Twin Girls

Twin Girls
18 (flashback)



Malam itu semua sibuk mencari keberadaan putri wirawan yang hilang .....


Wirawan mencoba menelfon orang kepercayaan nya tetapi tidak di angkat-angkat Wirawan masih sibuk dengan telfonnya Dion keluar dari rumah sakit lalu menelfon dengan orang kepercayaan nya


" Lex kerumah sakit herdika sekarang." Ucap Dion setelah telfon nya di angkat


" Siap pak " jawab orang di balik ponsel


Dion mematikan telfonnya lalu bersikap biasa saja menemui Wirawan


" Gimana bang ? " Tanya Dion


" Udah tinggal melacak " jawab Wirawan berjalan menuju kamar inap istrinya


Namun Dion malah keluar untuk menemui orang kepercayaan nya


" Selamat malam pa, apa ada tugas ? " Ucap orang itu penuh hormat


" Mencari ponakan saya yang baru saja hilang " ucap Dion datar


" Ciri-ciri nya" tanya orang satu lagi


Dion mengajak mereka untuk melihat cctv


Merkah senyum di bibir kedua orang itu selain Dion


" Kenapa kalian tersenyum? "


" Mobil ini isi nya wanita dengan bayi balita saya sudah curiga dengan mobil itu karena bayi menangis kencang tetapi laju mobilnya sangat kencang " ucap Alex orang kepercayaan Dion yang paling jahanam


" Lantas apa yang kalian lakukan ? Cepat ikuti mobil itu "Dion emosi karena Alex dan Arya hanya diam saja masih di tempat tidak melakukan apapun


" Bos Dion kurang santuy " ucap Arya yang duduk di kursi


" Bos coba lihat kita ada berapa seharusnya kita ini tiga orang loh pak boss " ucap Arya lagi dengan santai nya


Dion menatap Arya dan Alex secara bergantian " oh iya gara-gara panik Sampai tidak mengamati kalian "


" Jadi bagaimana dengan Geral " ucap Dion


" Geral saya suruh mengikuti mobil itu " jawab Alex


" Bagus...... kita tunggu kabar dari Geral " Dion berjalan keluar dari ruangan cctv di ikuti oleh Alex dan Arya


Ponsel Alex bergetar dapat pesan dari Geral isi pesan itu lokasi di mana dia berada sekarang


" Pak Dion mari kita ke lokasi yang di berikan oleh Geral " ucap Alex


" Iya " ucap Dion


Dion dan kedua orang kepercayaan nya langsung menuju mobil


selama perjalanannya Dion tidak tenang ingin rasanya membunuh orang itu orang orang telah mencuri ponakan pertama nya


setelah sampai dari dalam mobil terlihat wanita tapi pandangan mereka teralihkan saat Geral mengetuk kaca mobil


" siapa wanita itu ?? " tanya Dion setelah terlihat Dion dari balik jendela yang terbuka


" tak lain tak bukan wanita itu musuh pak Wirawan " ucap Geral


" musuh bang Wirawan ??? " Dion sedikit berfikir karena musuh Wirawan sudah meninggal beberapa hari yang lalu


" musuh pak Wirawan itu lelaki mana ada perempuan " ucap Arya yang santai saja


" kita keluar sekarang saya mau lihat wajah nya " ucap Dion datar


" baik pak " ucap kedua anak buah nya


terdengar suara tangisan bayi dan mobil dengan wanita itu pergi Dion langsung berlari menuju ponakannya lalu langsung menggendong nya


" kita kembali ke rumah sakit " perintah Dion


" pak Dion yakin membawa bayi ini kembali saya hawatir nyawa bayi ini akan menjadi incaran oleh para musuh pak Wirawan " ucap Alex


" benar juga yah.... tapi bang Wirawan sudah mengerahkan seluruh anak buah nya untuk mencari Alera ini " ucap Dion


" pak Dion kan kaya apa pak Dion kasih uang saja ke mereka agar tidak mencari nya dan kasih uang tutup mulut juga " usul Arya


" baik lah " Dion setuju karena bagi dia kehilangan Banyak uang gak papa dari pada kehilangan ponakan nya " Arya antar saya pulang ... Alex pantau ponakan saya sampai penghuni rumah ini menemukan ponakan ku... Geral kau ambil uang di bank setiap anak buah bang Wirawan yang mencari bayi ini kasih satu koper uang Paham.... " ucap Dion memberikan perintah


" siap pak " ucap kedua anak buah nya


" mari pak ke mobil " ucap Arya


Dion meletakkan kembali ponakannya lalu pergi menuju mobil nya.


keesokan harinya sekitar jam 08.09 Alex menelfon Dion bahwa ponakannya sudah di angkat anak oleh pemilik rumah itu terukir senyum di bibir Dion


" kamu kenapa tersenyum gitu " tanya Anes


" tadi Alex telfon memberi lelucon " alesan Dion yang di balas O


di kantor kerja Dion Alex Arya dan Geral datang ke dalam ruang kerja nya


" apa laporan kalian " tanya Dion menatap ketiga anak buah nya


" laporan saya semua anak buah pak Wirawan sudah saya kasih uang ada yang menolak dan saya ancam akhirnya dia pun menerimanya " laporan dari Geral


" ponakan pak bos sudah di angkat sebagai anak oleh seorang tentara tetapi masih tentara pemula mempunyai satu istri dan satu anak dan istrinya baru merintis sebuah restoran pak boss baru itu yang saya ketahui " ujar Alex


" okeh Alex kamu tetap memantau ponakan saya sampai dewasa sambil mencari tahu latar belakang keluarga itu " ucap Dion


" baik pak "


" Geral kamu sudah Pastikan mereka tidak akan membuka mulut nya ke bang Wirawan "


" saya sudah pastikan pak karena jika mereka melanggar harta benda dan keluarga mereka akan hilang " ucap Geral dengan senyum nya


" bagus "


" Arya kamu cari tau wanita itu kemana dia melarikan diri" perintah Dion


" siap pak " Jawab Arya


SKIP DULU YAH LANJUTAN NYA TAR πŸ˜ƒπŸ˜ƒ


.


.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN πŸ˜„πŸ˜„


BANTU VOTE JUGA YAH πŸ˜˜πŸ™πŸ˜„