Twin's Transmigration

Twin's Transmigration
~Chapter 3~



SMA EDELWEISS


Tampak seorang siswa sedang mondar-mandir di kantin sedang mencari kekasih nya, yang akan menunggu di kantin ini tapi setelah 5 menit ia menelusuri kantin ini dengan mata bambinya dan bertanya pada seseorang dia tetap tidak menemukan sang pemilik hati.


Di telpon pun tak diangkat biasanya Rena akan langsung mengangkat telpon pada dering pertama namun kali ini tidak, Sudah banyak Pesan yang ia kirim namun tak ada satupun yang dilihat.


Farez masih setia menunggu dan mencari sang kekasih meski bel tanda istirahat telah usai, dengan perasaan gelisah ia keluar dari kantin dan menuju kelas XI Ips 1 . Berjalan dengan tergesa - gesa tanpa memperdulikan berapa banyak orang-orang yang ia tabrak untuk mencapai kelas itu.


Beruntung kelas itu belum ada guru yang mengajar, ia masuk dengan sopan . bagaimanapun juga dia adalah ketos disini yang mana harus menjaga tatakrama.


"Permisi, ada yang tau Rena.?" Pertama masuk mata nya melihat meja kekasih nya kosong cuman ada tas nya saja yang berarti dia tidak ada di kelas.


"Nggak tau kak daritadi belum balik kak." Celetuk salah satu siswa berkacamata,


"Owh Thank's ya" .


Sungguh hatinya gelisah memikirkan dimana gerangan kekasihnya itu berada, di tambah dia merasa bersalah karena menyuruh kekasihnya pergi terlebih dahulu ke kantin karena saat itu ia sedang menyiapkan proposal pemilihan ketos dan waketos baru, biasanya ia akan langsung kekantin bersama Rena.


Melihat jam tangan hitam yang melingkar di lengan nya tepat pukul 10.13 WIB, sudah saat nya dia kembali ke kelasnya jika tidak ingin di marahi Bu Pipit karena terlambat masuk kelas, yah meskipun dia bisa bebas keluar masuk kelas di jam pelajaran karena jabatannya tetap saja Bu Pipit akan menegurnya.


Berbalik menuju kelasnya di lantai tiga tepatnya kelas XII Ipa 2 , koridor mulai sepi karena jam pelajaran telah berlangsung beberapa menit yang lalu,


Tanpa Farez sadari ada seseorang yang bersembunyi di balik pintu kelas sebelah yang mengawasinya dengan tatapan obsesinya dan tangan terkepal kuat karena orang yang di cintai nya sedang mencari musuh bebuyutan nya dalam hal cinta dan orang yang dia dorong jatuh dari tangga, Maria.


~Sedangkan disisi lain~


Farel masih setia menemani sang istri di dalam Ruangan VVIP ini, memandangi wajah damai Istrinya yang seakan tidak ada rasa bersalah karena telah membuatnya cemas setengah mati.


Tangannya terulur untuk mengelus pipi chubby istrinya tangan yang menyentuh kulit itu dengan lembut seakan takut menggores wajah mulus itu, menyingkir kan poni yang selalu menyembunyikan kening lebar istrinya, ia bangun lalu mengecup dengan perasaan yang campur aduk.


Ada Satu rahasia yang Farel sembunyi kan dari Reva.


Sebenarnya Farel jatuh cinta pada istrinya dari padangan pertama saat itu ia masih menjadi siswa baru ,alias kelas X. Saat MOS ia tak sengaja menabrak Reva yang sedang membawa bertumpuk - tumpuk buku tebal dengan susah payah.


Karena merasa bersalah Farel membantu membawakan buku-buku itu namun siapa sangka ia malah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Reva yang sangat cantik bagai boneka barbie yang hidup didunia nyata, tutur kata yang lemah lembut dan santun dari situ lah mereka saling berkenalan, yah meskipun sehabis kejadian itu bahkan ia tak bertemu dengan Reva selama 3 bulan lebih.


Dan terakhir mereka bertemu malah dalam keadaan satu sama lain yang akan dijodohkan , dimana Farel mengajak Reva untuk membuat kesepakatan yang saling menguntungkan satu sama lain, yaitu menikah konyol sekali adik kelas mengajak nikah kakak kelasnya yang bahkan dia belum genap 17 tahun.


Dan itu lah yang menjadi alasan mereka bisa sampai menikah, dan yang Farel tau bahwa sebenarnya Reva tidak memiliki mata minus ia hanya ingin membedakan dirinya dengan sang kakak kembar,


kembali kekeadaan sekarang, Farel masih megecup kening istrinya dengan perasaan campur aduk, Sedih, marah, kecewa (pada diri sendiri karena lalai menjaga Reva) . Ia ingin marah pada seseorang yang telah berani mengganggu istri yang sangat ia cintai, demi tuhan jika ia sudah tau orang itu maka ia akan siksa 10x lipat untuk merasakan sakit yang telah dialami sang istri.


"Hey bangun Ana, gue nungguin lo bangun perasaan lama banget, lo tau kan gue tuh paling gak suka dibuat nunggu yang gak pasti. " matanya kembali berkaca-kaca sungguh dia sesalu sensitif jika itu menyangkut keselamatan Reva.


"Bangun An.. gue belum dapet hak gue sebagai suami sebenarnya, dan lo belum jadi istri seutuhnya, belum lagi project 5 debay duplikat gue belum terlaksana, janji deh habis lo bangun project nya bisa di cicil tiap hari."


Farel terus bercoleteh ngalor ngidul tidak jelas yang penting semua perasaan kekesalannya yang ia pendam sendiri dapat di alurkan ,meskipun tidak ada yang menanggapi karena yang sedang ia ajak berbicara sedang koma.


Perlu kalian tahu bahwasan nya Farel Itu tipikal orang yang irit bicara bahkan ia bicara bisa dihitung menggunakan jari dalam sehari, namun di hari ini ia ingin menutupi kesedihan nya dengan kecerewetan nya yang tidak jelas. Ia ingin Istrinya segera sadar dan mengisi lagi hari-hari kosong nan sepinya, ia rindu kicauan bak burung beo yang keluar dari bibir kissable istrinya.


Memandangi lagi wajah damai itu dengan tatapan memuja dan sendu wajah yang selalu ia lihat saat bangun tidur, wajah yang selalu mengeluarkan ekspresi bingung dan wajah yang penuh ekspresi disetiap ia merasakan suatu perasaan entah itu sedih atau kecewa maka wajah itu yang menunjukkan perasaannya.


Wajah mungil yang selalu menjadi obat kala ia sedang marah maupun letih hanya dengan memandangi wajah itu hatinya akan menghangat dan damai , wajah itu juga yang membuat jantung nya berpacu dengan gila tak terkendali.


Tak terasa air matanya kini kembali menuruni pipinya, Secinta itu ia dengan istri yang menemaninya selama 4 bulan ini. Jika ditanya siapa yang akan merelakan semua yang di miliki baik materi dan rohani seorang suami hingga merelakan nyawanya sekalipun maka dengan langkah tegas Farel maju paling depan.


Cintanya memang setulus itu pada seorang bernama Revana Ayudia Gunawan yang telah menjadi Istri dan ibu bagi anak-anaknya kelak.



...CAROZ FELIXIO...


(24 tahun)


- Presdir Xio's company


- Suami mendiang Aurellia Engel Kuhn Addison


- Pecinta segala yang di sukai mendiang istrinya


****


Hallo , yeah I'm back, Sorry banget baru bisa Up sekarang ㅠ_ㅠ tugas individu numpuk belum lagi banyak tugas kelompok sama praktek segala macem ***** bengek. Dan baru punya waktu sekarang :(


Maaf sebesar besarnya hikss


See you next episode


***