasa nya menuntas kan apa yang sebelum nya terpendam , salah kan Karin yang terlebih dahulu memancing emosi Ava yang surut untuk tumpah ruah , jadi jangan salah kan Ava yang menjadikan Karin samsak hidup nya.
Suara pekikan nyaring terdengar di sekeliling Ava , para siswi berbondong - bondong mengerubungi Karin, sedangkan para siswa sibuk melongo menatap takjub Ava , Hey bagaimana tidak bisa melongo sembari meneteskan air liur nya sedangkan mereka melihat short pans hitam Ava yang sangat pas di padukan dengan kulit putih nya.
" Woy bantuin bawa ke uks napa, bukan nya melongo kayak orang døngo "
Jay sebagai Ketua kelas yang pertama kali sadar atas keterkejut tan nya segera membawa Karin ke Uks dilihat nya Karin mimisan membuat ia menambah kan kecepatan langkah nya
" Gue tau lo jago beladiri tapi ngotak lah ànjing jangan apa - apa pake otot "
" Cantik doang tapi ngak punya hati "
"Gue ngak suka adu bâcot mending lansung adu otot " Ava berseru lantang seraya berajalan menuju meja tempat dimana ia menaruh tas nya berada.
'Halah paling caper tuh '
' gue aduin ke kepala sekolah biar di DO seru kayak nya '
" Aduin aja ngak berefek juga kok sama gue " Ava mengacuh kan tatapan penuh cibiran dari para siswi
' Loh bukan nya dia anak buangan yah? paling di DO juga ngak masalah tuh ama keluarga nya. '
' Upsss gue lupa kan dia anak buangan yang ngak dianggep xixixi'
Cukup sudah kini waktunya bagi Ava membalas mereka semua yang sudah menghina pemilik raga dengan seenak nya meski pun kata yang terlontar dari bibir mereka tak sepenuh nya salah namun tetap saja itu melukai hati yang sudah lama rusak.
Dengan wajah dingin nya Ava berjalan sembari mengeluarkan sebuah pisàu lipat yang terukir indah nama nya di kantong rok nya, sebenarnya bukan hanya pisâu saja melain kan gūnting mini beserta jarüm runcing pun turut ada menjadi satu dengan dengan pisau nya.
Srett..
Srett..
Srett..
Dengan tenang Ava menggores wajah - wajah penuh pongah itu dengan sekali gores, terdapat sekiranya enam orang yang sudah ai lukai hingga tersisa tiga orang lagi, menjilat bibir bawah nya kini rasa menyenangkan serta puas hinggap di hati nya.
'Sudah lama ia tak melihat dàrah hasil dari perbuatan tangan nya.'
Suara jerit kesakitan terdengar memenuhi gendang telinga nya, sensasi ini yang ia cari sensasi ini yang ia rindukan .
setelah selesai dengan apa yang ia kerjakan Ava dengan santai nya menjilat daràh yang masih menempel di pisau lipat nya. Orang - orang di sana memandang penuh rasa jijik dan ngeri terhadap kelakuan Ava yang diluar akal sehat manusia.
" Yah sayang sekali, waktu permainan sudah habis. " Menampilkan mimik wajah penuh sesal
" Ah gimana kalo, nanti besok main lagi ? seru tau main nya" lantas Ava memiringkan kepalanya sambil menaik kan satu sudut bibir nya.
"Dasar Psikopât gila! lo ngak waras ànjing" owh masih bisa berbicara ternyata, melihat bagaimana Ava menggores pisau lipat nya menampilkan luka memanjang dari pipi kanan hingga mengenai dagu bahkan goresan itu melewati bibir nya.
" Inget gue dicap apa? Troublemaker ! "
" Gue bebas ngelakuin apa aja tanpa takut kena hukuman ataupun di DO jadi santai aja." Setelah mengatakan itu Ava berbalik menuju pintu kelas sembari menggendong tas nya di bahu kanan .
" Owh iya silahkan kalian aduin gue ke Kepala sekolah, kita liat apa dengan ini gue bakalan di keluarin atau ngak " Senyum miring tersemat dibibir plum nya, dengan santai nya ia melenggang pergi menapaki lorong koridor kelas lain yang terlihat sepi akibat jam pelajaran tengah berlangsung , tujuan nya kini kembali ke Apartemen mewah nya .
*****
Holla holla apa kabarreuu... I kambekkk
Sorry sorry baru up sekarang , btw mohon maaf lahir dan batin. Akhir - akhir ini lagi sibuk ditambah lagi sakit juga sksksk. hope u enjoy it
Salam hangat dari Nda,
bye bye
see u next chapter
*****