
Alena duduk di samping mommy nya dan Alvan berdiri menatap tajam wanita yang yang tadi memeluk adek kesayangannya itu
" bang sini duduk " ucap Alena sambil menarik baju Alvan
" Hem iya " sambil duduk di samping alena
di ruang keluarga Alena sejenak hening sampai Alvan membuka suara
" ada urusan apa bapak ibu datang ke kediaman Albima " ucap Alvan penuh wibawa
" sebelumnya perkenalkan saya Wirawan tujuan saya ingin mengajak Alera kembali kerumah kita " ucap Wirawan menatap Alena sendu
" Alera siapa yang di maksud om ini ?" tanya Alena dengan sedikit malu karena semua orang melihat nya
" kamu cantik " ucap wanita yang tak lain adalah Anes
" adek saya bernama Alena bukan Alera mungkin kalian salah orang " ujar Alvan
" mana mungkin salah orang wanita itu mirip sekali dengan ku dia kembaran ku yang hilang beberapa tahun lalu " ujar Zie yang mulai angkat bicara
setelah Alena mendengar itu badan Alena mati rasa terdiam kaku yang dia lihat nya mommy nya seakan akan tidak mau pergi meninggalkan nya
" maaf Alena memang bukan anak saya tapi dia sudah saya anggap dia seperti putri saya dan kalian kemana saja tidak mencari nya di saat itu jika saat ini mau membawa Alena saya tidak akan menyerahkan nya " ucap lina penuh penekanan dan air matanya sudah berlinang sambil memeluk Alena
" kalian bukan keluar kandung dia kami keluarnya kami berhak membawa dia kembali kerumah kami " ucap Zie mulai emosi
" Zie kamu jangan ikut ikut " ujar Wirawan
" mereka bukan keluarga kandung saya tapi mereka bisa memberikan kenyamanan, kasih sayang yang besar selama ini walaupun hanya keluarga angkat mereka memberikan arti sebuah keluarga yang sesungguhnya bukan keluarga yang menelantarkan anaknya di depan rumah yang sederhana " ucap Alena penuh penekanan dan menahan air matanya
" itu ..... nak dengerin mamah biar mamah jelasin semuanya " ucap Nitameneteskan air mata
" Tante hapus air matamu! tidak perlu lagi yang di jelas kan " ucap Alena tidak berani melihat Nita yang sedang menangis
" kita mau jelasin semuanya ini kesalahan saya saat itu tidak membawa kamu pulang " ucap Dion
" sudah tidak ada yang perlu di jelasin lagi mending kalian keluar! " ucap Alena dengan penuh penekanan
" beri waktu untuk penjelasan nak " pinta Wirawan
" tidak perlu! pergi saja kalian tidak usah mencari saya jika saya benar anak kalian , saya sudah terbiasa hidup tanpa kalian keluarga kandung saya !! sekarang PERGI !!! " ujar Alena
" Alena dengerin om.... " ucapan Dion terhenti
" apa tidak dengar yang adek saya ucapkan , semuanya mending pergi dari rumah ini " ucap Alvan yang menghentikan ucapan Dion
" buat apa? kedatangan kalian semua tidak di harapkan di sini! jadi perkataan kalian juga kita anggap sebagai angin lalu " ucap Alvan penuh penekanan
" kita datang dengan baik-baik kesini .."
" baik-baik apanya? baik sudah membuat ibu saya dan adik saya menangis seperti ini hah? " kini Alvan menghentikan ucapan Rama
" saya katakan sekali lagi pergi saya gak ingin mempunyai keluarga kaya kalian semua huuuuhuuuu" ucap Alena lalu menangis
" nak .... " ucap Nita sendu
" pergi Tante dan jangan bilang nak karena aku bukan anak mu!! " usir Alena terhadap Nita
" jaga nada bicara mu terhadap ibu saya, jika kamu tidak mau mengikuti kami jangan mengusir seperti ini " ujar Zie mendekati Alena
" saya sudah menyuruh pergi dengan baik-baik tapi kalian masih di sini sekarang salah lagi apa perlu saya usir tanpa hormat hah!!! " emosi Alena semakin menjadi
" Zie sudah kita pulang sekarang " ujar Nita
" tapi mah ...??"
" sudah lah Zie turuti mamah sekarang " pinta Nita yang di angguki Zie
tak perlu waktu lama lagi kondisi ruang tamu rumah Alena mulai sepi sekarang Alena menangis deras di pelukan mommy nya
" Alena gak mau pisah sama mommy, bang Alvan sama Daddy.... huaaaa " Alena menangis kencang
" mommy juga gak mau pisah sama kamu sayang " pelukan Lina sangat erat
Alvan yang sedang di teras sedang menelfon Daddy nya dan menceritakan semua kejadian yang telah terjadi tadi di rumah ini
mungkin Bima akan pulang tapi menunggu waktu yang tepat karena saat ini Bima sedang berada di luar kota di perbatasan negara sedang berjaga-jaga
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ππ BANTU VOTE JUGA YAH π π