
Nita yang mendengarnya langsung melihat Ziera kaget kenapa anak nya tahu tentang ini padahal selama ini gak ada yang memberi tahu nya dan ini yang men jadi rahasia terbesar di keluarga ini
" mah apa benar Zie punya saudara kembar? " tanya Zie lagi tapi tetap tidak dapat jawaban melainkan tatapan heran yang di pancarkan oleh Nita
~®~®~®~®~®~®~®~®~®~®~®~®~
namun bukanya menjawab Nita malah menangis
" mah mamah kenapa ko nangis ? " tanya Zie merasa bersalah
" kenapa kamu tanya itu Zie? hiks...hiks.." tangisan Nita menjadi jadi
" Zie pengen tau apa Zie punya saudara kembar apa gak mah gitu aja ko mah mama jangan nangis dong, jangan jangan Zie punya yah mah ? " tanya Zie penasaran menatap Nita dalam dalam
" hiks.....hiks....hiks..." isakan tangis Nita tak menjawab pertanyaan Zie
" Zie mamah ko nangis kenapa ?" suara berat seorang lelaki paruh baya berjalan mendekat
" papah ..?" kaget Zie berdiri dari duduk nya
mengetahui papah nya yang datang
" mamah kamu kenapa? " tanya wirawan pelan
" mamah tiba tiba nangis gitu aja " jawab Zie kembali duduk di tempatnya semula
" kamu tanya apa Zie ?" tanya Wirawan pelan pada anak nya
" aku cuman tanya apa aku punya kembaran....." ucapan Zie terpotong
" cukup jangan di lanjut kan lagi hiks .. " bantah Nita dalam isakan nya
" Zie kamu mau jawabannya kan hiks... iya kamu punya kembaran !!! " ucap nya
Deg.... Deg...
Zie terkejut ternyata dia memang mempunyai saudara kembar tapi dia tidak tau keberadaan di mana pengakuan Nita membuat Zie semakin penasaran
" mah .... dimana.... di mana dia " ucap Zie gugup
Nita masih menangis sedangkan Wirawan mondar mandir ia bingung bagaimana cara nya menjelaskan kejadian itu pada Zie
" di mana ..... di mana dia mah pah ?" tanya Zie menangis
" Zie papah juga gak tau " jawab Wirawan
" kenapa ? .. kenapa papah gak cari dia pah ? " tanya Dian semakin menjadi
kini situasi rumah seperti ruang sidang karena Zie terus melontar kan pertanyaan terus-terusaan membuat Wirawan dan Nita kehabisan kata kata
" kenapa pah mah ? gak bisa jawab apa mamah sama papa gak mencari dia "
"gak Zie papah mencarinya tapi sampai sekarang belum ketemu " jawab Wirawan terduduk lemas di sofa sedangkan Nita masih menangis
" mustahil pah mustahil sembilan belas tahun mencari gak ketemu itu gak mungkin apa lagi masih satu negara " kini emosi Zie meluap luap
" papah pasti gak cari kan karena selama ini Zie gak pernah liat papah mencari seseorang, papah hanya pergi kekantor dan pulang kerumah bagai mana cara nya papah mencari dia hiks... hiks.." kini Zie sedang di penuhi dengan emosinya dan menangis dia tidak memandang dengan siapa ia berbicara
" STOP ZIE STOP " bentak Nita pada Zie
" kenapa mah apa Zie gak boleh tau ? " tanya Zie
" papah kamu udah kerahin semua anak buah nya untuk mencari saudara kembar kamu tapi emang belum ketemu hiks.." jawab Nita sambil menahan tangisnya
" BOHONG MAMAH BOHONG " teriak Zie
" mamah kamu gak bohong Zie papah bener udah kerahin anak buah papah untuk mencari saudara kembar kamu" ucap wirawan
" ANAK BUAH PAPAH ITU BANYAK MANA MUNGKIN MENCARI SATU ORANG AJA GAK KETEMU APA LAGI SEKARANG UDAH BERTAHUN TAHUN !! " Bentakan keras dari Zie udah terlanjur emosi pada orang tua nya
" papah kalo gak cari jangan bilang cari dong pah bilang Jujur kali papah gak cari " ucap Zie mulai tenang
" GAK !! Karena papah gak nemuin dia " bentak Zie lalu keluar dari rumah nya
" ZIE KAMU MAU KEMANA ? " tanya wirawan namun tidak di jawab oleh Zie yang pergi meninggalkan rumah
- - - - - - - - skip - - - - - - - -
" mam tumben masak banyak banget gini ada acara apaan sih mam ? " tanya Kenan sambil menakan salad buah yang ada di meja makan
" ada acara makan malam " jawab Anes melanjutkan masak nya bersama bibi
" dalam rangka apa mam ? " tanya Kenan penasaran
" gak ada " cuek Anes
" mam udah siap semua kah ? " tanya Dion memasuki dapur
" sebentar lagi selesai lagi pula ini sudah menjelang malam" jawab Anes
" pap ini ada acara apa sih ? " tanya Kenan pada Dion
" makan malam " jawab Dion meminum air putih
" mam sama pap sama aja bikin penasaran Ken aja " ucap kenan
" kita kan sehati " ucap Anes sama Dion bersamaan
" hadeuh 😒 bibi kita keluar dari dapur yuk kalo masih di sini bakal jadi nyamuk" ucap Kenan mengajak pembantu nya keluar dari dapur
" iya nyamuk nya udah gede umur nya 18 tahun " ucap Anes menahan tawa
" mana ada nyamuk umurnya segitu " ucap Kenan
" iya yah mama kamu aneh " ucap Dion memakan salad buah milik Kenan
" istri papa juga kali " cuek Kenan minum air
" oh iya kah ? istri papa ? " tanya Dion pura pura
" mam mam papa gak anggap mam istri nya nih " ujar Kenan mengadu pada Anes
" biarin nanti malam gak mam kasih jatah " cuek aneh
" uhhhh mam seriusan?? tar papa nangis-nangis Lo mam " ledek Kenan pada papa nya
" jangan gitu dong mam tar papa gelisah gak bisa tidur " rengek Dion
" udah ah Ken mau pergi dulu " ucap Kenan beranjak pergi
" mau kemana kamu? "tanya Anes
" mau ke masjid mah udah mau isha terus main bentar " jawab Kenan
" langsung pulang jangan main kita kan ada acara makan malam " larang anes
" gak mau paling sama om wirawan Tante Nita sama Kaka sepupu lucnat Ziera " ucap kenan
" kamu pasti pulang kalo sepuh mu Wildan datang " ucap Dion masih makan salad
" Wildan??? dia pulang??" tanya Kenan
" hemm " respon Dion dan Anes
" okeh.... Kenan pergi dulu yah " ucap Kenan pergi keluar dari dapur dan pergi menuju masjid
.
.
JANGAN LUPA LIKE , KOMEN DAN VOTE JUGA YAH 😘😊