Twin Girls

Twin Girls
19 (Flashback #2)



hari demi hari orang suruhan Dion semakin ketat dalam menjaga anak buah dari Wirawan bagaimana pun Dion lebih kaya dari pada Wirawan dan lebih dominan satu persatu anak buah dari Wirawan yang hendak membocorkan bukan hanya di ancam tetapi juga ada yang di bunuh oleh tiga pasukan Dion dan yang lain nya ada juga anak buah Wirawan yang menjadi anak buah Dion bukan hanya beberapa tapi hampir semua tetapi tidak yang berada di sekitar Wirawan mereka yang di ancam lalu di kasih uang dan sekarang malah mengikuti Dion


Dion tidak berniat jahat atau apa dia menerima nya dengan alasan rahasia ini tidak akan di ketahui sampai saat nya tiba


tahun berganti tahun kini ponakannya sudah beranjak dewasa dengan keluarga yang sangat menyayangi nya seperti anak sendiri sungguh beruntung ponakan nya dapat di asuh oleh keluarga yang baik ini


sebelum itu juga Dion yang membuat restoran wanita yang mengurus ponakannya itu menjadi maju dengan cepat untuk tanda terimakasih ...... semakin dewasa sifat kedua ponakan nya itu memiliki dua sisi yang berbeda satu nya sangat manja dan satu lagi sangat mandiri walaupun bukan bersama keluarga kandung nya Ziera dan Alera yang kini menjadi Alena bersekolah di sekolah yang berbeda setiap Wirawan ingin memasukkan Ziera ke sekolah yang sama dengan Alena Dion selalu mencegah nya agar Ziera bersekolah yang berbeda dengan Alena itulah alasan nya kenapa mereka tidak bersekolah di satu sekolahan


sampai saat ini Ziera dan Alena tidak mengetahui satu sama lain ....


flashback end....


" begitu ceritanya bang maaf yah " ujar dion


" yasudah sekarang di mana keadaan putri aku ? " tanya Wirawan


" bang Lo gak mau denger cerita gua bang" ujar Rama


" nanti saja "


" papah gak marah ? kenapa papah tidak bertanya kenapa om Dion melakukan itu ? " tanya Zie


" Zie papah sedang tidak mau memperpanjang nya yang papah ingin tahu keberadaan kembaran kamu " ucap tegas Wirawan pada Putri ke sayangan nya


" Pap Kenan sama Wildan juga penasaran sama kembaran nya ka Zie " ucap Kenan


" iya om kita penasaran sama dia apa kata kata Zie yang bikin ilfil " ceplos Wildan


" ngomong sekali lagi gua sleding Lo " ucap Zie emosi


" apa yang tau soal kembaran aku cuman om Dion ? " tanya Zie


" om Rama juga cuman om tidak boleh cerita sama papah mu " ucap Rama santai


" lah .." Zie sedih


ALENA


di taman rumah Alena yang sedang asik bermain hp dengan Abang Alvan dengan sedikit obrolan ringan namun tiba-tiba dua mobil mewah berhenti di depan rumah mereka dan memencet bel nya


" dek buka gerbang sana ! " pinta Alvan


" Abang aja Ade males " ucap Alena manja


" pemalas " ledek Alvan


" Bi....Bi.... Bibi .... " teriak Alvan memanggil pembantu nya


" dih malah manggil bibi...." ledek Alena


" biarin bibi... bibi... " lanjut berteriak


tak lama kemudian bibi pun datang " iya den ada apa ? " tanya bibi


" iya den permisi " ucap bibi melangkah pergi


tak lama kemudian bibi kembali ke hadapan Alena dan Alvan yang sedang mengobrol


" permisin aden non " ucap bibi


" iya ada apa bi " ucap Alena


" non sama aden di panggil nyonya untuk segera ke ruang tamu ada yang ingin bertemu" ujar bibi


" iya siap bi " ucap Alena beranjak berdiri


" ayo bang " ajak Alena


" Hem iya " ujar Alvan masih fokus pada hp nya


Alena dan Alvan pun berjalan ke ruang tamu terkejutnya Alena dan Alvan yang melihat ruang tamu nya yang rame sekali akan kedatangan tamu yang tidak di kenal oleh mereka


awal nya Alena terkejut dengan keberadaan tamu yang bisa di bilang cukup banyak tetapi alangkah terkejutnya lagi saat Alena melihat wanita yang duduk di tengah-tengah dua lelaki muda


" wajah nya ....." gumam Alvan yang melihat Zie


" bibir nya ... " gumam Alena terpelongo melihat Zie


" sayang sini " sahut mommy memecahkan lamunan Alena dan Alvan


Alena dan Alvan langsung mendekati mommy nya


" gila ini kembaran ka Zie cantik banget " ucap Wildan dalam hati


" walaupun kelihatannya tomboi tapi cantik nya lebihin ka Zie" ucap Kenan di dalam hati


" tomboi anak berandal pasti " ucap Zie dalam hati


Nita yang melihat Alena berjalan di samping Alvan dengan tujuan ke mommy nya Nita langsung berdiri dan mendekati Alena


" anak ku " kata kata itu langsung keluar dari mulut Nita dan langsung memeluk nya dengan erat


namun pelukan yang erat itu langsung di lepaskan oleh Alena seakan-akan Alena menolak pelukan itu


" maaf ibu ini siapa ? kenapa panggil saya dengan sebutan " anak ku " " ucap Alena yang membuat hati nita retak dan air mata Nita mengalir lagi dengan deras


" Tante gak usah nangis maafin Alena kalo perkataan Alena tadi menyakitkan hati Tante " ucap Alena sambil mengusap air mata Nita dengan lembut


" yasudah Tante mari duduk " ajak Alena


~®~®~®~®~®~®~


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 😄😄


BANTU VOTE JUGA YAH 😘🙏