Twin Girls

Twin Girls
Part 05 (Langit part 1)



" Alena Lo bakal nemuin kak Langit ?" tanya Ayunda saat sedang membereskan buku-buku nya


" gak ah malas gue " jawab Alena cuek


" Len yun gue pulang dulu yah abis ini kan jamkos " ujar Dani ingin beranjak pulang


" lah kenapa ko balik sih?" tanya Alena


" ngapain gue di sini nganggur " jawab Dani menggendong tas nya


" makan dulu ngapa dan " celetuk Ayunda


" gue gak ikut " pekik Alena


" gue gak ngajak Lo Len " ucap Ayunda


" bye gue mau balik ada urusan btw tar Absenin yah"


Dani pun keluar dari kelas yah kelas mulai sepi karena semua pada keluar


" Alena Lo gak mau ke kantin kan gue tinggal yah gue laper nih gak papa kan " ucap Ayunda


" yaudah sana beliin gue roti aja yah " ucap Alena nitip roti


" iya bye πŸ‘‹" ujar nya meninggalkan kelas


kini Alena sedang sendirian di dalam kelas


tanpa seorang pun dan suasananya sangat sepi Alena pun mengambil handset di dalam tas nya dan memakai nya agar gak jenuh menunggu Ayunda sambil melukis melukis adalah hobi nya


" Ziera...." teriak Sarah memanggil Zie


menoleh " apaan sih Lo teriak-teriak gitu "


" lah ngomel loh , loh ngapain di sini sendiri aja ?" tanya Sarah Zie memang sedang berdiri entah menunggu siapa


" lagi nunggu Nathan" jawab Zie polos


" oooooooo " Sarah membulatkan bibirnya


"hemmπŸ˜‘" respon Zie


" Sayang " ucap seseorang merangkul Zie


" Nathan " ucap Zie cuek


" kenapa aku lama yah datang nya maaf deh" ujar Nathan memelas


" iya lama banget tau " Zie cemberut


" maaf yah sayang kuh " Nathan menggenggam tangan Zie lembut


" aduh... Drakor mulai nih " sinis Sarah


" apaan sih Lo" sinis Nathan


" hemmπŸ™„" Sarah memutar bola matanya


" nyamuk mending pergi deh " usir Nathan


" enak aja loh gue bukan nyamuk " sahut Sarah


" masa ? terus ngapain ada di sini ? di dalam hubungan itukan dua pasang gue sama Zie jadi kalo orang ketiga di sebut nya? "


" setan, pelakor, PHO, dan para sahabatnya sorry yah itu bukan gue walau pun gue jomblo tapi gue gak bakal nikung sahabat gue sendiri " omel Sarah panjang


" terus juga kalo gak ada gue Lo gak bakal kenal sama Zie wwllleeekk " lanjut Sarah menjulurkan lidahnya seperti meledek Nathan


Nathan pun kesal akhirnya mereka ribut sama-sama tak mau kalah


" udah ah kalian jadi ribut sekarang ayo kita ke kantin" omel Zie yang dari tadi hanya diam mendengarkan obrolan pacar nya dan sahabat nya ralat keributan pacar nya dan sahabat nya


" hehehe iya ayo " ucap Sarah berjalan duluan


" iya sayang, udah ah jangan ngambek aku paling gak bisa liat cewek ngambek yah " ujar Nathan merangkul pundak Zie dan berjalan menyusul Sarah yang sudah duluan berjalan


" iya iya " ucap Zie tersenyum tipis


Nathan dan Zie sudah pacaran tiga bulan dan hubungan mereka baik-baik saja sampai sekarang


" Yunda " sapa seseorang dari belakang tubuh Ayunda dengan suara tegas


" eh.." ujar Ayunda kaget karena orang itu menggenggam tangan nya dengan kasar


" kenapa gue panggil Lo gak Jawab hah? " tanya orang itu membentak


" eh kakak panggil aku yah " Ayunda cengengesan


" mana Alena ?" tanya nya to the poin


" Alena ada di kelas ka "


" kenapa dia gak ke sini bukan nya gue sudah pesan kan ke Dani kalo gue mau ketemu Alena disini " emosi langit ya orang itu adalah Langit sang senior galak julukan


dari Alena


" a..aku gak tau kak ta..tadi aku ajak dia tapi dia gak mau malahan dia nitip roti ke aku" jawab Ayunda yang tidak menyangka kalau dia bisa berbicara sama Langit sang senior galak nan tampan


" biar gue yang beliin roti nya " ucap Langit mengambil roti yang di pegang Ayunda dengan kasar


" ka sekalian minum nya buat Alena dan bayarin rotinya soal nya aku belom bayar hehehe "ujar Ayunda cengengesan dan berusaha bersikap seperti Alena kepada langit


" neng ini pesanannya" ucap mbak Nia memberikan soto yang di pesan Ayunda tadi


" iya gue bayarin semua bahkan makanan Lo juga gue bayar asal lo jangan masuk ke kelas Lo dulu" ujar langit lalu membayar semua pesanan yang di beli Ayunda


" ok makasih kak " ucap nya berjalan menuju tempat nya Langit pun pergi meninggalkan temannya di kantin dan menuju kelas Alena


Terlihat cewek yang sedang duduk di kursinya di dalam kelas dengan beberapa orang di kelas itu tidak terlalu ramai langit pun mendekati nya cewek itu adalah Alena cewek cantik nan berani


" nih roti loh " ujar langit saat sudah berada di samping tempat


tidak dapat respon apapun dari Alena kecuali anggukan kecil ya sedari tadi dia memang mangut-mangut gitu entah kenapa sambil melukis sampai dia tidak menoleh melihat langit


" nih minum nya juga" ujar langit masih biasa meletakkan air mineral di meja Alena


" hemm makasih Yun Lo baik banget deh " respon nya tanpa melihat siapa yang meletakkan air ke meja nya dia kira Ayunda yang membeli kan nya


'' lah gila ini dia anggap gue si Ayunda apa? sampe gak liat gue gitu ? apa dia gak denger yah suara gue ?" apa suara gue mirip Ayunda ? " batin langit melihat Alena dengan banyak pertanyaan timbul


" heh gue bukan Ayunda Alena " ucap langit menahan Emosi


" kak langit " panggil cewek yang duduk agak jauh dengan Alena


" apa" sahut Langit cuek


" Alena pakai headset ka " ucap nya cengengesan


langit melihat Alena yang sedang asik melukis dan kepala nya mangut-mangut kecil seperti menikmati musik yang di denger nya


Langit yang sudah geram di cuekin oleh Alena dia menarik headset yang di kenakan Alena


" Alena gue bicara sama Lo " ucap langit setelah melepas headset yang di pakai nya di telinga sebelah kanan nya


" is apa-apaan sih Yun " usik Alena yang merasa terganggu lalu melihat siapa yang mengganggunya refleks dia melotot kaget melihat nya ternyata bukan Ayunda yang ia kira tadi


" Lo anggap gue Ayunda hah " ucap Langit cool melipat kedua tangannya di depan dada


" kak Langit ngapain Lo kesini?" tanya Alena yang masih kaget


" kenapa Lo gak temuin gue di kantin? " jawab Langit melotarkan pertanyaan


.


.


.


.


Jangan lupa Like dan Commen dan


Tolong bantu Vote juga dong 😣😘


.


.