Twin Girls

Twin Girls
Part 15 ( kantin )



langit dan Renfa sedang berjalan menuju kelas Alena sedangkan Alena sedang berada di kantin bersama Dani dan Ayunda di kelas dengan teman yang lain


" hai sayang " sapa Renfa pada ayu yang sekarang berstatus sebagai pacarnya Renfa


" hemm, ada apa tumben ke sini ? " cuek Ayunda bertanya masih terfokus di soal nya


" cuek amat sih kamu ke aku ? " Renfa Duduk di kursi depan Ayunda


" yu di mana Alena ? " tanya langit mengejutkan ayu Ayu lupa bahwa di situ juga ada langit


" di kantin sama Dani " jawab ayu singkat dan jelas kemudian langit tanpa bicara lagi langsung Beranjak pergi keluar kelas dan menuju kantin Ayu pun bangkit dari duduknya namun sebelum dia berjalan Renfa sudah melontar pertanyaan


" mau kemana ? " tanya Renfa yang ikut berdiri kini mereka berhadapan


" mau ke kantin " jawab ayu melangkah dari kursi nya tak lupa juga ayu menarik tangan Renfa


di kantin Alena dan Dani sedang makan bakso dengan sedikit candaan yang membuat mereka tersenyum lebar Langit datang dan melihat nya langsung menghampiri nya


" wow... berduaan nih " ucap Langit duduk di samping Alena dan menarik mangkok bakso Alena


Alena yang merasa milik nya terambil senyum nya langsung hilang dan berubah menjadi menatap tajam ke Langit yang sedang menyeruput kuah bakso nya


" kalo Lo mau bakso persen dong gak usah ngambil milik orang juga kali " sewot Alena menarik mangkuk nya kembali


" pesenin " ucap Langit singkat menarik kembali mangkuk milik Alena


" pesen sendiri lah manja amat " jutek Alena meminum jus alpukat nya


" manja sama pacar sendiri gak papa kali " ujar langit membuat Alena dan Dani yang satu meja dengan nya sedangkan Renfa dan ayu yang dari tadi memantau pun terkejut akan pengungkapan dari mulut Langit


" Weh .... kapan Lo berdua jadian ? " tanya Dani spontan membuat nya mendapat tatapan tajam dari Alena


" ka Langit yang terhormat kapan yah Kaka jadiin gua pacar " ucap Alena penuh penekanan


" gua gak jadian sama DIA, dia nya aja yang NGAREP " ucap Alena menjawab pertanyaan Dani dengan tatapan tajam nya seketika suasana meja jadi hening dan Alena ngomel seperti ngomelin anak kecil


" tuh kan yang gua takutin terjadi " gumam ayu namun masih bisa di dengar Renfa


" maksud kamu apa yank ?" tanya Renfa tidak paham


" pasti ribut antara Alena sama ka langit " Jawab Ayu masih menatap Alena yang sedang ngomel


" terus kita mau ngapain ? " tanya Renfa


" samperin lah " ujar ayu berjalan meninggalkan Renfa


" di tinggal, di cuekin, selalu begitu πŸ˜’" gumam Renfa berjalan mengikuti Ayu


" aduh ributin apa sih ? " tanya ayu duduk di samping Dani Renfa menarik kursi di taruh di sisi lain meja


" Dani Lo duduk sini , gua mau duduk samping pacar gua! " ujar Renfa yang di angguki Dani


Dani pun membawa mangkuk nya dan duduk di kursi yang di tarik ditarikan Renfa


"apaan sih pindah - pindah tempat duduk orang aja" ujar Ayunda setelah Renfa duduk di kursi Dani tadi


" pengen duduk sama kamu" jawab Renfa lalu memanggil bibi penjual bakso dan mie


" nak Renfa mau bli bakso apa mie ? " tanya bibi Eka penjual


" bibi tanya ayu aja kalo aku ikut aja "ucap Renfa melirik pacarnya Ayunda


" kalo aku mau mie pedes ya bi " ucap ayu " eh Len Lo mau pesen lagi gak ? " tanya ayu yang melihat Alena sedang cemberut


" GAK " jawab Alena ketus


" bakso aja bi buat aku " ujar langit membuat Alena menatap nya tak percaya


" Lo doyan apa laper bakso gua yang masih banyak Lo abisin sekarang malah pesen lagi " omel Alena tapi langit malah tersenyum


" udah itu aja? apa ada lagi ? " tanya Bu Eka sebelum pergi setelah dapat balasan " iya" dari langit


setelah bi Eka pergi mereka semua berbincang - bincang kecuali Alena yang masih kusut mukanya Alena ingin pergi namun selalu di cegat oleh Langit dan sekarang tangan Alena di genggam Langit sangat erat agar Alena gak pergi tak lama kemudian bi Eka datang lagi membawa dua mie pedas dan satu bakso yang di pesan oleh Langit


" nih makan " ujar Langit singkat menyodorkan mangkuk bakso yang tadi di pesan


" gak mau " ketus Alena melipat tangan nya


" Len makan deh Lo dari pada nanti kelaparan Lo baru makan dua suap " ucap Dani yang melihat sahabatnya merajuk


" gak mau !! mending gua pergi kelas " ucap Alena berdiri namun tangan nya di genggam lagi oleh Langit


" duduk !! " perintah nya dengan tatapan tajam Alena pun mengikuti perintahnya duduk kembali


" makan! " ujarnya penuh penekanan


" gak " tegas Alena


setelah itu Langit tak berkata apa-apa lagi di mengambil sendok yang ada di mangkuk lalu menyendok satu bakso ke dalam sendok nya dia memegang pipi Alena dan berucap " buka mulut nya " ucapan itu begitu halus dan lembut Alena pun menuruti dan membuka mulut nya lalu Langi menjalan kan sendok itu menuju mulut Alena terjadilah Langit menyuapi Alena


Alena dan Langit sekarang menjadi tontonan satu kantin karena Langit tidak pernah menyuapi seseorang para wanita yang di kantin pada iri


" ngomong aja kali Len kalo mau di suapin ka Langit "celetuk Ayunda menyuapkan mie nya ke mulutnya


" gua bisa makan sendiri " ketus Alena menarik mangkuk bakso itu tanpa menjawab celetukan Ayunda


" okeh " ucap langit menaruh sendok tadi


Alena pun makan bakso yang di pesan langit langit pun tersenyum


" Lo itu unik Alena gua bakal dapetin Lo " batin langit tersenyum melihat Alena makan bakso nya dengan lahap


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN πŸ˜ƒ


TOLONG BANTU VOTE JUGA YAH 😘😊