Twin Girls

Twin Girls
Part 04 (19 tahun kemudian)



bertahun-tahun sudah berlalu kini sudah 19 tahun Ziera dan Alera yang nama nya kini adalah Alena tumbuh menjadi gadis cantik keduanya tumbuh dengan keluarga yang berbeda


Di kediaman wirawan.


" good morning mah pah " sapa Ziera menuruni tangga


" wah gadis papah mau ke mana nih udah dandan cantik benget ?" ujar Wirawan pada Putri sulung


" Zie mau nyamper temen dulu yah pah boleh kan " ucap Zie mendekati Wirawan dan Nita


" nyamper ke mana Zie? " tanya Nita


" ke rumah Sarah mah boleh gak" ujar zie


Sarah adalah teman Zie dari kecil


" yasudah tapi kamu makan dulu "ucap Nita lembut


" okeh mah" girang Zie lalu memakan makanan nya


Di kediaman Bima


" Alena sayang ayo turun kita makan " teriak Lina pada Putri kesayangannya dari bawah


" iya mom Alen lagi jalan "ujar Alena berjalan menuruni tangga


" lama kamu dek " ucap Alvan setelah Alena duduk di sampingnya


" ya maklum aku kan anak cewek" pede Alena


" anak cewek tapi pemalas " sahut Lina


" yeh tapikan Alena anak Mommy yang cantik" jawab Alena


" ya iyalah anak Mommy yang cewek kamu doang Abang kan gak mungkin di bilang cantik " sahut Alvan


" udah ribut nya ? " tanya Lina pada kedua anak nya itu


" blom Mom" jawab mereka serempak


Lina hanya menggelengkan kepalanya sampul tersenyum melihat tingkah laku kedua anak nya itu


kehadiran Alena di keluarga Bima membawa banyak perubahan yang terjadi Bima yang awal nya hanya pasukan TNI biasa tiga tahun mengurus Alena kini Bima telah menjadi jenderal (luar biasa bukan) restoran yang dirintis oleh Lina pun kini semakin ramai pengunjung dan tiap hari makanan yang di sajikan laku habis mereka pun pindah rumah dari rumah yang biasa berlantai satu sekarang pindah ke rumah yang besar berlantai dua dan jarak nya dekat dengan restoran milik Lina


" Sarah gue datang " teriak Zie di depan pintu rumah Sarah


" Zie kalo bertamu ke rumah orang tuh ketuk pintu bukan teriak" omel Sarah setelah membuka pintu


" eh maaf deh " ucap Zie kikuk


" iyaπŸ™„ bentar yah gue ngambil tas dulu"ucap Sarah kembali masuk rumah nya


beberapa menit kemudian


" ayo Zie " ucap Sarah mengunci pintu


" kemana?" tanya Zie santai


" ngampus lah oncom " pekik Sarah


" Lo udah sarapan Sar?" tanya Zie


" blom tar di kantin aja udah yuk berangkat " jawab Sarah


" nih makan tadi mamah nyiapin ini buat Lo" ucap Zie mengeluarkan kotak makanan


" ih Tante Nita sweet banget dah " ucap Sarah lebay


" ah lebay Lo makan nih tar kita berangkat" pekik Zie


" makan di mobil aja deh ini udah siang loh tar telat Giman " ujar Sarah


" hemm πŸ˜‘ bilang aja lo mau gue yang nyetir"


" hehehe iya udah yuk ah berangkat nih kuncinya" ujar Sarah ngasih kunci mobilnya pada Zie


Mereka pun berangkat menggunakan mobil nya Sarah dengan Zie yang menyetir dan Sarah makan sarapan yang di bawa Zie tadi mereka juga selama perjalanan ada obrolan ringan agar tidak jenuh


" makasih bang Van dah nganter aku sampe kampus " ujar Alena sebelum turun dari mobil sang Kaka


" lah kan mobil punya aku lagi di bengkel makan nya aku mau di antar Abang " jawab Alena


" hemm yaudah sana turun Abang juga ada kerja " ujar Alvan mengusir adek nya


" Ngusir aku Abang? yaudah deh assalamualaikum " ucap Alena lalu turun dari mobil Alvan


" waalaikum salam" jawab Alvan lalu menjalankan mobilnya


Alena pun berjalan menuju kelas nya di kelas Alena sudah dapat sambutan dari teman temannya yang usil


" Alena jangan masuk " teriakan dari dalam kelas suara Ayunda teman sekelas Alena


spontan Alena langsung berhenti di depan pintu dengan muka bingungnya kemudian orang di dalam kelas semua merapat ke Alena lalu memberikan jalan semua berbaris 2 barisan lalu berjongkok membuat Alena bingung


" Alena " teriak Ayunda Alena pun menoleh


" tuan putri sudah datang " lanjut Ayunda berteriak membuat semua orang bertepuk tangan dan memberi sorakan yang tertuju buat Alena


" Alena ayo jalan gue capek nih " keluh salah satu cowok itu yang sedang berjongkok di hadapan Alena namanya Dani sahabat Alena


" Oh aku paham " gumam Alena tersenyum


Alena pun berjalan se anggunnya bak tuan putri Alena tersenyum dan memberikan lambaian tangan sampai dia duduk di tempatnya semua pun kembali pada posisi masing masing


" Giman Len Lo udah berasa jadi tuan putri blom" ujar Ayunda menarik kursi nya mendekati Alena


" ini semua pasti ide kamu yah" tebak Alena dan di angguki Ayunda


" biar apa coba lebay amat " komentar Alena cuek


" ya gak papa kali mereka aja mau nyambut Lo Len " jawab Ayunda


" Alen ..." teriak Dani dari luar kelas


" tuan putri " pekik Ayunda


" ah sekarep mu Yun " Dani mengabaikan Ayunda


" kenapa Dan?" tanya Alena


" Nih" Dani memberikan coklat yang di pegang nya


" Lo ngasih coklat buat Alena doang kan Lo tau gue suka coklat Dani..." renggek Ayunda


" dah Lo gak usah merengek gitu itu coklat buakan gue yang beli tapi senior galak " ucap Dani menunjuk ke coklat yang ada di meja Alena


" ka langit....???" tanya heran Alena Ayunda dan temannya sekelas yang lain serempak


" iya katanya dia mau ke temu Lo di kantin setelah pelajaran selesai " ujar Dani melangkah menuju tempatnya di belakang Alena


" bener Lo dan ?" tanya Ayunda masih gak percaya dan di balas anggukan Dani


"ada apa tuh si galak ngajak aku ketemu?" gumam Alena yang masih bisa di denger oleh teman yang lain nya


" ada masalah kali Lo Len " ujar sintia teman sekelas Alena


" tapi aku gak punya masalah sama dia" Alena berfikir


" gak punya masalah mata Lo katarak Len Lo itu setiap ketemu dia bawaan nya emosi Mulu dan Lo yang selalu buat dia kepalanya terasa bakar " senggak Ayunda


" lagian muka dia nya ngeselin "jawab Alena ceplos dan langsung dapat tatapan tajam dari teman cewek satu kelas nya yang mengagumi karena langit


" eh maaf-maaf " ucap Alena kikuk


" puas Lo hahahaha" ledek Ayunda tertawa terbahak


suasana kelas pun hening ketika dosen datang untuk mengajar di kelas Alena


.


.


Pliiis Jangan lupa Like dan Commen


bantu Vote juga dong😘😘