Twin Girls

Twin Girls
Part 03 (Adik baru buat Alvan)



**Sebelum membaca


Jangan lupa untuk Like, Commen dan tolong bantu Vote yah 😊😊😊**


Selamat membaca 😘😘


.


Oek... Oek... Oek....


tangisan bayi yang tak lain adalah Alera di gendongan Karin


" Berisik amat sih bayi ini " ucap Karin kesal


dengan tangisan aleradi dalam mobil nya


mobil Karin terus berlanjut cepat sampai ia terhenti di rumah yang sederhana


Oek... Oek... Oek....


tangisan baby Alera semakin kencang


" diam bocah kamu itu bukan anak aku anak aku udah mati dan itu semua karena ulah papah kamu " sentak Karin geram kesal mengingat beberapa Minggu lalu wirawan dan anak buah nya membunuh anak dan suami nya


" Maafin Tante Karin ya sayang Tante harus memisahkan mu dengan keluarga mu dan Tante yakin kamu pasti hidup sengsara hahaha " ucap Karin tertawa jahat


kari menaruh baby Alera di dalam ranjang yang cukup besar untuk baby Alera di dalam nya ia pun menaruh baby Alera di depan gerbang rumah sederhana itu lalu meninggalkan nya begitu saja


Di Rumah Sakit


"Aaaaarrrrggghhhhh...." teriak Wirawan frustasi karena ia tidak mendapatkan bukti kuat dari CCTV itu


CCTV


Terlihat seseorang keluar bersama bayi yang di gendongannya dari rumah sakit itu Karin tapi tidak terlihat seperti Karin ia memakai pakaian seperti jubah yang menutupi seluruh tubuhnya dan ia menutup mukanya dengan masker ia berjalan menuju parkiran mobil ia memasuki mobilnya tapi sayang sekali mobil itu tidak memakai nomor polisi berlakulah mobil itu meninggalkan rumah sakit


CCTV Off


" Penculikan ini sudah di rencanakan oleh orang itu Yon" ucap wirawan


" sabar bang ini adalah cobaan mungkin Tuhan belum mengizinkan kalian mengurus dua putri pada saat nya pasti Abang dan mbak Nita ketemu sama Alera putri kalian " ujar Dion


" hemm bang kita balik ke ruangan mbak Nita aja " ucap Dion yang mulai kehabisan kata - kata untuk menenangkan wirawan


Wirawan mau tak mau ia mengikuti ucapan untuk masuk ke ruang rawat


" Yon aku ayah yang payah aku gak pantes di sebut papah oleh Ziera Yon " gumam Wirawan selama perjalanan menuju ruang rawat istrinya


" gak bang (menggelengkan kepalanya) Lo gak boleh ngomong kaya gitu Lo masih punya ziera yang masih butuh kasih sayang Lo bang dan mbak Nita " Dion mencoba menenangkan Wirawan lagi


' siapa orang yang mengambil ponakan ku? dia harus mendapatkan balasan nya .bahkan aku belom ketemu sama Ponakan ku, om bakal berusaha untuk bisa memuin kamu itu janji om ' batin Dion berjanji


seorang anak laki-laki yang sedang bermain bola di teras rumah bersama dengan orang tuanya namun bila yang sedang di main kan nya menggelinding jauh ke depan gerbang


" yah bola Van " renggek Alvan anak laki-laki itu yang berumur 4 tahun


" ambil Van ?" pinta seorang pria bernama Bima sang ayah


" iya Van ambil bola dulu" ucap nya lalu berlari menuju tempat bola itu terhenti di depan gerbangnya


Alvan mengambil bolanya dan hendak berlari menuju orang tuanya namun ada suara tangisan bayi Alvan berlari ketakutan menuju orang tua nya


" Mommy Daddy" teriak Alvan berlari


" Van jangan lari nanti kamu jatuh " panik Lina sang ibu Alvan


" Van denger suara dedek bayi di depan gerbang mom dad " ucap Alvan polos sambil menunjuk arah terbang


" ikut Van " ajak Alvan karena Bima dan Lina merasa tidak percaya sama ucapan yang di keluarin anak nya


Alvan pun menarik tangan kedua orang tuanya menuju gerbang dan iya terdengar suara bayi menangis kencang Lina dan Bima panik langsung mencari keberadaan bayi itu dan terlihat ranjang yang begitu besar di rumah nya Bima langsung membuka pintu gerbang


" mom ambil ranjang itu " pinta Bima


" iya " Lina mengambil ranjang itu alangkah terkejutnya melihat bayi sedang menangis


baru yang juga melihat nya langsung menyuruh Lina membawa masuk bayi itu


" bagai mana ini dad? " tanya Lina menggendong bayi itu dan duduk di sofa


" bangau mana kalo kita lapor ke kantor polisi aja" usul Bima yang di angguki Lina


" mom dede bayi nya lucu" ucap Alvan polos nya


"iya sayang " jawab Lina


" Mom Van mau Dede nya jadi Ade Van yah mom " celetuk Alvan polos yang membuat orang tuanya saling berpandangan


" gak bisa Van dedengan nya bukan Ade kamu nanti siang Daddy mau melaporkan nya ke kantor polisi " ucap Bima mendekati Alvan


" tidak boleh Daddy Dede bayi ini Ade Van " tegas Van melarang bima


" tapi Van...." ucapan Lina terhenti


" pokok nya Dede ini Ade Van Mom Dad " renggek Alvan memeluk tangan Mommy nya


" yasudah Daddy tidak membawa nya ke kantor polisi Daddy dan Mommy akan mengurusnya kita ikuti keinginan kamu Van " putus Bima terukir senyuman di bibir Alvan


" tapi Dad apa beneran nanti kalo orang tua nya nyariin gimana?" tanya Lina


" Mom anak itu di buang kalo gak di buang bayi itu gak mungkin ada di sini " jawab Bima tegas


" orang tua mana yang tega ninggalin kamu di sini ha bayi cantik.... muach " ucap Lina mengajak ngobrol bayi itu dan mencium nya


" Mom Van boleh cium dedenya ?" tanya Alvan dan Lina langsung tersenyum


" iya boleh sekarang kan kamu Kaka nya "


" Muach....Muach.." Alvan mencium pipi dan kening bayi itu


" nama nya siapa buat bayi itu?" tanya Bima


" Alena " sahut Alvan tersenyum


" Alena nama yang bagus Alena Sella Albima itu yang paling pas " ucap Lina ngasih nama belakang nya Alena dengan nama sang suami Albima


" iya bagus Alena anak perempuan kecil saya, sini Mom Daddy mau menggendongnya "


" iya Daddy" mengasikan baby Alena pada Bima Bima pun menggendong nya dan mencium nya


sepertinya baby Alera yang sekarang menjadi baby Alena tidakan hidup dengan sengsara karena keluarga itu keluar yang berada tetapi rumah nya sederhana Bima adalah seorang TNI angkatan darat dan Lina adalah pemilik restoran yang lumayan besar di kota ini cuman jarak rumah dan restoran nya lumayan jauh mangkanya hanya seminggu dua kali Lina mengecek kondisi restoran nya dan mungkin baby Alena akan hidup dengan kasih sayang yang melimpah dari mereka 😊


.


.


Pliiis Jangan lupa untuk Like, Commen, dan Vote πŸ‘πŸ‘ ok 😊