Twin Girls

Twin Girls
Part 10 (Panik)



~®~®~®~®~®~®~®~®~®~®~®~


di kampus Alena terdiam di taman yang sepi entah kenapa Alena pengen duduk di sini tanpa Ayunda dan Dani Alena terdiam memainkan ponselnya


" Alena ... Alena " panggil seseorang berteriak


"ALENA ...." teriak wanita yang memanggilnya


Alena pun menoleh terlihat teman sekelas yang kecapean


" Cintia kenapa Lo?" tanya Alena heran


" huuh..huuh.." Cintia mengatur nafasnya hingga benar


" kenapa Cintia ?" tanya Alena penasaran apa dia harus liat Cintia yang tarik nafas di keluarkan lagi membuat nya jengah


" bentar gue capek cari Lo " ucap nya tebata bata sambil mengatur napas nya


Alena pun panik melihat lagak Cintia Yang sedang tari napas tapi mata nya menbinarkan ke panikan


" kit ke ruang kesehatan! " ucap nya setelah nafas nya benar sambil menarik Alena membuat Alena bingung


" emang ada apa sih ?" tanya Alena mengikuti gerak Cintia


" temen Lo pingsan !" serunya


" APA??? " tanya Alena berteriak


" siapa siapa yang pingsan ayu apa Dani ?? " tanya Alena


" Ayunda " spontan Cintia


" AYU..." teriak Alena


setelah mendengar kata Ayunda keluar dari mulut Cintia Aleena panik dia pun langsung lari menuju ruang kesehatan dia meninggalkan Cintia karena Alena berlari dengan sangat cepat


sesampainya di ruang kesehatan banyak sekali anak anggota basket kampus dan salah satu nya ada Langit di sana juga ada Nadya teman Langit


Alena langsung menghampiri Nadya yang sedang duduk bersama teman nya


" ka Nadya ko kaka ada di sini? " tanya Alena


" karena saya di suruh temenin ayu kata Renfa sama Langit karena lo gak ada " jawab Nadya


" Dani kemana ?" tanya Alena


" lagi ke kantin baru saja pergi " jawab Nadya


" apa aku boleh masuk ke dalem " ucap Alena


" belom kalo boleh juga gue gak bakal di sini gue ada di dalam lah " ketus Nadya


" aduh gimana keadaan ya " ucap Alena panik sambil mondar mandir


BRUUKKKK


Alena menabrak seseorang saat dia mondar mandir


" Auh " rintihan Alena memegang jidatnya yang terbentuk dada seseorang


" punya mata tuh di pake Napa " bentak orang itu dari suaranya dia cowok dan Alena sudah hapal itu suara nya siapa Alena langsung menegakkan kepalanya dan menjauhi badan nya


" oh panik ? " tanya nya


" iya " bentak Alena memutarkan badan nya tapi setelah itu tangan Alena di cegah oleh tangan kekar nya di tarik lah tangan Alena


BRUUKKK


badan Alena di dekap erat oleh nya seperti orang pelukan eh emang pelukan


laki-laki itu adalah Langit dia mendekap Alena dengan penuh rasa namun Alena berontak dan pelukan yang tadi lembut kini semakin erat dan Langit semakin nyaman saat itu tetapi tidak dengan Alena yang merasa risih


" eh ... (melototkan matanya) " gumam Alena


" lepasin gue woyy sesek nih " teriak Alena berontak namun langit makin mengeratkan pelukannya


" gak " bisik langit di telinga Alena


sontak kejadian itu di lihat oleh banyak orang yang menunggu ayu di ruang kesehatan mereka terkejut akan yang di lakukan langit memeluk Alena di kampus dan banyak orang bisa banyangin gak betapa malu nya jadi Alena


Alena terus berontak untuk melepaskan diri dari pelukan Langit itu walaupun selalu gagal


" woyy sahabat lagi sekarat Lo malah peluk - pelukan " sindir Dani baru datang dari kantin


Langit yang kena sindiran dari Dani langsung melepaskan pelukannya dari badan Alena semua orang juga masih setia menonton tapi tidak berani berkomentar seperti Dani karena kalo Langit marah serem makannya mereka diam


" Dani .... gue gak pelukan ko sama dia " elak Alena


" udah lah Lo gak usah mengelak Alena gue liat Lo lagi pelukan hahaha udah jadian Lo berdua meni berani pelukan di hadapan orang banyak " ujar Dani dan tiba-tiba meledek Alena


" ih beneran Dani" ucap Alena manja


" Dani Nadya Alena Langit gimana ayu dah sadar? " tanya Renfa dengan panik nya


" dari mana aja Lo ? " tanya langit pada Renfa


" gue tadi ke kelas bentar izin " jawab renfa


" ayu belum sadar " ucap Nadya


" ko lama yah " gumam Renfa yang panik renfa panik entah kenapa dia sangat panik


selang beberapa menit Bu Wini guru kesehatan keluar dari sana


" Bu guru mana ayu dah sadar ? " tanya Renfa panik padahal tadi Alena udah mau tanya tapi udah keduluan Renfa


" ayu baik ko sekarang sudah sadar yang mau jenguk masuk aja tapi jangan banyak-banyak" ujar Bu Wini yang melihat kita di situ dengan anak basket yang tadi terlihat banyak dan rami jika masuk semua takut nya akan menggangu Ayunda di dalam nanti


" iya Bu Alena sama Dani boleh masuk " ucap Alena sebelum Renfa angkat bicara lagi


" iya Alena sekarang ibu mau ke kantor dulu kalo ada apa-apa panggil ibu aja " jawab Bu Wini izin pergi


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE KOMMEN YAH 😊


DAN TOLONG BANTU VOTE JUGA DONG 😊