
Sma Edelweiss di gempar kan dengan kedatangan sesorang yang membawa motor MV Agusta F4CC dengan kisaran harga Rp1,7 Milliar Yang memasuki parkiran khusus motor. Para siswa - siswi bertanya - tanya siapa kah gerangan yang mengendarai kendaraan yang berharga fantastis itu.
Para siswi menjerit melihat pemandangan yang menyegarkan mata di pagi melihat pengemudi motor dengan harga milyaran, jaket jeans hitam di padukan dengan celana jeans dengan warna senada.
' Murid baru kah? '
' Bisa jadi, kalo beneran cowok fiks bakal gue gebet '
' Woah stok cogan nambah '
' Keren banget gila, Mau dong jadi selingkuhan nya '
beberapa kicauan lain nya terdengar bersahut - sahutan, mengiringi pengemudi itu.
Motor hitam itu terpakir dengan apik di parkiran sekolah, setelah terparkir sempurna sang pengemudi turun dari motor nya melepas helm di kepala nya dengan gaya slow-motion . Rambut harum nya beterbangan melambai - lambai diterpa angin, merapikan poni nya yang berantakan lantas segera menaruh helm nya di atas tangki bahan bakar.
Berjalan perlahan menghiraukan tatapan yang memandang kecewa -karena bukan cogan, iri dan benci padanya . Kini tujuan nya ke kamar mandi / toilet untuk mengganti celana jeans nya dengan Rok seragam sekolah.
Sedangkan disisi lain
Terdapat perkumpulan para pemuda yang melihat objek yang menggemparkan sekolah pagi hari ini.
" Dra.. Dra.. Bukan nya itu salah satu kakak kembar lo? " Diki memukul brutal tangan seseorang yang di panggil Dra.
" Wih iya bro, keren banget gila." Suara lain menyeletuk.
" Eh tapi gimana ceritanya dia bisa dapet motor milyaran gitu, sedangkan dia udah ngak tinggal bareng lo sama nyokab bokap lo?. " Pertanyaan itu mendapat anggukan dari beberapa pasang orang,
Hendra yang sedang asik Memainkan game nya otomatis langsung mematikan nya setelah sepasang telinga nya menangkap sang kakak yang menjadi pembicaraan teman - teman nya .
Lantas ia mendongak kan kepalanya ingin melihat objek apa yang sedang di gembar - gembor kan teman - teman nya yang membuat telinga nya sakit itu. Pandangan yang pertama ia lihat adalah sang kakak kedua yang berjalan kearah nya -lebih tepatnya ke toilet. yang memakai jaket jeans serta celana jeans warna hitam di bahu kanan nya tersampir tas yang ia tebak hanya berisi satu buku.
Tepat dua langkah di depan Ava, Hendra bersuara
" Halah paling motor milyaran dapet dari ngak@ng di klub malam, atau jangan - jangan punya sugar daddy ." Hendra tertawa dengan apa yang di ucapkan nya, diiringi sang teman yang juga ikut menertawakan apa yang Hendra ucapkan
" Wih kalo gitu, cepet kaya dong dia. "
" Jangan kan beli motor milyaran beli mobil Ferari aja pasti bisa di beli. "
Kembali para pemuda itu menertawakan apa yang bukan sebenarnya mereka kira.
Ava yang merasa telinga nya panas karena dituduh ini itu pun membalas
" Lo tau gue ngakàng di mana? klub kah, hotel kah, atau apartemen kah?. Punya sugar daddy? emang lu pernah liat gue jalan sama om -om peot mana?, pernah liat ngak? " Hendra hanya diam mendengar balasan sang kakak yang kelewat savage.
" Kalo ngak tau Apa-apa mending diem deh bocil daripada nanti malu, dan lagi jangan nambah - nambahin polusi suara berisik soalnya ." Setelah mengatakan itu Ava berbalik sambil mengibaskan rambut panjang nya ke Hendra.
Tersenyum miring, 'Ah rupanya ada tikus yang mau bermain - main dulu '
Ava meneruskan jalan nya yang sempat terhenti tadi ke tujuan awalnya yaitu toilet.
Beda hal nya dengan Ava, kini Ana beserta sang suami berada di perjalanan menuju sekolah mereka dengan menunggangi mobil Lamborghini Aventador SVJ Roadster Grigio Telesto.
Mobil emas itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan di pagi hari dengan sang mentari yang malu - malu menampak kan wujud nya, perjalanan diiringi alunan musik jazz yang mengalun merdu.
Tidak ada percakapan dari kedua insan tersebut hanya suara musik dan angin yang menyapa, bukan karena canggung atau sedang musuhan hanya saja mereka berdua sedang menikmati kegiatan masing - masing.
Ana dengan hp nya sedang memeriksa berkas - berkas yang masuk terus menerus pada email nya, dan Farel yang fokus pada jalanan di depannya.
setelah menurunkan persneling serta memutar kunci mobil, Farel turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu untuk sang Istri tercinta. Hal sederhana namun membuat hati Ana menghangat, ia kembali ingat pada kehidupan nya dulu Carlie pun berlaku demekian padanya, jadi rindu.
Seluruh Siswa Siswi kembali diheboh kan dengan kejadian ini, belum genap 10 menit mereka melemaskan jantung kini datang lagi kejadian yang membuat jantung mereka ingin copot.
Hey Lihat Farel si penanam saham tertinggi yang terkenal cuek anti cewek dan kemana - mana selalu bersama Albert kini sedang bergandengan tangan dengan cewek murid baru?.
' Murid baru kah? '
' Rasa - rasanya jantung gue pindah ke lambung '
' Cewek nya cantik anjir , dah lah mau insekyur dulu '
' Apalah gue yang kentang ini '
' eh tapi wajah nya kayak ngak asing, ya gak sih '
' Iya kayak Ana ya gak sih '
' kan Ana jelek, mana matanya empat. '
' ish mana mungkin kan rambut Ana panjang mana sering di kepang dua, lah onoh mah rambut nya pendek cuy mana warnanya dark brown. '
Bisik - bisik masih terdengar di sekeliling Ana dia beserta sang suami hanya lewat dengan acuh nya, menghiraukan segala kicauan yang berbunyi.
Hey bagaimana bisa mereka mengenali Ana? sedangkan Ana yang dulunya selalu kepang dua kini memotong rambut nya sebatas bahu? kini tidak ada lagi Ana dengan kacamata non minus nya hanya ada Ana dengan kaca mata hitam yang bertengger apik di atas hidung nya.
Ana dan Farel berjalan beriringan sambil bergandeng tangan menuju kelas Ana berada -XI IPA 4, dilantai dua. di sepanjang perjalanan bisik - bisik kembali terdengar di telinga mereka berdua sampai mereka tiba di depan kelas Ana, berhenti sejenak.
" Belajar yang rajin yah, nanti istirahat aku jemput :). " Mengusap kepala Ana dengan pelan.
" Iya, udah gih sana bentar lagi bel bunyi. " Senyum manis Ana berikan kepada Farel.
Farel memberi kecupan manis di dahi -yang tertutup poni. Sebagai salam perpisahan, setelah melihat Farel menghilang di tikungan tangga kini saat nya Ana untuk memasuki ruang kelas nya, suasana di kelas yang tadinya ricuh kini hanya ada suara angin yang lewat -sunyi.
Ana hanya masabodo dengan apa yang terjadi langkah kakinya mantap menuju tempat yang biasa ia duduki sambil melepas kacamata hitam nya ,
dan ya tidak lupa Ana memasang wajah datar nya sesekali melirik setiap sudut kelas guna menilai apakah memang seelite itu sekolah milik kakak nya hingga menghabiskan hampir setengah biaya yang sudah ditargetkan -kisaran 2 milyar.
Setelah sampai di tempat duduk nya Ana menaruh tasnya di dalam kolong meja, oh iya ku beritahu satu hal Ana duduk seorang diri, yup seorang diri dia tidak mempunyai teman satu meja, eh tidak - tidak bukan satu meja yang sama dengan nya karena setiap siswa punya satu meja masing - masing dengan ukuran yang terbilang cukup untuk satu orang belajar ,maksudnya dia tidak punya teman yang duduk di sebelah nya tempat itu memang kosong alias tidak di tempati orang lain.
Kini kegiatan Ana hanya mendengarkan musik yang diputar dari hp nya, menggunakan earphone yang telah menyumpal kedua telinga nya, beruntung murid di kelas nya tidak banyak bertingkah menanyakan ini itu karena ia malas untuk sekedar mengerakan mulut nya .
...HENDRA PRATAMA GUNAWAN...
* Anak keempat (bungsu) di keluarga Gunawan
* Bermulut pedas
* Terkenal dengan catatan BK nya
*****
Hallo apa kabar? hehehe balik lagi nih, maaf yah 2 minggu ngak up bukan karena males, cuman urusan RL nya aja yang belum selesai ,ada males nya juga sih males ngetik ㅋㅋㅋㅋㅋ semoga harimu menyenangkan, bye bye
salam hangat dari Nda
See you next chapter
******