
Ada yang kangen T2?, Maaf ya baru up :"(
Happy reading
*****
Mentari telah kembali keperaduan nya di gantikan dengan cahaya rembulan langit bertabur bintang - bintang, gemerlap cahaya nya menyoroti dua anak manusia yang berbeda jenis kelamin sedang berada di luar cafe bluesky.
Sang perempuan memimpin jalan di depan untuk memasuki wilayah cafe yang sedang sepi , menuju meja yang telah ia pesan sebelum tiba di cafe ini.
Terdengar decit kursi beradu dengan lantai, setelah menyaman kan posisi duduk tak lupa pula memesan makanan untuk makan malam ini, si pria dengan jaket hitam tak lupa topi yang terpasang di kepala nya bersua
" Karena pemimpin pusat meninggal , beberapa ketua cabang di berbagai negara lagi berlomba - lomba buat jadi ketua pusat Ren ". Menumpu kedua tangan diatas meja
" Gue udah tau tentang hal ini, dan mereka lagi ngadain kompetisi buat jadi ketua pusat. " Perempuan itu kemudian melepas jaket hitam nya ,gerah.
" Ren gue saranin supaya lo ikut kompetisi ini, biar bagaimana pun lo yang lebih layak dari yang lain ". Mata nya menyorot dengan tatapan tajam penuh kesungguhan.
" Gue emang udah nyusun rencana buat ikut kompetisi ini bulan depan, tapi sebelum itu gue pengen lo buat cari informasi tentang ketua cabang di berbagai negara ."
" Itu tugas gue sebagai tangan kanan lo Ren dan sebagai panglima perang Thunder di Indonesia." Tangan nya mengepal erat tanda iya menyanggupi titah sang ketua ,
Ava tersenyum manis menampil kan gummy smile nya, tak tau bahwa pria di depan nya mematung saat memandangi senyum semanis madu itu.
" Permisi kak, pesanan datang. "
Seruan itu membuyar kan lamunan si pria.
" Terima kasih. " Ava kini mulai menikmati makan malam nya dengan khidmat tak memperduli kan tatapan terpesona di depan mya.
Pertama - tama perkenal kan pria yang berada di depan Renava ia bernama Justin Agra Adolfo seperti nama tengah nya Agra yang berarti tinggi , pemuda tinggi itu memiliki kisaran tinggi 181 cm. Blasteran korea Indonesia dengan ciri khas tahi lalat di dekat mata bagian kanan.
Justin pemuda berusia 17 tahun itu merupakan panglima perang geng Thunder sekaligus tangan kanan Ava, Justin bersekolah di Daisy High School tepat di seberang Edelweiss High School.
Ingin tau mereka sedang membahas apa? mereka sedang membahas tentang kekosongan Ketua Pusat Thunder di Jerman yang dulu nya di ketuai oleh Lina, geng Thunder memiliki beribu - ribu anggota yang tersebar di seluruh dunia dan dipimpin masing - masing negara satu ketua, seperti hal nya Ava yang memimpin Thunder di Indonesia begitu juga negara yang lainnya .
Kembali lagi pada Ava yang sedang memakan sepotong steak nya dengan lahap di temani dengan jus jambu favorit nya, sedangkan Justin menikmati spaghetti dengan jus apel nya.
Mereka makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara karena tatakrama yang telah diajarkan.
Mengusap saus yang ada di bibir nya dengan anggun dan menyesap jus untuk menandakan bahwa ia telah selesai makan.
" Habis ini lo mau kemana? " Justin bersuara setelah beberapa menit terdiam , menikmati makan malamnya
" Gue mau balik ke apart, maybe.? Ngak ada yang spesial sih malem ini.?" Mengangkat bahu nya acuh.
" Gimana kalo kita Night Ride? kan lo berangkat bareng gue." Tawaran yang cukup menarik bagi Ava, karena bagaimana pun dia masih asing di negara ini setelah hidup kembali.
" Boleh deh daripada di apart terus bosen ." Dengan anggukan antusias Ava menerima tawaran Justin.
Setelah meletakkan lima lembar kertas berwarna merah Justin mengandeng tangan Ava, ya jangan heran mereka sering kok bergandengan tangan bahkan berpeluk kan meski Ava berstatus pacar Farez.
Justin memakai kan helm full face milik Ava dan mengaitkan pengaitnya , setelah itu barulah ia memakai helm full face nya sendiri.
Melaju perlahan meninggalkan area cafe di temani semilir angin malam yang dingin menerpa rambut Ava
*****
Berjalan menghampiri nya dengan hanya tubuh yang terbalut kaos oblong serta celana boxer polkadot nya, dengan tangan yang memegang segelas susu cokelat kesukaan sang istri tercinta.
" An.. siniin hairdryer nya biar aku yang keringin rambut nya." Tanpa menunggu persetujuan sang empu Farel mengambil alih hairdryer dari tangan Ana.
Dengan telaten Farel mengeringkan rambut Ana tak lupa pula mengisiri nya dengan perlahan setelah semua selesai ia menyodorkan segelas susu cokelat yang tadi di bawa nya pada Ana.
" Habisin , aku mau ke bawah dulu. " menyingkap poni Ana guna melihat jidat keramat yang tersembunyi itu dan mengecup dengan penuh kasih sayang.
Setelah melihat Farel keluar Ana meminum susu nya dengan semangat lagi pula kesukaan nya dengan tubuh pemilik asli sama kok sama - sama pecinta susu cokelat.
Farel melangkah kan kakinya menuju lantai satu dengan tujuan menelpon sang ayah pemilik sekolah Edelweiss
Terdengar nada sambung tanpa berucap salam Farel langsung bersua
" Ayah Farel mau ikut program Akselerasi ." Tanpa basa basi Farel mengatakan apa yang telah ia rencanakan pada ayah nya..
" Ayah setuju kalo tujuan kamu ikut Akselerasi buat jagain Ana." Suara tegas sang ayah di seberang sana mampu membulatkan tekat Farel,
" Farel mau jagain apa yang seharus nya Farel jaga. " Tatapan tajam nya menyirat kan akan ketegasan
Rendy beranjak dari tempat kebanggaan nya berjalan menuju jendela ruangan kerja nya sembari memandang pemandangan di luar sana,
" Bagus kalo gitu kamu bisa Ikut semester depan buat loncat kelas 12 biar kalian lulus barengan. "
" Dan satu lagi jangan sampe kejadian kemarin keulang lagi, menantu keluarga setiawan lebih berharga dari apapun apalagi seperti Ana keperibadian anak yang jarang di temui pada jaman sekarang. "
Sudah kubilang bukan Rendy lebih menyayangi menantu nya daripada anak nya sendiri.
" Baik Yah, kalo gitu Farel tutup dulu , selamat malam ayah."
" Malam juga "
Setelah nya hanya terdengar suara pangilan terputus.
Selesai dengan urusan nya Farel menaiki tangan menuju lantai dua tempat yang berisi kamar mereka berdua -Farel & Ana.
Mengetok pintu dan membuka pintu perlahan pemandangan yang perlama ia lihat adalah wajah terlelap sang istri.
Berjalan tanpa mengeluarkan suara, lihatlah wajah damai serta terlelap istrinya, mampu membuat Farel jatuh lagi dan lagi pada pesona Ana.
Menarik selimut sampai sebatas dada, setelah nya ia berjalan ke sisi satu nya dengan perlahan ia masuk ke dalam selimut dan melingkar kan tangan nya pada pinggang ramping sang istri,
" Good Night, my wife " Mengecup pipi berisi itu dengan lembut dan mengerat kan pelukan nya mencari kehangatan pada dingin nya malam ini.
*****
Hohoho Hallo aku balik lagi nih, maaf yah baru up sksksk, ini juga baru sembuh habis demam soalnya 2 hari pengen nya tidur terus ditambah kena radang tenggorokan bener² ngak enak :'(.
Dan syukur nya sekarang udh mendingan hehehe
Bye bye
See you next chapter
*****