
~®~®~®~®~®~®~®~®~®~®~®~®~
Ziera dan Sarah pulang dari kampus menuju rumah Sarah sesampainya di rumah Sarah
" Lo mau kerumah gue dulu apa langsung pulang Zie? " tanya Sarah ketika masih di dalam mobilnya
" gue ke rumah Lo dulu yah malas dirumah " jawab Zie memelas
" uwu uwu cedih nya sahabat qu " ucap Sarah
" ah lebay Lo sar btw kita gak keluar dari mobil nih " Ujar Zie memang sedari tadi mereka belum keluar dari mobil pintunya pun masih terkunci
" iya iya yuk turun " ucap Sarah kemudian membuka pintu mobil nya begitu pun dengan Zie
" uh capek banget hari ini " ucap Zie Ter duduk di sofa ruang tamu rumah Sarah
" mau gue buatin minum gak nih ?" tanya Sarah menuju dapur
" iya boleh jus yah yang dingin " pintanya
Sarah pun pergi ke dapur untuk membuat minuman yang di minta Zie
dirumah Sarah hanya ada Sarah sendiri makannya Zie sering main dan menganggap bahwa rumah ini rumah nya juga begitupun Sarah menganggap rumah Zie sebagai rumah nya sendiri
" Zie nih minum Lo gue buatin spesial" ucap nya menaruh jus di meja depan Zie
" makasih ya" ucap Zie lalu meminumnya
KANTOR DION
" Lapor pak " ucap seseorang memasuki ruangan kerja Dion dia berpakaian ala mata-mata yang bernama Ferdi berumur 23 mata-mata Dion untuk mencari Ponakannya
" ada apa apa ponakan ku baik baik saja? " tanya Dion pada Ferdi
" dia baik pak tetapi wanita itu sudah kembali pak " ucap nya
" wanita yang sudah buat keluarga Kaka ipar saya berantakan dan kehilangan anak nya " ucap Dion sedikit berpikir
" iya pa wanita sembilan belas tahun lalu pak" ucap orang itu dengan hormat
" Karin " gumam Dion menatap tajam anak buah nya
" iya pak "
" kamu tetap jaga ponakan dari jauh jangan sampai Karin mendekatinya dan kamu tetap merahasiakan ini ke bang Wirawan dan mbak Nita tetap bayar orang suruhan bang Wirawan agar mereka tutup mulut soal ini " perintah Dion pada anak buah nya
" baik pak saya permisi dulu pak " ucap Ferdi undur diri dari ruangan Dion
Dion dan Anes sebenarnya sudah tau keberadaan ponakan nya yang hilang bertahun-tahun yang lalu namun mereka menutupi semua nya dari Wirawan dan Nita Wirawan pun sampai sekarang masih mencari keberadaan anak nya namun tidak membuahkan hasil karena anak buah nya di bayar oleh Dion agar tidak memcari keberadaan anak itu karena jika bersama mereka anak itu akan dalam bahaya
Dion berfikir keras ia hawatir pada ponakannya yang jauh dari nya yaitu Alera yang sekarang nama nya menjadi Alena
Dion pun melanjutkan kerjanya yang masih banyak tertumpuk di mejanya
" btw Zie Lo sama Nathan masih pacaran diam-diam dari orang tua Lo ?" tanya Sarah sambil memainkan kan ponselnya
" iya " jawab Zie cuek
" Zie gue suka sama cowok ini " ucap nya melihat kan layar ponsel nya terlihat gambar cowok ganteng di dalam nya
" gue nyolong di fb nya nama nya Dani tapi dia gak sekampus sama kita " ucap nya yang memandangi foto Dani
" Lo belum kenal jadi gak usah berharap dulu kita aja dia dah punya pacar " ucap Zie
" ah iya juga yah " ujar Sarah meletakkan ponselnya dan beralih melihat tv
" Sarah gue pulang yah tar mamah cariin gue" pamit Zie
" wih anak mamah Lo yah Zie " ledek Sarah
" iya lah gue anak mamah kalo bukan gue lahir dari mana anak Konda hah " sahut Zie beranjak pergi
" hahahaha..." tawa Sarah ringan melihat sahabatnya pergi
sesampai di rumah Zie masuk rumah langsung menuju kamar nya rumah Zie begitu sepi orang tuanya jika siang sampai malam sibuk dengan urusannya masing-masing Wirawan yang kerja di perusahaan terpandang di negara ini keluarga Zie termasuk orang kaya ke tiga se Asia setelah keluarga Langit dan Nathan yang kedudukannya sama no 1di Asia dan no dua adalah Dion om nya
Nathan dan Langit tergolong masih satu keluarga karena orang tua mereka Kaka adek dan satu sama lain nya membangun perusahaan nya dengan sungguh sungguh sehingga berhasil menduduki peringkat pertama sebagai Asia tetapi hubungan Langit dan Nathan tidak begitu baik karena jarang bertemu dan karena ego nya masing-masing yang besar karena mereka pernah berebut cewek pada masa SD tetapi saat itu Langit sudah SMP pada umur nya yang 11 thun ia terlalu pintar untuk masih duduk di bangku SD dan berbeda dengan Nathan perselihan mereka juga karena kepintaran yang di miliki langit selalu di banggakan oleh sang nenek dan keluarga yang lain nya Nathan pun pintar namun tidak sepintar seperti langit okeh nanti kita bahas tentang Nathan dan Langit
" mah papah pulang " teriak Dion sesampainya di rumah
" haduh pah berisik masuk rumah tuh ucap salam bukan teriak " sahut Kenan anak dari Dion dan Anes yang sedang duduk di sofa ruang tamu bersama Anes
" bener tuh yang di katakan anak mu pah" sahut Anes
" iya iya assalamualaikum" ucap nya lalu duduk bersama mereka
" waalaikum salam" jawab mereka serempak
" pah tumben pulang jam segini biasa nya abis isya? " tanya Anes
" papah punya kabar "
" kabar apa pah ? " tanya kenan cuek memainkan ponselnya nya
" anak nya bang Wirawan kamu tau kan mah" ucap Dion
" iya tau kenapa sama Ziera ?" tanya Anes
" bukan Ziera tapi Alera" ucap Dion membuat Anes dan Kenan bertanya-tanya
" hah kaka sepupuku yang ilang kembaran karena Ziera?" tanya Kenan memang suarha tau kalo dia punya Kaka sepupu yang hilang
" iya papah sudah menemukan nya bertahun-tahun lalu " ucap Dion jujur karena selama ini dia menutupi nya pada keluargnya
" apa...???" tanya mereka serempak (berteriak)
.
.
Apakah Dani yang di maksud Sarah adalah Dani teman Alena ???
.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN YAH 😊😊
TOLONG BANTU VOTE JUGA DONG 😊😘