
Malam hari di kediaman Darmawangsa makan malam tengah berlangsung dengan khidmat dan tenang sesekali diiringi obrolan yang ringan menambah suasana yang cukup terbilang harmonis mengelilingi keluarga tersebut, siapa yang tau bahwa keharmonisasian tersebut dapat berlangsung dengan lama? bisa saja sesuatu yang besar dapat terjadi beberapa jam lagi.
Lain hal nya dengan keadaan keluarga Darmawangsa di dalam sana yang tengah menikmati kebersamaan keluarga bersama - sama. Nyata nya di luar gerbang rumah megah itu terdapat sekelompok Anak - anak remaja dengan balutan jaket hitam beserta topi hitam nya tengah mengawasi keadaan di sekitar serta sesekali menengok jam yang melingkar di tangan guna melihat waktu yang sudah di tentukan, Mereka adalah Ava, Ana, Kylie, Justin dan Anton .
Ava dan Ana. Mereka memilih untuk langsung terjun ke lapangan demi memuaskan dendam masa lalu pemilik raga asli, Sedang kan Kylie kemampuan nya dalam menembak jarak jauh sangat di gunakan untuk saat ini, Justin yang memang panglima perang nya Thunder di wajib kan untuk selalu terjun kelapangan baik bersama ketua dan wakil nya atau pun tidak, Anton pria berwajah imut yang selalu memakai bandana pink yang sayang nya berbanding terbalik dengan badan nya yang memiliki otot besar selayak nya algojo pémbunuh itu memang layak untuk turun langsung ke lapangan untuk membersihkan arena dengan sekali serang.
Saat ini Ava sedang menghubungi Juan yang bertugas sebagai hacker di temani dengan Jhons melalui earphone yang tersambung langsung dan di dengar kan oleh lima sekawan di sana, setelah Justin menyisiri jalan sekitar sana di temani Anton dan dirasa keadaan yang aman dan terkendali di tambah dengan tempat nya yang memang di pinggiran kota membuat keuntungan sendiri bagi mereka karena minim nya rumah keluarga membuat mereka tak perlu khawatir bunyi ledakan bom akan terdengar. Upss
" Baik. sesuai rencana Anton memimpin jalan di depan di temani Justin alih kan perhatian mereka , Aku dan Ana kita bagian samping rumah dan menyelinap dari sana dan kebetulan ada menara kosong di arah jam tiga dari tempat kita berdiri yang mana langsung menghadap ruang tengah. Juan kau awasi pergerakan di sana. Manipulasi cctv nya buat durasi nya melambat dua menit di banding kan dengan video asli nya. Kalian paham. "
"Baik di mengerti. "
" Paham... "
" Waktu nya di mulai. " senyum kepuasan di layangkan oleh Ava.
Mereka memulai seperti apa yang sudah di rencanakan dari awal setelah sampai di depan gerbang rumah mewah yang tertutup rapat ,mereka berempat tak melihat ada nya bodyguard ataupun security yang menjaga gerbang, ah terlalu santai hingga tak perlu waspada pada suatu hal namun itu mempermudah dan mempersingkat waktu mereka.
Bermodalkan klip yang telah di modifikasi membuat gembok pagar nya mudah untuk di buka oleh Anton, membuka secara perlahan agar tidak menimbulkan bunyi gesekan antara roda pagar dengan rel pagar nya .
Setelah nya mereka melenggang masuk halaman luas itu hanya satu kata yang hinggap di pikiran mereka berempat, sunyi . Yupss dari depan gerbang hingga pertengahan halaman depan itu mereka tak menemukan satu orang pun bodyguard yang berjaga di sana benar - benar definisi terlalu santai ckckck.
Terus berjalan santai menyusuri halaman itu hingga tiba di mana mereka menginjak kan kaki nya tepat di depan pintu rumah tersebut di suguhi banyak bodyguard yang tengah bersantai di temani kopi beserta gorengan yang terlihat masih mengepul mengeluarkan kan asap nya.
" Heyy.. Siapa kalian! " salah seorang menyadari kehadiran Ava dan kawan - kawan nya
" Bagaimana kalian bisa masuk s!alan.."
" Ngapain peduliin kita - kita bang, lanjutin aja acara ngopi nya kita ngak ganggu kok, kita ini temen nya... eh anu ketua siapa anak perempuan nih punya rumah? uke lupa nama nya.." di akhir kata Anton berbisik pada Ava yang berada tepat di sebelah nya.
" Karin Darmawangsa."
" Nah iya kita - kita ini temen nya si Karin, mau mampir bentar dari luar kota.."
beberapa dari mereka mengangguk mengerti. dasar bodôh!
" Oke kalo gitu biar saya melapor dulu pada nona Karin. " orang yang pertama berbicara memicing kan mata nya curiga.
" Ngak usah pak ini saya lagi nelpon Karin buat keluar jemput kita. "
Ava mendial nomor Karin, ingat kah kalian bahwa Ava dan Karin teman sekelas tentu saja ia punya nomor nya dari grup kelas.
" Hallo Karin ini gue Ava bisa lo keluar sebentar? gue ada di depan rumah lo. "
" Hah ngapain lo di rumah gue! mending lo balik sana. gue masih dendam sama lo gara - gara kejadian tadi pagi. "
" Lo pasti nyesel kalo ngak keluar, gue jamin itu. " Smirk tipis terpatri di bibir plum Ava hingga tak ada yang menyadarinya.
".... Oke kalo gitu gue keluar. "
"Saya sudah menelpon Karin dan sebentar lagi orang nya keluar jadi bisa kita berbincang santai bapak - bapak sekalian? " Ava melayangkan nada datar nya terkesan acuh tak acuh memang.
Sontak dari itu bodyguard disana mengangguk heboh dan menarik Justin beserta Anton untuk duduk melingkar dan ngopi bersama. ngopi dulu wak sebelum baku hantam.
Setelah nya Karin keluar dengan piyama tidur nya, menatap nyalang Ava beserta Ana yang masih senantiasa berdiri tidak ikut bergabung dengan Justin dan Anton.
" Ngapain upik abu kayak lo malem - malem gini nginjak kaki di rumah gue! mending lo balik kerumah butut lo itu." mata nya memancarkan api kemarahan yang meluap - luap
" Woow calm sis gue ngak mau ngapa - ngapain kok cuman mampir bentar buat basmi hama. Udah itu aja " Ava sengaja memberi tekanan di beberapa kata yang terucap nya.
Ah seperti nya rencana yang ia susun harus melenceng dari apa yang telah didiskusikan bersama, tapi tak apa malam ini ia akan membinasakan keluarga Darmawangsa hingga tuntas tak menyisakan sehelai pun orang untuk hidup disini.
" Kalian kenapa diem aja sih usir dia dari rumah gue sekarang! bila perlu seret dia hingga depan gerbang. dasar ngak becus jadi Security ."
" Baik non. "
Tepat dua langkah tepat di depan Ava dan Ana dua orang security itu matī mengenaskan dengan timah panas yang menembus tepat di jantung mereka dengan cepat tanpa terelakan dan tanpa suara tembakan yang terdengar. Siapa lagi kalo bukan pekerjaan Kylie si penembak jitu dengan laras panjang nya yang anti suara?
Darah mereka mengenai wajah dan pakaian yang Ava dan Ana kenakan. Yah adrenalin Ava terpacu dengan cepat kini jiwa psīkopat nya telah hadir kembali, Ava mengeluarkan pisau belati 3 in 1 nya yang terukir indah namanya Renava, sedangkan Ana mengeluarkan pistol Desert Eagle Mark XIX andalan nya yang di desain beberapa hari yang lalu khusus untuk nya yang mencantum kan nama nya L.I.N.A .
Disisi lain Anton dan Justin telah terlibat perkelahian sengit dengan beberapa bodyguard di sana, bahkan Anton nyaris menyapu bersih para bodyguard itu jika saja tangan nya tidak terluka karena goresan pisau oleh salah satu dari bodyguard itu.
Karin diam bak patung dengan kaki nya yang bergetar hebat akibat rasa terkejut nya melihat mayàt yang tak bernyawa tergeletak di depan mata nya diselimuti lumūran dàráh yang menggenang bak lumpur.
Ava menyerang dengan santai namun mengenai titik vital lawan nya, langkah riang nya membawa ia bediri di depan Karin yang masih tak gerak sedikit pun di sana, Karin memandang Ava dengan tatapan takut yang kentara bagaimana tidak jaket hitam yang Ava kenakan nyatanya tak mampu menyembunyikan noda bekas dàráh lawan nya.
" Ada kata terakhir sebelum tutup mata selamanya? Karin." Ava menodongkan pisau nya tepat di depan wajah Karin dengan tatapan datar nya tak lupa juga bekas darah yang menempel di wajah barbie nya.
" Ja.. jangan bùnuh gu.. gue mo..hon. " Air mata membanjiri wajah Karin tangan nya menyatu di depan dada dengan gemetar.
" Ck! gue tanya apa pernah lo berfikir kata - kata lo yang ngak pernah di saring dulu ngak pernah nyakitin hati orang lain? mulut lo yang gampangan bilang jàlang ke orang lain itu emang gak pernah nyakitin orang lain.? lo yang dengan gampang nya ngelemparin kata - kata toxic dengan mulut sàmpah lo nyata nya bikin gue dan orang - orang yang pernah lo caci-maki sakit hati..Tau Gak! "
" Dan Fakta kalo kedua orang tua lo yang udah bunùh kakek nenek gue ngak bakal bisa di sembunyikan ,fakta kalo kedua orang tua lo yang dengan tega nya merenggut dengan paksa kedua orang yang gue sayang di depan mata gue sendiri ngak bakal bisa di manipulasi , gara - gara keegoisan orang tua lo gue ngak bahagia sama sekali. Gue kehilangan matahari gue, gue kehilangan senyuman gue , dan gue kehilangan orang yang bener - bener tulus sayang sama gue , asal lo tau itu.! Hari ini gue akan membalas kan semua dendam kemàtian kedua orang yang berharga dengan diawali musnáh nya keluarga Darmawangsa! "
Setelah nya Ava mènùsuk kan p!sau nya tepat di jàntung karin, dàràh mencurat dari sana hingga menambah noda di jaket hitam nya, urusan di depan sini telah selesai kini keempat nya masuk dengan langkah lebar guna menuntaskan semua urusan tanpa menyisakan orang yang hidup di kediaman ini.
Kylie masih mengawasi di teras menara kosong pandangan nya terfokus pada kepala keluarga yang tengah bersantai di ruang tengah di temani kedua anak laki - laki nya ditambah sang istri
" Di ruang tengah mereka sedang berkumpul formasi lengkap. "
Ava hanya berdeham guna menjawab pernyataan Kylie
" Di sebelah kiri ada segerombolan bodyguard yang datang mendekat." Juan memberitahukan dengan tangan nya yang asik menari - nari di atas papan ketik (keyboard) itu.
Anton dan Justin tengah membereskan sisa bodyguard yang ada sedangkan Ava dan Ana tetap melanjutkan langkah mereka mendekati ruang tengah keluarga Darmawangsa, tiba di sana mereka mendengar gelakan tawa renyah seolah - olah keluarga mereka harmonis nyaris tak bercacat.
" Woaahh.. sudah dua tahun berlalu nyatanya tak membuat kalian berada dalam kubangan penyesalan atas keegoisan kalian yang telah menghilangkan nyawa orang lain. " Ava berseru lantang seraya bersedekap dada menampilkan raut datar tak tersentuh nya
Tampak raut terkejut dari sang kepala keluarga begitu ia melihat wajah Ava dan Ana sementara raut sang istri sudah pias, pucat pasi.
" Well... masih inget kita kan.? cucu kembar kesayangan Gunawan perusahaan raksasa yang tak terhitung jumlah kekayaan nya. Cucu yang kehilangan Kakek nenek nya tepat di hari ulang tahun nya yang ke lima belas tahun. " Ava mencengkeram erat p!sau lipat nya
" Kami datang kembali dengan dendam lama yang belum terbayar tuntas. " Kini Ana yang bersuara seraya menampilkan raut bengis nya dengan p!stol Desert Eagle Mark XIX ditangan kanan nya yang teracung keatas
Dorr..
Jerit ketakutan terdengar jelas di sana, maid berlari tak tentu arah guna menyelamatkan diri sendiri
" Itu tanda siap berperang telah di mulai. " Ana adengan santai nya menèmbak kan pelûru nya pada orang - orang yang mencoba untuk kabur.
Ava menyerang dengan membabi buta mengayun kan p!sau nya dengan gesit namun tepat dengan organ jantung nya kini yang tersisa hanya empat orang anggota inti .
" Ucapkan selamat tinggal dunia, dan beri salam pada anak perempuan mu diatas sana." Ava mengunci tangan dari kepala keluarga Darmawangsa dengan borgol yang ia bawa sedangkan Ana menendang lutut nya guna berlutut di depan kakak nya. Lalu menodongkan p!stol pada istri beserta anak - anak nya di belakang sana.
Memain kan p!sau nya dengan jari Ava kembali berucap .
" Bagaimana sensasi nya berada di ujung maut? takut? ah atau marah? Mungkin kau tak pernah membayangkan akan berada di posisi ini, posisi di mana kau yang di tahan dan nyawa mu sedang di permain kan. benar bukan? ."
" Diam kau bocah! siapa yang mengajari mu menjadi kejam dan tak sopan pada orang tua begini! Cih. " Muka nya sudah memerah menahan amarah, ckckck.
" Kau! Kau yang mengajarkan ku menjadi orang yang kejam tak berperasaan dan tak punya sopan santun, owh atau ku harus katakan Kau yang tak tau malu menanyakan pada seseorang yang jelas sudah kau hancurkan kebahagiaan nya? Hah. Jawab aku.! Kau tak punya malu atau kau berwajah tebal. hingga memutar fakta yang pernah terjadi sebelum nya.."
Kepala keluarga Darmawangsa menggeram marah tak terima dia di katai oleh seseorang yang menurut nya masih bocah yang tak tau apa - apa.
" Cih! apa kedua orang tua itu tak mengajari mu tatakrama yang benar.? bagaimana bisa mereka membesarkan orang yang berandal seperti itu."
Aarrgghhh
Ava menyayat kulit pipi orang didepan nya dengan santai.
" Berhenti mengatai Kakek Nenek ku dengan mulut sampah penuh omong kosong mu itu, atau apa perlu aku merobek mulut mu itu dan memótong l!dah yang tak bertulang namun berbisa ini? " Ava membuka paksa mulut sang kepala keluarga mengeluarkan lidah nya dengan mudah lalu mémotong nya tanpa belas kasihan.
" ini lebih baik dari pada terus mendengar suara gong - gong an ànjing yang berisik. " Ana dengan santai nya menembàk istri beserta anak - anak itu tepat di dahi mereka.
" Yah sudah cukup bermain nya, mari akhiri sampai di sini "
Srakk..
Kèpala itu mengelinding terpisah dari badan nya .
"Kami sudah selesai dengan yang berada disini. " Ana berbicara sambil membersih kan p!stol nya
" Kami juga. "
" Juan apa masih ada orang yang hidup? " Ava mengelap wajah nya menggunakan sapu tangan milik nya.
" Tidak ada satu pun yang masih hidup."
" Baik lah kembali ke markas, misi Sukses! "
Ava, Ana, Anton dan Justin keluar dari sana, hingga jarak mereka 2,5 kilometer Kylie menembakan laras panjang nya mengenai tabung gas dengan kompor yang tengah menyala entah kebetulan atau tidak ruang dapur dekat dengan ruang tengah yang berada di sayap kanan nya yang artinya masih berada di jarak pandang nya.
Syutt..
Dduuarr...
Ledak kan itu tidak terlalu besar namun mampu menghanguskan satu rumah mewah tersebut
Kylie berlari kilat dengan senapan di punggung nya menemui keempat sekawan nya yang tengah berada di mobil audi hitam terpakir apik di sana.
" Semua beres.. Biar sisanya di urus sama anak - anak. " Kylie menghubungi Anak Thunder yang lain nya guna membereskan kekacauan yang mereka buat.
" Mission success ." Ava berseru lantang dengan memakai kembali kacamata hitam nya di susul melaju nya mobil audi itu kembali ke markas utama mereka.
*****
Hallo hallo aku balekk..
hehehe ada yang kangen? sory yah baru up lagi, satu minggu pacaran sama kasur satu minggu nya healing sana sini sape pantàt nya panas ㅠ ㅠ
Chapter ini agak errr... sory yah kalo ngak ngefeel huhuhu, Owh iya
MAKASIH BANYAK YANG UDAH BOM LIKE SAMA KOMEN
Aku terharu loh ㅜ ㅜ kirain ngak bakal ada yang suka sama ini cerita :(
makasih banyak banyak.
(●´∀`)ノ♡ Love U All
📍Tandai FOR TYPO biar bisa di benerin xixixi, oke bye bye
Salam hangat dari Nda
See U Next Chapter
*****