
Terlihat seseorang sedang berlari di sepanjang lapangan basket untuk menyampaikan berita penting bagi orang lain, dan untung sekolah telah di bubarkan lima menit yang lalu dan hanya menyisakan beberapa gelintir orang saja yang di sana.
Ia melihat seseorang yang menjadi tujuannya ada disini sedang bersama seorang siswi yang mungkin sedang membahas hal-hal penting, tapi persetan dengan semua nya dia datang dengn terburu-buru hanya untuk menyampaikan pesan sang ketuanya yang menjadi tugas nya kali ini. Dari jarak yang jauh ia berteriak dengan kencang tanpa tahu malu.
"FAREZZ.. " Yang di panggil menengok kan kepalanya pada seseorang yang memanggil namanya, ah ia mengenal siapa orang itu.
"Ada apa Eko? " bagaimana Farez tidak kenal siswa itu yang menjadi langganan BK yah meskipun sang ketua mereka tenang-tidak keluar masuk BK. Tapi tetap saja ada anak buahnya yang blangsak, dia salah satu anggota Aries.
"Lo nyari Rena kan? dia ada di rumah sakit keluarga Setiawan, gara - gara jatuh dari tangga kelas XII sama Reva dan sekarang di ruang VVIP khusus keluarga Setiawan. "
Setelah mengatur nafas agar normal ia menyampaikan apa yang ditugas kan sang ketua padanya, Agar memberi tahu Kekasih kembaran Istrinya dimana kini berada dan bagaimana kondisinya.
Tanpa ba bi bu lagi Farez mengeluarkan kunci mobil nya dan langsung tancap gas dengan kecepatan penuh untuk sampai ke tempat tujuan nya kini, setelah sampai ia langsung menuju meja resepsionis untuk menanyakan ruangan VVIP keluarga Setiawan yang ternyata berada pada lantai 23.
Di dalam Lift suasana hatinya menjadi tak baik, bagaimana bisa baik kalau sang pemilik hatinya tiba-tiba masuk rumah sakit dan lagi pula masuk ruangan VVIP?. Ingin rasanya ia memarahi lift ini karena seperti lambat untuk naik sampai ke lantai paling atas, namun ia masih waras agak tak menjadi pusat perhatian yang dikira orang gila -misuh-misuh tidak jelas.
Setelah beberapa menit menunggu dengan sabar akhirnya ia sampai di lantai atas yang hanya berisikan 4 kamar saja, dan di dua kamar sebelah kanannya banyak anggota Aries yang sedang berjaga di luar kurang lebih sekitar 20 anggota.
"Al, ruangan Rena dimana? " Albert menunjuk ruangan di sebelahnya
"Thank's bro"
Ceklek...
Pandangan pertama yang ia lihat adalah Ava dengan kondisi tubuh penuh selang baik itu selang oksigen maupun infusan yang entah sudah habis berapa botol. Melangkah dengan perlahan seakan takut mengganggu ketenangan seseorang.
Pupil mata nya bergetar kala melihat kondisi tubuh orang yang dicintainya, hatinya terasa tergores dan goresan itu di perasi jeruk nipis, perih. Kini ia tambah merasa bersalah karena telat mengetahui kondisi sang kekasih, ditambah dia benar-benar lalai dengan membiarkan kekasihnya pergi sendiri untuk makan padahal biasanya dia akan selalu menemai sang kekasih untuk makan.
Duduk dengan tanpa mengeluarkan suara, termenung menatap wajah yang biasanya menampilkan ekspresi dingin kini hanya tersisa wajah tanpa ekspresi tenang dan damai tak ada lagi tatapan datar kini hanya wajah dengan mata yang tertutup indah.
"Ava kenapa kamu bisa kayak gini? siapa yang tega jahatin kamu va? kamu ada masalah sama seseorang , sampai dia tega lukain kamu"
Suaranya terdengar parau ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis dan menahan isakan di hadapan kekasihnya, padahal sang kekasih belum tentu bisa melihat dirinya yang sedang menangis.
Tangan itu terangkat mengelus lemput pucuk kepala gadis yang dicintainya , surai yang selembut kapas itu terasa di tangan kirinya, ia tak tega sungguh Farez ingin tuhan berikan saja rasa kesakitan kekasih nya kepadanya saja, biar dia saja jangan sang pujaan hati.
Meskipun mereka jadian karena Dare dari temannya Rena untuk menjadikan Farez jadian selama sebulan dan
bila Ava di tolak Farez maka ia akan menjadi Pesuruh yang mau di suruh apa aja -bahasa kasarnya babu, selama setahun.
Saat Dare itu Farez tak sengaja mendengarnya saat ia melewati ips 1 menuju ips 4 untuk memanggil anggota osisnya, awalnya Farez ingin menolak namun kata hati kecilnya Farez tak tega bila siswi itu dijadikan pesuruh selama setahun.
Dan tepat pulang sekolah Rena menembaknya di tengah lapangan yang sedang sepi hanya ia dan beberapa teman Rena yang melihat kejadian itu, tanpa pikir panjang ia menerima ajakan Rena untuk menjadi sepasang kekasih.
Ia pikir pacaran seperti ini ia akan mampu melewati nya dalam sebulan dan ia berencana akan bersikap biasa saja tanpa terbawa perasaan pada Rena, namun siapa sangka sikap Rena yang membuatnya bisa berpaling hingga memperhatikan setiap perilakunya.
Rena atau yang biasa di sebut Ava merupakan gadis pendiam dengan seribu misteri dan penuh teka teki, berbicara dingin dengan wajah datar tak lupa pula tatapan tajamnya bak elang yang mendapat mangsa.
Meskipun Ava berbicara dingin namun ia juga perhatian layaknya pada pasangan umumnya, gaya pacarannya yang terkesan biasa saja dan tak berlebihan , tak mampu membuat Farez berpikir ulang untuk tak jatuh pada pesonanya.
Ia kira Ava cewek manja dan merepotkan sama seperti sikap umum para siswi di SMA nya , namun ia salah besar kala menafsirkan itu buktinya Ava yang malah terlihat dingin padanya .
Kembali pada waktu ini, sekarang pukul 16.30 WIB yang artinya ia harus pulang untuk berganti pakaian, sebenarnya ia tak tega meninggal kan Ava sendirian.
Keluar kamar dengan langkah gontai ia menghampiri anggota geng Aries yang tengah berkumpul membentuk lingkaran di lantai yang beralaskan karpet.
"Albert, lo bisa jaga Ava sebentar buat gue ? gue mau balik ganti baju." Albert yang sedang memegang kartu lantas mengangkat tangan Kanannya membentuk Huruf O dengan jempol dan telunjuk.
"Gue duluan Guys"
setelah Farez hilang di dalam lift, seseorang beranjak dan berjalan pelan ke dalam ruangan Ava tanpa mengeluarkan suara dan tak ada yang tau.
Berdiri di sisi brangkar samping kanan Ava sambil berbisik
"Cepat sembuh Princess, kamu gadis kuat jadi jangan menyerah masih ada orang yang nunggu kamu buka mata Princess"
setelahnya dia mengecup pipi gadis itu.
Lalu beranjak keluar dari Ruangan VVIP itu.
"Juna.. lo abis ngapain di situ" Sang pemilik nama terlonjak kaget,
"Eh gue habis buang hajat, kebelet"
teman-teman yang lain hanya mengangguk tanda mengerti, tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun.
...Carlie Brandon...
(23 tahun)
Tunangan mendiang Aurellina Engel Kuhn Addison
Presdir Brandon's Company
merangkap menjadi agen Intelijen negara Jerman.
*****
Double Up buat nebus kesalahan dan kelalaian Aku ㅠ ㅠ , Btw si Ava itu kakaknya dan Ana itu adeknya dan untuk chap ini di khususkan untuk masa sebelum Farez jadian sama Ava, kalo ngak ngerti mohon di maklumi, Aku bakal berusaha buat memperbaiki setiap kosa kata untuk jadi lebih rapih dan ringkas supaya tidak bertele-tele.
Bila menemukan typo tolong di tandai.
salam hangat dari Nda bye bye
see you next chapter
*****