
" kak Langit ngapain Lo kesini?" tanya Alena yang masih kaget
" kenapa Lo gak temuin gue di kantin? " jawab
Langit melotarkan pertanyaan
~®~®~®~®~®~®~®~®~®~®~®~
" gak papa emang apa pentingnya buat gue kalo gue ketemu Ama Lo?" jawab Alena gak perduli yang memfokuskan diri pada lukisan ya
semua orang yang di kelas meliha Alena dan Langit walaupun gak begitu banyak yang di dalam yang cewek rata-rata terpesona dengan ketampanan Langit yang jarang sekali mereka liat kalo di dalam kelas
" emang kenapa Lo mau ketemu sama gue? " tanya Alena
pertanyaan Alena membuat Langit kalang kabut kalo dia jawab karena ingin ketemu kan gak mungkin mengingat hubungan antara mereka gak terlalu baik karena selalu saling emosi kalo ketemu
" gue... gue..." gugup langit mencari alasan karena mendadak lupa saat melihat Alena
" Hahaha" tawa Alena meledak melihat langit gugup tak bisa bicara cuman Alena yang tertawa yang lain masih memandang heran pada langit
" kenapa Lo ketawa? " tanya langit kesel melihat Alena ketawa saat melihat nya
" mau cari alasan apa hah Lo mau ketemu gue kan? Lo mau ketemu orang cantik kan?" ujar Alena menahan tawa namun setelah bicara dia lanjut ketawa lagi
" eh... ko dia tau kalo gue mau ketemu dia " batin langit
" apa orang cantik ? ge er banget Lo " elak langit
" iyalah cewek di dunia ini cantik semua ka langit Lo juga ganteng " ucap Alena to the poin
Deg..
hati langit seketika terhenti setelah alena mengakui ke gantengan nya
" iyalah gue ganteng Lo baru sadar " ujar langit pede
" iya ganteng kalo diliat nya dari ujung sedotan dan Lo nya ada di atap sekolah wih ganteng banget dah " ledek Alena tertawa kali ini teman Alena pun ikut ketawa
" btw gak usah basa basi lagi Lo mau apa kesini ?" tanya Alena lagi setelah puas tertawa
" gue kangen Lo " ucap spontan langit membuat Alena dan yang lain tak percaya Alena pun beranjak dari duduknya berdiri di hadapan nya
" berneran Lo ?" bingung Alen
" ya gak lah hahaha" jawab langit di lanjutkan tawa
Alena kesal dan cemberut ia pun kembali Bali duduk di kursinya dan membuka roti yang langit bawa tadi karena ia lapar
" sebenarnya gue kangen Lo beneran secara kita udah jarang ketemu dan berantem karena gue lagi di sibukkan urusan kantor papa sorry yah gue bohong Len " batin langit
" laper loh?" tanya Langit yang melihat Alena makan roti nya
" iya " jawab Alena ketus
" itu gue yang beliin buat Lo" ucap langit membuat Alena tersedak
uhuk ...uhuk...
" nih minum " ujar langit ngasih air mineral setelah di buka
" makasih " Alena menerima botol itu lalu meminumnya
" hemm" respon Alena
langit pun pergi meninggalkan kelas Alena selang beberapa menit kemudian Ayunda datang
" Alena " teriak nya
" ets...apa Lo bilang ayu " ujar Alena
" eh iya w lupa sorry tuan putri" ucap nya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" dah ah yu Lo panggil gue Alena aja gak usah tuan putri lagi gue bukan anak raja kali " ucap Alena
" ok 👌" ucap nya
" eh btw tadi w lihat ka langit keluar dari kelas kita ada apaan ?" tanya Ayunda pura-pura kepo
" a u tuh gak jelas" ucap Alena mengangkat kedua bahunya
" berantem lagi "
" jangan sok tau deh AYUNDA" Ujar Alena menekan nada nya saat menyebut nama sahabatnya
"ah Lo mah gitu Len gak seru" Rajuk Ayunda duduk di mejanya
" btw yu ko kak Langit yang beliin roti buat gue? " tanya Alena penasaran
" oh itu tadi pas di kantin gue lagi mesen soto terus ngambil roti buat lu saat gue lagi nungguin soto kak langit panggil nama gue trs nanyain Lo ...." Ayunda pun menjelaskan kejadian tadi pas di kantin pada Alena Alena pun hanya manggut-manggut mencobamemahami cerita teman nya itu
" jadi gitu Len gue sih gak tau tujuan dia apa buat nemuin Lo dan nyuruh gue stay di sana makanya tadi gue tanya Lo dia ngapain memuin Lo " lanjut nya lagi
" hemm benar-benar tidak jelas" ucap Alena menggelengkan kepalanya
beberapa kemudian kelas Alena memang jamkos gak ada pelajaran Alena pun pulang saat waktunya pulang hari ini karena Alena tidak membawa mobil nya jadi dia nebeng ke Ayunda Ayunda mengantarkannya pulang sesampainya di rumah Alena turun dari mobil Ayunda Ayunda pun pergi menuju rumah nya
" Mommy Alen pulang..." teriak Alena setelah memasuki pintu utama rumah nya
" Alen kalo pulang tuh ucap salam Napa " sahut Lina yang keluar dari dapur
" hehehe iya assalamualaikum Mom" ucap Alena lalu mencium punggung tangan Lina
" waalaikum salam nah gitu dong " sahut Lina menjawab salam sang putri
" kamu makan geh ?" pinta Lina
" iya mah mah bang Van blom pulang?" tanya Alena menanyakan sang kakak
" blom Mungkin beberapa jam lagi " jawab Lina menuju sofa
" oh Alena ke kamar dulu naro tas " ucap Alena yang di angguki oleh Lina
.
.
.
**PLIIS JANGAN LUPA LIKE, KOMMEN YAH 👍
BANTU VOTE JUGA YAH😊**