Twin's Transmigration

Twin's Transmigration
~Chapter 2~



Jakarta, Indonesia 09.30 WIB


Terlihat dua orang gadis cantik dengan wajah mirip sedang menuruni tangga sekolah nenuju lantai 2 tempat dimana kantin kelas XI berada, jika kalian bertanya mengapa mereka berada di lantai 3 tempat kelas XII berada sedangkan mereka berdua kelas XI maka jawaban nya, ialah salah satu dari mereka berencana menemui kekasih nya namun yang di cari sibuk dengan urusan nya. Dan mengapa mereka tidak di kantin kelas XII saja? padahal di setiap lantai masing-masing angkatan memiliki kantin sendiri-sendiri, karena kantin kelas XI lebih lengkap menunya dibanding kelas XII dan empu sangat ingin makan mie setan dan seblak ceker dengan level super pedas.


Berdua jalan sembari bersanda gurau tanpa memperhatikan keadaan sekitar, nampak acuh tak acuh pada beberapa orang yang melempar kan beberapa ekspresi yang sedang berlalu lalang. Setelah sampai pada pertengahan tangga tanpa diduga duga ada yang mendorong mereka dengan sangat kecang hingga mereka jatuh ditengah tangga, tanpa ada seorang pun disana yang mengetahui kejadian tersebut.


BRAKK...


.......


BRUKK...


Seorang gadis yang merupakan pelaku pendorong tersebut hanya diam sambil tersenyum mengerikan dengan kedua mata yang terpancar akan api cemburu yang berkobar, Merasa puas dengan apa yang telah ia lakukan pada kedua kembar identik namun berbeda penampilan itu . Berbalik tanpa rasa bersalah sedikit pun dari air mukanya, pergi berlalu meninggalkan sikembar di ujung tangga dengan berlumuran darah di kepala dan lengan mereka.


~Sedangkan disisi lain~


Seorang pemuda dengan penampilan acak-acakan baju yang keluar dari celana ,dasi yang hilang entah kemana dan dua kancing baju yang tidak dikaitkan. Berjalan seorang diri paling depan dengan wajah dingin tak menghiraukan kicauan anak manusia di sekeliling nya, dibelakangnya terlihat teman-teman nya sedang sibuk tebar pesona dengan percaya dirinya.


Hingga di satu titik di depan sana netra cokelat nya menangkap ada dua orang yang tergeletak dibawah undakan tangga , sial. Salah satu dari mereka adalah istri nya cepat-cepat ia berlari tanpa memperdulikan teriakan teman-teman nya yang menyuarakan namanya, sekarang pikirannya hanya tertuju pada istrinya yang tengah terkulai lemas berlumuran darah.


"An.. Ana.. sial siapa yang berani lakuin ini sama lo An". Dia melepas kacamata biasa -bukan rabun. Milik istrinya


"Tri, lo bawa Ava ke mobil gue ,kita kerumah sakit sekarang"


Farel menggendong Ana diikuti Satria yang menggendong Ava menuju mobil Farel. Melihat ketua mereka tergesa-gesa sambil membawa istrinya membuat mereka tanpa Ba Bi Bu mengikuti sang ketua dibelakang menggunakan motor masing - masing menuju rumah sakit keluarga Setiawan milik keluarga Farel.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, mereka bergegas masuk ke dalam dan sudah ada dokter dan suster menanti kedatangan mereka, sehingga ia tak perlu repot-repot berteriak minta tolong, karena di dalam mobil sebelumnya Farel menghubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu.


Mendorong brangkar dengan perasaan campur aduk antara khawatir dan marah -pada seseorang yg telah menyakiti istrinya. Tanpa sadar Farel meremat ujung brangkar itu dengan kuat, dia berhenti tepat didepan ruang IGD menunggu dengan harap-harap cemas, meski Farel memasang wajah datar anggota Geng Aries tau bahwa ketua mereka sedang khawatir pada istri nya.


"Tono...coba lo liat CCTV sekolah tangga deket kantin kelas XI "


Farel menggatakan dengan gigi bergemelatuk menahan emosi yang siap meledak kapan saja seperti bom waktu, siapa yang tidak emosi melihat istri sendiri terluka di depannya tanpa ia ketahui pelaku sebenarnya? Demi apapun Farel akan mencari siapa pelaku yang telah mendorong istrinya hingga jatuh dari tangga.


"Siap Rel" Tono memutar balik tubuhnya, untuk melaksanakan tugas dari sang ketua.


"Lo yang tenang Rel, Ana pasti baik-baik aja " Kini giliran Albert yang bersuara, semua anggota Aries mengangguk menyetujui ucapan Albert.


Mereka -Anggota dari geng Aries, Tau bahwa sang ketua telah menikah diusia muda, bukan karena perjodohan maupun married by accident , melainkan karena kesepakatan antara Farel dan Ana yang tak ingin dijodohkan oleh orang tua masing-masing dengan orang asing.


Mungkin terdengar konyol menikah karena menghindari perjodohan masing-masing orang tua, tapi inilah yang dialami oleh Ana dan Farel, mereka memilih menikah satu sama lain juga karena mereka saling kenal disekolah -meski hanya tau namanya saja. mungkin itu yang lebih baik dari pada di jodohkan dengan seseorang yang tak kita kenal sama sekali itu pikir mereka berdua.


•Kembali ke keadaan sekarang•


Farel diam menunduk dan berdo'a semoga istrinya baik-baik saja, tak lama kemudian seorang pria berumur 23 tahun keluar dengan jas dokter nya dari ruangan tersebut, Sebut saja Kelvin.


"Dok bagaimana dengan keadaan mereka berdua", Farel berbicara dengan suara parau menahan tangisnya, meski dia ingin berkata 'bagaimana keadaan istri saya dok? ' tapi dia sadar ada kakak kembar dari istrinya di dalam sana.


"Maaf sebelumnya mereka mengalami cedera parah di kepala karena terbentur dengan keras dan sekarang mereka koma, dan ada juga beberapa keretakan di bagian lengan mereka"


setelah Kelvin menerangkan kondisi keduanya, Farel merasakan seluruh tubuhnya melemas kala mendengar penjelasan itu.


"Baik dok terima kasih "Jaka tersenyum kecil tanda formalitas sambil mengangguk sebentar.


Kini sebagian anggota Aries tengah berkumpul di luar ruang VVIP khusus untuk keluarga setiawan , sedangkan anggota inti berada di dalam ruangan tersebut.


Ceklek.... (Suara pintu dibuka)


Tono masuk sambil menundukkan kepalanya dia tak berani mengangkat kepalanya barang sedetik pun karena kabar yang di bawanya pasti akan membuat sang ketua marah besar.


"Mm... Maaf Rel Cctv yang lo minta untuk di cek ternyata sudah rusak dua hari yang lalu, dan Cctv di koridor kelas XII udah dimatikan "


Tono semakin menundukkan kepalanya dikala ia merasakan hawa di sekeliling nya semakin dingin.


"Sial.! dia berani main-main sama gue"


siapa yang berani dengannya, Tono seorang hacker andalannya saja tak tau siapa pelaku dibalik ini semua, terpaksa Farel meminta bantuan ayahnya.


Farel mengeluarkan Handpone dari saku celananya, ia berniat meminta tolong salah satu tangan kanan ayahnya untuk mencari tau siapa dalang di balik ini semua


setelah berbicara beberapa patah kata ia memutus kan sambungan sepihak, Smirk muncul di wajah tampan dan dinginnya.


"Let's start the game"


Kini tatapan Farel beralih pada Sang Istrinya, tatapan itu menyedu dikala melihat bagaimana banyak kabel serta peralatan medis lainnya di sekujur tubuh Istri yang ia sayangi.


Memegang tangan rapuh itu dengan berhati-hati seperti takut merusaknya, tangan yang biasanya hangan kini menjadi dingin, wajah yang biasanya menampilkan ekspresi bingung itu kini hanya menampilkan wajah damai , ia rindu kicauan istrinya yang selalu menggerutu apabila konsentrasi nya diganggu.


'Cepat lah sadar Ann Aku rindu pada gerutuan mu yang tak jelas itu'


kini tangan lembut dan rapuh Ana Farel tempelkan ke pipinya, tak tau bahwa ia perlahan mulai menutupkan matanya karena kelelahan.



AURELLINA ENGEL KUHN ADDISON


(23 tahun)


Manager keuangan Addison Corp


memiliki tunangan bernama Carlie Brandon presdir (Brandon's Company)


Hal yang tersembunyi :


• Wakil ketua Geng Thunder


• Pecinta permen karet


•Wakil Ketua Mafia SOD (Silent or Die)


****


sedikit info Kalo Lia itu Kakaknya Lina dan yang jadi ketua SOD itu Lia karena dia hebat pake senapan runduk, apalagi lebih jago dalam lempar pisau jarak jauh .


Sampai jumpa di Chapter selanjutnya